Tanjakan Emen Berubah Nama Menjadi Tanjakan Aman Untuk Buang Sial



kecelakaan-bus-tanjakan-emen
kecelakaan-bus-tanjakan-emen

Mendengar nama Tanjakan Emen pasti yang selalu terbayang pertama kali yaitu tanjakan penuh maut. Bagaimana tidak, tanjakan ini selalu menjadi langganan kecelakaan, dan yang terparah terjadi pada bus Passion seminggu lalu yang menewaskan 27 orang rombongan ibu-ibu dari Tangerang. Tanjakan Emen berubah nama menjadi Tanjakan Aman untuk buang sial, semoga membawa berkah nama baru ini.

Baca juga: Bagaimana Jika Anda Menemui Hewan Ini di Jalan?

Berubah Nama

Emen merupakan nama salah satu korban dari tanjakan ini beberapa tahun silam. Dan sepertinya setelah peristiwa kecelakaan yang menimpa Pak Emen itu, kemudian menjadi cerita horor bagi pengemudi yang melintas disana. Menurut masyarakat setempat harus membunyikan klakson atau membuang puntung rokok yang katanya diberikan untuk Emen jika sedang melintas di tanjakan maut ini.

Ada banyak kisah horor plus cerita berbau mistis mengenai ‘Tanjakan Emen’ ini. Karena semakin banyaknya jumlah kecelakaan yang terjadi, pemerintah memutuskan untuk mengganti namanya menjadi ‘Tanjakan Aman’. Selain itu juga akan memasang beberapa rambu peringatan untuk mengingatkan pengendara dan pengemudi untuk lebih berhati-hati saat melintasi tanjakan maut ini.

Selain penggantian nama, Dinas Pekerjaan Umum Jawa Barat akan membangun jalur penyelamatan khusus untuk kendaraan yang tidak prima alias bermasalah pada mesin ataupun remnya. Kalau untuk penerangan, sebenarnya lampu-lampu jalan dan penerangan jalan umum (PJU) sudah dipasang sejak lama. Tetapi ada beberapa diantaranya yang baterainya raib dibawa orang tak bertanggung jawab sehingga lampunya enggak bisa nyala.

Pemerintah Jawa Barat akan serius menanggapi perubahan pada Tanjakan Aman, dan berharap angka kecelakaan yang terjadi bisa menurun. Juga jangan sampai ada korban berjatuhan kembali.

Mengenai kecelakaan bus Passion, polisi masih menyelidiki kasus ini. Sementara supir dan pemilik bus tersebut ditahan untuk dimintai keterangan lebih lanjut.



Be the first to comment

Leave a Reply