Home MotoGP Fabio di Giannantonio: Harus Berdoa Bukan untuk Hasil yang Bagus, Tapi Agar...

    Fabio di Giannantonio: Harus Berdoa Bukan untuk Hasil yang Bagus, Tapi Agar Selamat di Tikungan Pertama

    Fabio Di Giannantonio
    Fabio Di Giannantonio

    RiderTua.com – Pasca insiden crash massal di tikungan pertama Balaton Park, Fabio di Giannantonio mendesak MotoGP untuk mengambil tindakan yang lebih tegas. Ini merupakan insiden kedua setelah GP Catalunya yang bahkan harus dilakukan 3 kali start. Dan apesnya, Diggia menjadi salah satu korban dari dua insiden tersebut meski tidak mengalami cedera serius.

    Sesaat usai start, Jorge Martin kehilangan kendali atas motornya saat pengereman lalu menabrakn rekan setimnya Marco Bezzecchi yang kemudian menyeret Fermin Aldeguer, Raul Fernandez, dan juga Di Giannantonio ikut terjatuh. Namun hanya Diggia yang bisa lanjut balapan karena jatuhnya tidak terlalu keras. Meski sempat berada di posisi paling belakang, rider VR46 Ducati itu terus mengejar ketertinggalan dan menyalip beberapa pembalap. Pada akhirnya Diggia finis di posisi ke-12 dengan mencetak 3 poin.

    Fabio di Giannantonio: Harus Berdoa Bukan untuk Hasil yang Bagus, Tapi Agar Selamat di Tikungan Pertama

    Jorge Martin Crash Hungaria
    Jorge Martin Crash Hungaria

    Berbeda dengan crash yang terjadi di Barcelona yang menyebabkan Alex Marquez dan Johann Zarco cedera parah, kali ini tidak ada pembalap yang cedera hanya menderita memar-memar saja. Jorge Martin kemudian dijatuhi double long-lap penalti untuk GP Brno dua pekan lagi, karena menjadi pemicu insiden tersebut.

    Fabio di Giannantonio mengatakan, “Pertama saya harap semua pembalap selamat, itu yang terpenting. Tapi tentu saja, apa pun yang terjadi pada Jorge, ini harus dihindari. Kita terlalu sering mengambil risiko dengan terjatuh atau kehilangan kendali, bukan hanya pada diri sendiri, tapi juga membahayakan nyawa pembalap lain. Hari ini bisa saja jauh lebih buruk.”

    Diggia menegaskan bahwa hal ini tidak bisa terus dibiarkan. “Ini sama sekali tidak baik untuk olahraga kita dan juga untuk hidup kita. Kalau dengan hukuman yang tepat kita tidak juga bisa memahami, maka harus dengan hukuman yang lebih berat. Ini gila, saya harus berdoa sebelum balapan bukan untuk balapan yang bagus, tetapi agar selamat setelah tikungan pertama. Menurutku ini benar-benar gila,” tegas rider asal Roma itu.

    Konten promosi pihak ketiga – hasil dapat berbeda untuk setiap individu.
    MotoGP Crash Hungaria 2026
    MotoGP Crash Hungaria 2026

    Pentingnya posisi di tikungan pertama sangat penting dalam beberapa tahun belakangan, karena kesulitan menempel ketat pembalap lain akibat ban yang terlalu panas dan udara kotor (dirty air) aerodinamika.

    “Bisa jadi karena alasan apa pun. Saya tidak peduli. Saya hanya ingin balapan, saya ingin bertarung untuk memperebutkan posisi saya, tetapi saya juga ingin pulang dengan selamat. Dan saat ini, saya rasa kita mengalami hal-hal ‘gila’ di start dalam beberapa tahun terakhir. Saya selalu mengatakan, dan itu juga berlaku bagi saya jika saya melakukan hal seperti itu, manuver itu sama sekali tidak dapat diterima,” tegas Diggia.

    BTW, MotoGP sedang mempertimbangkan perubahan format start dari 3 pembalap per baris di grid menjadi 2-2 seperti di Formula 1. Langkah ini diambil untuk meningkatkan keselamatan saat start.

    Diggia yakin dengan jarak yang lebih lebar maka bisa mengurangi risiko yang berlebihan. “Jelas, kami sangat berdekatan di tikungan pertama. Dan jika seorang pembalap mengambil risiko besar, maka keuntungannya juga sangat besar saat ini. Jika kita tiba di tikungan pertama dengan jarak yang jauh lebih besar di antara pembalap, maka kita mengambil risiko besar hanya untuk dua posisi. Mungkin itu tidak sepadan. Dan mungkin kita tidak akan melakukannya. Jadi apa pun yang diperlukan untuk menciptakan ruang, tentu saja itu yang terbaik,” jelas rider berusia 27 tahun itu.

    Fabio Di Giannantonio 1
    Fabio Di Giannantonio

    Ketika ditanya soal karakter tikungan pertama di Barcelona dan Balaton, Diggia mengakui bahwa beberapa sirkuit memang berbahaya di fase start karena pembalap masuk tikungan dengan kecepatan tinggi. Namun dia tetap yakin sebenarnya para pembalap mampu mengendalikan situasi karena mereka adalah pembalap terbaik di dunia. “Tetapi kalau kita tidak dapat mengatasinya sendiri, lebih banyak ruang lebih atau pengaturan grid yang lebih baik, tentu saja akan membantu,” tegasnya.

    Meski jari tanganya sakit usai tertimpa ban Alex Marquez yang lepas, Diggia masih bisa memenangkan balapan dengan luar biasa di Catalunya. Penampilannya di Balaton Park juga mengesankan meski sempat terjatuh.

    “Jika kita melihat balapan hanya setelah lap kedua, itu adalah balapan yang bagus. Saya sempat kesulitan di beberapa lap pertama karena saya merasa mual setelah crash itu. Tapi race pace saya sangat bagus. Setelah lap kedua, saya tertinggal 20 detik dari Marc Marquez dan di akhir tertinggal 28 detik. Jadi, itu artinya podium kemungkinan bisa diraih karena Pecco Bagnaia finis 11 detik di belakang pemenang (finis ke-3),” pungkas Diggia.

    Hasil tersebut membuat Diggia bertahan di peringkat 3 dalam klasemen tertinggal 42 poin dari pemimpin klasemen Marco Bezzecchi dan hanya unggul 6 poin atas Pedro Acosta (KTM) yang berada di peringkat 4.

    © ridertua.com

    Konten promosi pihak ketiga – hasil dapat berbeda untuk setiap individu....

    TINGGALKAN BALASAN

    Silakan masukkan komentar Anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini