LCGC Tahap Dua Tetap Dilanjutkan Walau Pasar Menurun

(Foto: viva)

RiderTua Mobil – Segmen LCGC (Low Cost Green Car) atau KBH2 (Kendaraan Bermotor Hemat Bahan Bakar dan Harga Terjangkau) berjalan cukup baik hingga kini. Bahkan, segmen ini berhasil menjual hingga ratusan ribu unit mobil tiap tahunnya. LCGC tahap dua tetap dilanjutkan walau pasar menurun.

Baca juga: LCGC Sumbang Investasi Rp 20 Triliun Setelah 5 Tahun Berjalan
datsun go+ vs toyota calya-daihatsu sigra
(Foto: CarSpiritPK) datsun go+ vs toyota calya-daihatsu sigra

LCGC Tahap Dua Tetap Dilanjutkan Walau Pasar Menurun

Namun, LCGC mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Entah apa yang menyebabkan terjadinya penurunan ini. Kemungkinan pasar LCGC sedang tergeser oleh segmen lainnya, seperti MPV dan SUV.

Meskipun begitu, pemerintah akan tetap melanjutkan program mobil murah ini. Tahap kedua program masih belum dirumuskan. Tetapi ada yang menyebut kalau di tahap ini mobil LCGC akan dikenakan PPnBM sebesar 3 persen. Lalu konsumsi bahan bakarnya harus 23 liter/km.

Dengan kenaikan PPnBM ini, membuat harga LCGC menjadi semakin mahal. Walau sepertinya itu tidak menjadi masalah bagi produsen mobil. Mengingat kontribusi segmen ini di pasar otomotif Indonesia mencapai 20 persen.

datsun go cvt 2018
(Foto: Liputan6.com) datsun go cvt 2018

Produsen mobil tetap optimis dengan mobil LCGC-nya, walau harus bersaing dengan segmen lainnya yang memiliki image kuat di pasar. Bahkan, masih dianggap kompetitif dengan rival dari kelas lain.

Selain dari penurunan pasar, kebanyakan mobil LCGC belum mendapat facelift. Terakhir Honda Brio Satya mendapat facelift di tahun 2018. Mungkin mobil lainnya akan menyusul, jika produsen mobil masih menaruh perhatian terhadap produk andalannya ini.

Referensi: Detik.com (16/08/2019)

Be the first to comment

Leave a Reply