Ketika Honda-General Motors Kerja Sama…

general motors indonesia

RiderTua.com – Disaat kolaborasi dengan Nissan batal, malah Honda-General Motors yang kerja sama membuat proyek baru. Mungkin ini kedengarannya aneh, karena keduanya berasal dari negara yang berbeda jauh. Ternyata Honda-General Motors kerja sama demi membuat mobil baru. Lebih jelasnya, mobil ini berupa jenis ramah lingkungan alias listrik.

Baca juga: Inilah Fitur Honda Odyssey Facelift yang Canggih !

Honda-General Motors Kerja Sama Demi Mobil Baru

Soal mobil listrik, keduanya masih belum punya model yang cukup worth it, layaknya rival terberatnya, Toyota. Honda sendiri punya segelintir produk listrik, salah satunya Fit EV hingga Accord PHEV, tapi sepertinya mereka belum puas dengan itu. Sementara General Motors (GM) punya sejumlah model EV, dan rata-rata dari berbagai merek dalam naungannya.

Entah karena ingin bersaing dengan Toyota atau sebab lainnya, Honda mulai mengusulkan kerja sama kepada GM dan ternyata disetujui. Sehingga ini artinya keduanya bisa mempersiapkan proyek baru untuk pengembangan mobil EV pada waktu mendatang. Walau hanya sebatas mobil listrik, tapi mungkin saja berkembang ke jenis lainnya.

Honda-General Motors kerja sama membuat mobil listrik
(Foto: Motoris.ID)

Bagi Platform

Biasanya kalau ada produsen mobil yang beraliansi, maka platform sharing dapat dilakukan dengan mudah, dan itu yang akan dilakukan oleh Honda-GM. Jadi bisa dibayangkan kalau salah satu produk dari keduanya punya desain begitu mirip dengan produk yang sudah ada. Ini berpeluang untuk menghasilkan ‘mobil kembar’ diantara keduanya.

Selain itu, kerja sama Honda-GM dapat menghemat biaya pengeluaran untuk pengembangan mobil baru. Tentu untuk membuat satu model anyar saja membutuhkan dana yang tak sedikit, bahkan bisa berkali-kali lipat jika jenisnya EV. Kebanyakan aliansi punya tujuan untuk menggarap produk EV, atau PHEV dan sejenisnya.

Tapi untuk sekarang, Honda dan GM fokus pada pengembangan lainnya seperti sistem bantuan pengemudi, infotainment, komunikasi kendaraan, sampai konektivitas. Boleh-boleh saja mereka tak langsung menggarap mobil listrik, karena bisa dilakukan secara bertahap. Jika semuanya sudah selesai barulah mereka memasuki tahap selanjutnya yang bisa mengarah ke pengembangan EV terbaru.

Be the first to comment

Leave a Reply