Mobil Karya Anak Bangsa Ini Tidak Laku di IIMS 2018

Fin-Komodo
(Foto: Carvaganza.com) Fin-Komodo

RiderTua Mobil – Jika saat gelaran pameran otomotif IIMS 2018 para produsen mobil atau motor dari luar sono ‘panen raya’ namun nasib kurang beruntung dialami mobil hasil karya anak bangsa Indonesia. Mobil karya anak bangsa ini tidak laku di IIMS 2018. Sungguh miris !

Baca juga: Pameran Otomotif IIMS 2018 Sudah Berakhir

Fin Komodo

Dialah Fin Komodo. Fin Komodo adalah mobil nasional yang diproduksi oleh PT. Fin Komodo Teknologi. Mobil bergenre off road ini sangat handal digunakan di medan ‘gila’ yang acap kita lihat di pedalamanan Indonesia. Fin Komodo dikategorikan sebagai mobil Buggy.

Mobil ini merupakan kendaraan un-konvensional yang didesain secara khusus untuk digunakan di medan ekstrim bahkan mendaki tebing yang curam dengan kemiringan 45 derajat sekalipun. Mobil ini juga dapat menjangkau daerah-daerah terpencil yang akses jalannya sangat sulit dilalui.

Fin Komodo ini dirancang oleh Bapak Ibnu Susilo yang merupakan salah satu perancang dari pesawat N250. Meski mobil ini 100 persen berasal dari bahan baku dan suku cadang yang diproduksi oleh UKM Indonesia namun jangan disangsikan kualitas dan performanya. Sudah teruji !!

Hanya dengan 20 liter (full tangki) mobil ini sanggup diajak menjelajah hutan selama 4 hari di siang hari. Mobil ini sangat cocok digunakan sebagai kendaraan taktis TNI/POLRI, pertambangan, pengeboran, kehutanan, perkebunan, misi kesehatan di daerah pelosok, penelitian dan lain-lain.

Tak Laku di IIMS 2018

Namun sayang pada gelaran pameran otomotif IIMS 2018, Fin Komodo tidak membukukan penjualan sama sekali. Sungguh disayangkan mobil anak bangsa tidak laku di negeri sendiri.

Dewa Yuniardi selaku Direktur Pemasaran Fin Komodo mengatakan

“Kalau yang tanya-tanya banyak, tetapi tidak ada yang beli selama pameran ini berlangsung. Kalau respon dari pengunjung begitu positif, cuma hanya sekedar bertanya tidak membeli. Meski begitu, kami merasa cukup puas karena direspon baik oleh masyarakat”

 

3 Comments

  1. Karena mobil ini lebih kearah hobi bukan buat transportasi, terus mobil ini diindonesia dilarang dijalankan umum murni untuk off road jadi sang empunya mesti mikro tambahan biaya buat operational

  2. Kenapa sih mesti komodo? Knp bukan kelud? Merbabu? Gajaholeng? Dll yang bercirikhas indonesia? Jgn komodo lah,kurang menjual meski itu khas Indonesia jg..

Leave a Reply