3 Kebijakan Paradoksal Alberto Puig yang Jadi Bumerang bagi Honda!

Kesalahan Alberto Puig sebagai manajer tim Repsol Honda menumpuk. Bisa jadi seperti efek bumerang dalam menangani pembalapnya seperti: Lorenzo, Pedrosa, dan Zarco …

RiderTua.com – Dalam sebuah pertempuran penempatan pasukan sangat penting sebagai kunci kemenangan. Semua menjadi tanggung jawab sang jenderal perang. Kepemimpinan Alberto Puig akhir musim lalu banyak yang dipertanyakan sebagai orang yang bertanggung jawab di tim HRC- Honda MotoGP.. Berikut 3 kebijakan paradoksal Alberto Puig yang jadi bumerang bagi Honda..

3 Kebijakan Paradoksal Alberto Puig yang Jadi Bumerang bagi Honda!

1. Lorenzo ke Yamaha, Rival Abadi Honda

Dalam sebuah wawancara dengan Movistar Television di MotoGP Perancis 2018 Alberto Puig berujar. “Lorenzo belum beradaptasi dengan Ducati dan dia tidak akan pernah beradaptasi, dan dia tahu itu.” ..

Paradoks #99: Dua minggu kemudian, Lorenzo menang dengan Ducati di Mugello, seminggu kemudian menang lagi di Catalunya dan Red Bull Ring. Menariknya dimana?… Penandatanganan Lorenzo di Tim Repsol Honda diumumkan di Italia yang merupakan kemenangan pertama Jorge dengan Ducati.. Sehingga pernyataan Puig bahwa Lorenzo tidak cocok dengan Ducati dan tidak akan pernah bisa beradaptasi dengan Ducati tidak terbukti..

Alberto Puig dan Dani Pedrosa

2. ‘Mengusir’ Dani Pedrosa Sebuah Kesalahan

Beberapa pengamat menilai, Alberto tidak terlalu pintar dalam memanfaatkan Dani Pedrosa. Saat Puig menjabat di Repsol Honda, hal pertama yang dia lakukan adalah ‘memecat‘ Pedrosa. Bahkan menolaknya sebagai tes rider karena kondisi fisiknya yang mungil. Puig melakukannya tanpa rasa malu, bahkan terus mengkritik Pedrosa setelah dia pensiun…

Paradoks #26: Dani Pedrosa ‘diusir’ dari garasi Repsol oleh Alberto Puig dan ditolak sebagai tes rider… Namun pada tes resmi Sepang, Pedrosa dengan motor KTM, finis ketiga pada hari kedua, di depan pasukan Honda (HRC). Potensi Dani Pedrosa masih ada dan diatas rata-rata calon penggantinya…

Sementara itu kini Marquez secara fisik terganggu, Honda mengalami masalah dengan pengembangan motor RCV 2020 mereka saat ini. Membuang Dani Pedrosa dengan pengalaman 13 tahun di Repsol dan dilepas ke KTM bahkan tidak menerimanya sebagai tes rider Honda adalah kesalahan Puig..

Saat ini skuad Honda rata-rata cedera( Marquez, Crutchlow, NaKagami) dan rookie (Alex).. Dalam kondisi cederapun Dani Pedrosa masih yang terbaik dari semua pembalap itu sebagai pembalap kedua setelah Marquez!

3. Johann Zarco Menambah Kesulitan Honda

Johann Zarco? .. Dengan pembalap Prancis tindakan Puig juga tidak tepat. Awalnya dia bahkan akan menjadi pengganti Dani di tim HRC. Saat itu Johann mengikuti permainan Alberto ketika dia menawarkan untuk bergabung dengan Honda meskipun telah menandatangani perjanjian dengan KTM beberapa bulan sebelumnya. Ketika semuanya terungkap, Puig menemukan ‘rencana B’ yaitu Lorenzo.

Puig adalah seorang praktisi yang gigih, dia kembali menyusuri jejak Zarco ketika pada pertengahan musim lalu dia harus mencari pembalap untuk menggantikan Takaaki Nakagami di tim satelit. Zarco dengan ‘semangat 45’ mengikuti balapan dengan Honda. Zarco sudah yakin punya peluang besar, namun rencana itu juga tidak berhasil. Kursi ditempati Alex Marquez …

Paradoks #5: Mengesampingkan Johann Zarco yang sekarang adalah pembalap Ducati … Motor yang lebih mudah dikendalikan dengan kekuatan mesin setara Honda.. Kedepan akan merepotkan tugas Alberto Puig mengendalikan pasukannya melawan skuad Ducati yang semakin kuat..

Boomerang..!

Kesalahan Alberto Puig sebagai manajer tim Repsol Honda menumpuk. Bisa jadi seperti efek bumerang dalam menangani pembalapnya seperti: Lorenzo, Pedrosa, dan Zarco …

  • Jorge Lorenzo ke Yamaha… Yamaha adalah rival abadi Honda, Yamaha semakin kuat..
  • Dani Pedrosa ke KTM… KTM kini melejit dan akan merecoki Honda dikemudian hari… Marquez cedera kalau ada Dani Pedrosa mungkin bisa mendingan, atau jika dia menjadi tes rider Repsol dia bisa melakukan lebih baik dari KTM yang baru dikenalnya..
  • Johann Zarco ke Ducati… Ducati kini adalah lawan kuat Honda ..

Apakah semua ini kedepan akan benar-benar terbukti menjadi batu sandungan tim Honda musim ini? .. Hanya aspal dan karet bundar yang tahu…

Trending Artikel Minggu Ini ( TOP 10):

  1. Dengan Motor Honda Valentino Rossi Menang Mudah
  2. Ibarat Ada Pelangi Setelah Hujan, Namun Pelangi Lorenzo dan Pedrosa Berbeda Haluan!
  3. Manuver Yamaha Mengejutkan Valentino Rossi dan Pembalap MotoGP
  4. Wah, Ternyata Kepala Mekanik Quartararo Seorang Pakar Elektronik dan Bos Perusahaan ECU!
  5. Jika Valentino Rossi di Satelit Petronas Gajinya Bagaimana?
  6. Ducati dan Honda Menangis, Ban Michelin Menguntungkan Yamaha dan Suzuki Tahun Ini
  7. Bau Aneh Mesin Suzuki GSX-RR 2020 di Sepang, Engine Berlapis Keramik?
  8. MV Agusta Sambut MotoGP 2020 dengan 3 Fairing dan Suspensi Baru
  9. Petronas Tertarik dengan Valentino Rossi dan Tim VR46, Menjadi Sponsor MotoGP-Moto2-Moto3
  10. Siapa Sebenarnya yang Tercepat di Sepang? Ternyata Bukan Quartararo!

3 Comments

  1. Hahaha paradox apaan? Paradox mana sama yg buang lord hohe, zarco dan hampir buang neng vina, sambil mempertahankan pembalap sunmori?
    Malah harusnya tim lain makasih ke puig. Dg dilepas nya lord hohe kembali ke habitat aslinya, yamaha jadi punya kesempatan bersaing tahun ini. Dani juga, biar ga mbulet di hrc terus, jadi bagi2 ilmu ke ktm.
    Zarco? Pada liat tes sepang kemaren kan? Hahaha.

  2. te ente benci ma puiq apa sayang neeh, era motog saat ini mungkin HRC lebih mengambil keputusan berdasarkan data yg ada, saat ini Team repsol bekerja berdasarkan data, mereka membiasakan diri untuk tidak baper,,hehe kite yg baper te…hahaha

Leave a Reply