Bedah Teknologi : Torque Arm, Teknologi ‘Kuno’ Yang Digunakan Lagi oleh Ducati !

RiderTua MotoGP – Torque Arm, Teknologi ‘Kuno’ yang digunakan lagi oleh Ducati. Inovasi tiada henti dilakukan Ducati untuk motor prototipe-nya. Tim merah terkenal karena terobosan tekonologi yang jarang digunakan oleh tim lain, bahkan sering diikuti. Tim Italia getol bereksperimen dan berinovasi dan kadang-kadang mengambil solusi lama yang sudah pernah dipakai di masa lalu. Budaya ini tumbuh subur sejak Gigi Dall’Igna mengambil alih sebagai kepala Ducati Corse, departemen balap pabrik Bologna.

Torque Arm Teknologi ‘Kuno’ yang digunakan lagi oleh Ducati

Munculnya Torque Arm pada Ducati GP19 saat tes Jerez pada November tahun lalu adalah contoh lain dari pemikiran seperti ini dari Dall’Igna. Sebuah ide yang dulunya merupakan hakl yang dipakai secara umum dalam balap motor pada tahun 1970-an dan awal 1980-an Kemudian menghilang tak lama kemudian. Mengapa Ducati mengembalikan ide itu lagi? Apa yang mereka coba capai?

Pendapat Jack Miller

Ternyata alat lama tapi baru ini mendapat komentar dari pembalap baru Pramac Ducati, Jack Miller. Namun sensai pertama dia sepertinya masih kabur dan belum yakin… “Pasti ada beberapa positif dan negatif untuk itu, dan seperti saya katakan, saya pikir kita harus memeriksanya kembali. Tampaknya sedikit lebih stabil untuk rem belakang, dan hal-hal seperti itu. Tapi itu akan memakan waktu untuk benar-benar mengembangkannya, karena pada saat ini, masa dalam tahap yang sangat dini.” kata Jack Miller dari Pramac Ducati.

Danilo Petrucci : Perbedaannya sangat kecil..

Senada dengan Miller pembalap tim pabrikan Ducati, Danilo Petrucci juga sama ambigunya. Torque Arm bisa disebut sebagai peningkatan, namun dia enggan untuk menjelaskan lebih detail. “Itu ( Torque Arm) sedikit banyak perbaikan, tetapi ada perbedaan yang sangat- sangat kecil. Saya pikir Gigi tidak suka mengubah banyak hal. Dia selalu ingin mencoba bagian-bagian baru untuk memastikan apakah itu berfungsi atau tidak, tetapi selalu dengan perubahan yang sangat sedikit bukan bertujuan untuk evolusi. Namun harus melampaui batas untuk merasakan perbedaan.” katanya

Pendapat teknisi Peter Bom

Adalah Peter Bom, kepala kru juara dunia Danny Kent dan Stefan Bradl. Pendapatnya mengenai Torque Arm sangat menarik untuk disimak. Seorang dengan latar belakang teknis Peter Bom tahu ‘alat torsi’ yang dulu pernah digunakan, dan gagasan apa yang coba dicapai oleh Ducati dengan membawa alat itu kembali untuk 2019.

“Desainer menggunakan konstruksi ini di masa lalu karena membantu mencegah roda belakang memantul atau menghentak. Hal itu kadang-kadang bisa terjadi secara tiba-tiba. Saat pembalap menggunakan rem belakang dengan kuat di trek lurus.”

Namun menurutnya lagi saat ini suspensi yang lebih baik akhirnya memperbaiki masalah itu. Perkembangan di sektor suspensi belakang membantu menyelesaikan masalah itu. Pegas bagian paling atas adalah langkah maju yang besar dalam hal itu. Pegas keluar atas dengan pegas kecil yang digunakan untuk meredam benturan ketika goncangan atau garpu depan mencapai ekstensi maksimum. Artinya alat itu sudah tidak digunakan lagi karena kemajuan di sektor suspensi. Namun pasti ada alasan kenapa Ducati memakainya kembali lengan torsi (Torque Arm) itu bukan..?

 

Alasan Ducati gunakan kembali Torque Arm…

Dan ternyata menurut Peter Bom alasan Ducati untuk gunakan kembali Torque Arm berbeda, Peter Bom menjelaskan bahwa akibat dari torsi adalah mengangkat suspensi belakang. Tetapi tidak dengan ban belakang yang didorong ke aspal dengan kekuatan yang lebih besar. Lebih dari itu bagian belakang sepeda motor akan didorong ke atas. Itu adalah sesuatu yang tidak benar-benar diinginkan oleh pembalap ketika mengerem di trek lurus.

Be the first to comment

Leave a Reply