
RiderTua MotoGP – Tim garputala sejak 2017 hanya meraih enam kemenangan dalam dua setengah musim, dimana anehnya momen itu bertepatan dengan kepergian Jorge Lorenzo ke Ducati. Sebagai contoh, pada 2016 mereka mencapai enam kemenangan yang sama. Yamaha dalam beberapa tahun terakhir mengalami krisis teknis yang terbilang akut untuk tim papan atas. Tim Iwata khususnya menderita dalam dua tahun ini dari sudut pandang elektronik yang tidak mampu meracik sebuah mesin yang selevel dengan rival kuat mereke Honda dan Ducati. Menurut Lin Jarvis : Yamaha tersesat setelah ditinggal Lorenzo ke Ducati !
Yamaha Tersesat Setelah Ditinggal Lorenzo ke Ducati !

Seperti dilaporkan oleh Motorsport.com Lin Jarvis mengatakan perihal krisis Yamaha ini. “Ketika Jorge pergi, kami tersesat, tetapi bukan karena dia pergi. Hal yang menciptakan kesulitan terbesar adalah pengenalan unit kontrol tunggal (Magneti Marelli ). Tahun 2016 tidak buruk karena tim yang lain juga masih adaptasi dengan perangkat itu, tetapi pada tahun 2017 kami tumbang dan kami tidak pulih lagi ”.

Setahun kemudian ( 2017), Maverick Viñales melakukan debut besar di Yamaha dengan dua kemenangan dalam dua seri pertama (Qatar dan Argentina 2017), tetapi kemudian memudar… Terpuruk juga di barisan tengah bahkan lebih terbelakang, berhenti untuk memperjuangkan gelar setiap musim.
Yamaha Meremehkan Dampak ECU
Orang nomor satu di Yamaha itu kemudian melanjutkan bahwa dampak masuknya ECU, IMU ( Inertial Management Unit) khususnya perangkat lunak itu lebih besar daripada kepergian Jorge. Tim Jepang itu meremehkan efek dari perubahan ini dan tim garputala membayar mahal akibat meremehkannya, itulah yang sebenarnya menyerang Yamaha.
Singkatnya, Lin Jarvis menunjuk jari ke penyeragaman unit tunggal Magneti Marelli sebagai biang terpuruknya Yamaha. Bahkan, Valentino Rossi telah berulang kali menjelaskan bahwa M1 menderita dari sisi elektronik. Bukan kebetulan, bahwa sejak tahun lalu Yamaha telah meminjam teknisi khusus ECU dari divisi Yamaha SBK untuk mengurusnya.
Senin lalu, Yamaha menurunkan motor barunya di Brno. Dan pembalap Yamaha tampaknya tidak terlalu berharap dengan mesin baru untuk tahun 2020 itu. Rossi mengatakan motor masih “kekurangan power”. Sementara Viñales percaya bahwa “itu adalah langkah kecil”, karena perbedaannya tidak terlalu jauh dengan M1 lama. Apakah Yamaha masih akan berlanjut tertinggal dalam pengembangan motor dan kalah dalam hal mesin dari Honda dan Ducati ?






Perangkat elekteronik selalu jd kambing hitam, rasanya mustahil pabrikan sekelas yamaha dari 2016 sampai sekarang insinyur² nya ga bisa nyelesaiin masalah elektronik,sekelas suzuku aja ga pernah ngeluhin elektronik,merek sedikit bicara tp banyak kerja,..
Jangan² nanti yamaha jg bakal kalah dari KTM dan aprilia nih…