Akibat Penyakit Kronis Langka Jonas Folger Berhenti Membalap ?

Akibat Penyakit Kronis Jonas Folger Berhenti Membalap
Ternyata pembalap Tech3 Yamaha rekan satu tim Johann Zarco ini harus beristirahat untuk waktu yang lebih lama. Itu artinya dia tidak akan bisa membalap musim 2018 ini. Sangat disayangkan sekali penyakit yang dideritanya kambuh saat GP Jepang dan harus kehilangan race di Motegi saat itu. Kemudian di musim 2017 lalu dia harus merelakan tiga seri berikutnya Australia, Malaysia dan Valencia. Apakah akibat penyakit kronis langka Jonas Folger berhenti membalap?

Jonas Folger, Monster Yamaha Tech 3

Penyakit Sindrom Gilbert

Kondisi yang kurang baik pada kesehatannya ini disebut dengan sindrom Gilbert, adalah penyakit genetik atau keturuan dan sangat disayangkan bahwa kondisi yang dialami Jonas Folger ini sudah kronis. Dikarekan hal tersebut maka dengan sangat menyesal rider Tech 3 terpaksa harus mengubur keinginannya untuk bersaing musim ini. Padahal dia adalah rider dengan karir yang cemerlang. Pernah duel yang sangat luar biasa untuk meraih kemenangan di Grand Prix Jerman melawan Marc Marquez. Musim 2017 delapan kali finish di posisi 10 besar.

Pernyataan Jonas Folger

Jonas mengatakan, “Saya sangat sedih untuk mengumumkan ini, tapi saya tidak akan berkompetisi di musim 2018. Aku belum bisa pulih seperti yang saya inginkan dan saat ini saya merasa tidak ingin mengendarai MotoGP. Saya ingin terima kasih banyak kepada yang telah mendukung saya: Monster Yamaha Tech3, Yamaha Jepang, Monster Energy, HJC, IXON, Forma Boots dan Rudy Project. Aku berharap bisa kembali suatu hari nanti. “

Penyakit Sindrom Gilbert Apa itu?

Sindrom Gilbert (juga dikenal sebagai penyakit Gilbert) adalah kelainan genetik dalam metabolisme bilirubin(hubungannya dengan darah) sehingga penderita ini mengalami peningkatan kadar darah (hiperbilirubinemia). Gejala yang dialami adalah Ikterus /jaundice adalah kondisi di mana tubuh memiliki terlalu banyak bilirubin sehingga kulit dan putih mata menjadi kuning. Ditandai dengan beberapa kondisi seperti kelelahan, stres atau infeksi.

Tidak Ada Obatnya !

Penyebabnya adalah dari keturunan /genetik dimana 20 sampai 30% karena aktivitas enzim hati, bilirubin glucuronosyltransferase. Dalam kasus penyakit Gilbert, penghancuran sel darah merah terjadi secara alami (hemolisis) yang menyebabkan pembentukan bilirubin tak terkonjugasi dan akan menumpuk, menyebabkan gejala ikterus. Dan sangat disayangkan penyakit ini kronis dan belum ditemukan obatnya.

Jonas Folger, Monster Yamaha Tech 3

Siapa yang akan menggantikannya?

Kontrak Jonas Folger berakhir hingga tahun 2018. Dan tidak mudah bagi Tech 3 untuk menemukan penggantinya dalam waktu cepat. Mungkin bisa menggunakan rider dari tim Yamaha SBK Katsuyuki Nakasuga, Michael van der Mark atau Alex Lowes. Sulit untuk mendapatkan rekan setim dari Johann Zarco. Dimana tes Sepang dimulai sekitar sepuluh hari lagi. Ada juga pilihan untuk menarik kembali rider yang baru saja terpaksa atau dipaksa untuk meninggalkan MotoGP seperti Loris Baz, Sam Lowes atau Hector Barbera. Namun kemungkinan pola pikir Tim Tech3 untuk 2018 adalah tempat Folger mungkin akan ditempati oleh pembalap yang tidak permanen di MotoGP. Namun memiliki kemampuan bagus dan sudah membuktikannya pada tahun 2017 sebagai test-rider dan pernah ikut dengan fasilitas wild card seperti Michele Pirro, Sylvain Guintoli atau Mika Kallio.

Akibat Penyakit Kronis Jonas Folger Berhenti Membalap

Karirnya Berhenti?

Lalu melihat kondisi penyakitnya apakah dia akan absen lagi membalap di 2019 atau karirnya akan berhenti selamanya? Kita lihat saja perkembangannya ke depan. Namun jika melihat ini berhubungan dengan kesehatan dan rider MotoGP adalah olah raga beresiko tinggi, maka sangat sulit bagi Folger untuk kembali setelah kontraknya berakhir. Atau ada sebuah keajaiban?

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*