Baterai Mobil Listrik Menjadi Permasalahan HAM ?

(Foto independent co uk)

RiderTua Mobil – Mobil listrik menjadi solusi untuk mengatasi semakin mengkhawatirkannya kualitas udara di dunia. Saat ini, mobil listrik sudah banyak dijual di beberapa negara di Eropa dan Amerika. Untuk Indonesia mungkin masih secara bertahap. Baterai mobil listrik menjadi permasalahan HAM.

Baca juga: Ada Mobil Listrik yang Mau Dibawa Mitsubishi ke Indonesia

Baterai Mobil Listrik Menjadi Permasalahan HAM ?

Kini banyak produsen mobil yang berlomba-lomba membuat mobil listrik. Dari mobil penumpang sampai truk listrik. Walau masih dalam tahap pengembangan dan kebanyakan baru dijual pada tahun-tahun mendatang.

Meskipun mendapat respon positif, mobil listrik menjadi perdebatan oleh pihak Amnesty International. Hal ini menyangkut salah satu komponen baterai lithium-ion, yang dianggap melanggar HAM (hak asasi manusia). Kok bisa?

Amnesty International mengatakan bahwa penambang kobalt, yang merupakan bahan baterai, di Kongo terdapat anak-anak terlibat di dalamnya. Mirisnya lagi, mereka bekerja tanpa menggunakan pengamanan apapun. Padahal kobalt bisa beresiko terhadap kesehatan.

Pertambangan kobalt disana merupakan salah satu pemasok bahan baterai di seluruh dunia. Sementara itu, banyaknya tambang lithium di Argentina berdampak pada sumber air disana.

Tak hanya itu, Amnesty International menghimbau kepada para produsen yang menggunakan baterai untuk bisa mengolah kembali limbah baterai. Karena jika tidak dibuang sembarangan, maka dapat mencemari tanah, air, dan udara.

Be the first to comment

Leave a Reply