Home MotoGP Kepala Pemasaran Ducati: Setelah Valentino Rossi, Marc Marquez Pembalap dengan Jumlah Follower...

    Kepala Pemasaran Ducati: Setelah Valentino Rossi, Marc Marquez Pembalap dengan Jumlah Follower Terbanyak di Media Sosial

    Valentino Rossi - Marc Marquez
    Valentino-Rossi - Marc-Marquez

    RiderTua.com – Setelah Valentino Rossi, Marc Marquez adalah pembalap dengan jumlah follower terbanyak di media sosial.. Patrizia Cianetti (Direktur Pemasaran dan Komunikasi Ducati Motor Holding) mengatakan bahwa dalam 100 tahun meramaikan dunia otomotif, Ducati selalu berpegang teguh pada 3 nilai utama yang mencerminkan filosofi mereka.

    “Kami selalu berpegang pada gaya (style), kecanggihan(sophistication), dan performa (performance). Performa berarti kecintaan pada balapan, hasil, dan olahraga. Semangat kompetitif itu mendorong perusahaan untuk terus berinovasi dan kemudian menerapkan semua teknologi tersebut ke sepeda motor produksi,” jelasnya.

    Informasi resmi jadwal pameran, tiket, daftar lengkap peserta dapat diakses melalui situs resmi GIIAS disini 👇 Official Media Partner GIIAS 2026 - Ridertua
    Daftar Isi

    Kepala Pemasaran Ducati: Setelah Valentino Rossi, Marc Marquez Pembalap dengan Jumlah Follower Terbanyak di Media Sosial

    Valentino Rossi - Marc Marquez
    Valentino Rossi – Marc Marquez

    Patrizia Cianetti menambahkan, “Kecanggihan Ducati dalam menemukan solusi yang berbeda, benar-benar memberi nilai plus bagi para konsumen. Sebagai contoh, sistem penggerak katup desmodromik yang menjadi ciri khas Ducati, serta berbagai inovasi teknologi terbaru yang selalu menawarkan sesuatu yang berbeda dibandingkan rivalnya.”

    “Gaya bukan hanya soal desain motor ikonik seperti Monster atau Ducati 916, tapi juga mewakili cara hidup khas Italia yaitu menikmati keindahan, kebersamaan, dan kecintaan terhadap sepeda motor. Semua ini ditopang oleh dua elemen fundamental yakni sejarah panjang Ducati sebagai merek yang berusia seabad, semangat dan gairah mendalam yang dibangkitkan Ducati pada para penggemarnya,” imbuhnya.

    Cianetti menegaskan bahwa kesuksesan Ducati saat ini tidak lepas dari dunia balap. Divisi balap Ducati Corse juga tidak pernah diperlakukan sebagai bagian yang terpisah dari perusahaan, melainkan sebagai bagian integral dari perusahaan itu sendiri.

    Marc Marquez - Valentino Rossi
    Marc Marquez – Valentino Rossi

    “Ketika memasuki kantor pusat kami di Borgo Panigale, akan terlihat bahwa Ducati Corse adalah bagian dari area kantor. Divisi balap benar-benar terintegrasi ke dalam perusahaan, ini bukan berdiri sendiri seperti di beberapa pabrikan lain. Pada Senin pagi pasca balapan, cukup berjalan menyusuri koridor dan melihat wajah para karyawan, kami langsung tahu bagaimana hasil balapan akhir pekan itu,” tegas sarjana ‘Computer Engineering’ dari University of Bologna itu sambil tertawa.

    Dia menambahkan, “Kami adalah penggemar pertama Ducati. Untungnya, dalam beberapa tahun terakhir suasana di kantor selalu penuh kebahagiaan. Kami sedang menikmati periode yang fantastis, mungkin yang terbaik dalam sejarah kami. Kami berada dalam kondisi terbaik berkat hasil-hasil di lintasan. Tetapi yang paling penting adalah dukungan penuh dari para konsumen kami.”

    Pada 2024, Jorge Martin memenangkan gelar dunia untuk Ducati tapi bukan bersama tim pabrikan melainkan dengan tim satelit (Pramac). Kemudian gelar tersebut dibawa ke tim pabrikan rival mereka Aprilia pada 2025. Meski begitu, Cianetti menegaskan bahwa gelar itu tetap milik Ducati. “Bagi kami, jelas itu merupakan kemenangan bagi perusahaan,” tegasnya.

    Wanita yang menjabat sebagai Marketing Director of Ducati Motor Holding sejak 2014 itu menegaskan bahwa pada 2024 Martin adalah pembalap resmi Ducati karena di membalap dengan menunggangi motor yang plek-ketiplek sama dengan Pecco Bagnaia. “Banyak orang yang menilai bahwa tim pabrikan kalah dari tim satelit, tetapi Jorge adalah pembalap resmi Ducati dan mengendarai motor yang sama. Bagi kami, itu adalah kebanggaan yang yang luar biasa,” imbuh Cianetti.

    Pamor Ducati Naik Berkat Para Pembalap dan Para Penggemarnya

    Casey Stoner - Pecco Bagnaia
    Casey Stoner – Pecco Bagnaia

    Dalam 100 tahun sejarah Ducati, pabrikan asal Bologna itu pernah diperkuat beberapa pembalap top di MotoGP. Saat Patrizia Cianetti ditanya, siapa pembalap yang punya pengaruh besar dalam mendongkrak ‘pamor’ Ducati?

    “Saya akan mengatakan Casey Stoner, Troy Bayliss, Pecco Bagnaia, dan Marc Marquez. Masing-masing mewakili era yang berbeda. Khusus Bayliss, dia tetap menjadi idola pada Ducatisti. Dia menarik hati para Ducatisti dengan cara yang luar biasa, tulus, dan apa adanya. Begitu juga dengan Carl Fogarty dan Loris Capirossi (pembalap pertama yang meraih kemenangan untuk Ducati). Bakat alami Casey Stoner sukses mengantarkan kami memenangkan juara dunia MotoGP pertama (2007). Dia adalah pribadi yang cukup rumit tetapi memiliki bakat murni,” jawab Cianetti.

    Cianetti secara khusus memuji Marc Marquez, yang menurutnya pengaruh The Baby Alien berbeda dari pembalap lain karena dia sudah ‘go internasional’. “Marc adalah sosok yang benar-benar patut diperhitungkan. Setelah Valentino Rossi, saya rasa dia adalah pembalap dengan jumlah follower terbanyak di media sosial di seluruh dunia. Dia memiliki profil ‘internasional’ yang sesungguhnya dan fans base yang sangat besar,” tegasnya.

    Cianetti menambahkan, “Marc adalah seorang profesional yang luar biasa dalam urusan pemasaran dan komunikasi. Dia selalu tepat waktu, teliti, dan benar-benar ‘bintang’ di depan kamera. Dia adalah pembalap yang sepenuhnya sadar akan besarnya kekuatan komunikasi yang dimilikinya.”

    Pecco Bagnaia
    Pecco Bagnaia

    Ketika Cianetti ditanya, pembalap mana yang paling membuatnya terkesan secara pribadi? “Mungkin Pecco, tetapi juga Troy Bayliss. Seolah-olah mereka berdua adalah penggemar Ducati sebelum menjadi pembalap. Jika saya harus memilih 3 maka saya akan menjawab Marc, Pecco, dan Troy, masing-masing karena alasan yang berbeda. Troy mewakili keaslian murni, Pecco berada di antara keduanya dan sangat memahami gaya komunikasi modern dan media sosial, sementara Marc sepenuhnya menyadari betapa besarnya pengaruh dan nilai dari citranya di mata publik,” jawabnya sambil tersenyum.

    Ajang ‘World Ducati Week’ yang digelar di Misano beberapa waktu yang lalu diikuti 118.000 peserta dari 94 negara, sebuah rekor yang luar biasa untuk pabrikan asal Italia tersebut. Cianetti mengakui bahwa menyelenggarakan acara sebesar ini jelas bukanlah pekerjaan yang mudah, apalagi tim yang mengerjakannya hanya terdiri dari 40 orang.

    “Acara seperti ini hanya bisa diselenggarakan jika benar-benar dilakukan dengan sepenuh hati. Karena tanpa semangat dan antusiasisme, itu mustahil dilakukan. Kami mulai mempersiapkan acara ini 1,5 tahun yang lalu. Bahkan penentuan tanggalnya kami negosiasikan dengan Dorna dan Liberty Media 2 tahun sebelumnya,” ungkap Cianetti.

    “Pekerjaan ini memang sangat melelahkan. Meski kami harus sering begadang, tetapi kami senang melakukannya. Pengorbanan itu sepenuhnya terbayar ketika kami melihat semangat para penggemar mulai dari anak-anak hingga kakek-nenek yang datang untuk merayakan ultah 100 tahun Ducati. Semangat itulah sumber inspirasi terbesar bagi kami,” pungkas Patrizia Cianetti.

    © ridertua.com

    TINGGALKAN BALASAN

    Silakan masukkan komentar Anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini