Home MotoGP Mick Doohan: Saya Tidak Tahu Apa yang Terjadi Pada Pecco Bagnaia, Apa...

    Mick Doohan: Saya Tidak Tahu Apa yang Terjadi Pada Pecco Bagnaia, Apa Karena Motor atau Karena Kedatangan Marc Marquez

    Mick Doohan - Pecco Bagnaia
    Mick Doohan - Pecco Bagnaia

    RiderTua.com – Buat Bro-Sis yang nongkrong di RiderTua. Mick Doohan mendominasi Kejuaraan Dunia Balap Motor di kelas 500cc mulai dari 1994 hingga 1998. Dia berhasil 5 kali menjadi juara dunia berturut-turut, tapi kemudian mengalami crash serius di GP Jerez pada 1999. Rider asal Australia itu menderita banyak cedera, yang akhirnya memaksanya pensiun dari balap motor. Doohan meninggalkan masa kejayaannya, masa-masa ketika pembalap harus mampu menjinakkan ‘roket’ 2-tak yang sulit dikendalikan dan belum menggunakan bantuan elektronik.

    Perbedaan teknis antara era MotoGP 1000cc saat ini dan era 500cc sangat besar. Motor 1000cc 4-tak yang memiliki power lebih dari 300 hp dilengkapi dengan berbagai teknologi seperti elektronik, aerodinamika, dan ride height device (sistem pengaturan ketinggian). Sedangkan motor 500cc kala itu masih ‘polos’ atau belum memakai teknologi yang kini banyak membantu pembalap.

    Mick Doohan: Saya Tidak Tahu Apa yang Terjadi Pada Pecco Bagnaia, Apa Karena Motor atau Karena Kedatangan Marc Marquez

    valentino rossi - mick doohan
    Valentino Rossi – Mick Doohan

    Apa pendapat Mick Doohan tentang pembalap generasi sekarang? “Selalu ada generasi baru. Saya orang tua dari generasi sebelumnya. Setiap generasi berbeda, tetapi saya tetap mencintai MotoGP. Kita selalu dapat mempertanyakan aturan, seperti yang terjadi di masa lalu dan akan tetap terjadi di masa depan. Saat ini ada pembalap dominan dengan motor dominan. Sekarang alat bantu mungkin membantu pembalap untuk berada di depan, tetapi secara umum tetap sama seperti dulu,” jawabnya.

    Konten promosi pihak ketiga – hasil dapat berbeda untuk setiap individu.

    Doohan melanjutkan, “Dalam balapan, biasanya hanya ada 2 atau 3 pembalap yang bisa menang. Sejak dulu kualifikasi selalu seru, tetapi pada akhirnya semuanya bergantung pada balapan dan motor. Dengan aerodinamika, semuanya menjadi sedikit lebih sulit. Dan itulah satu-satunya hal yang saya pikirkan, apakah kita benar-benar membutuhkannya atau tidak. Atau, apakah sebaiknya kita kembali seperti dulu. Tetapi kita telah melihat pembalap seperti Marc Marquez atau Valentino Rossi di masanya, yang mampu bangkit lalu merangsek maju meski start dari belakang grid atau setelah start yang buruk. Sekarang hal itu menjadi lebih sulit dilakukan.”

    Pecco Bagnaia
    Pecco Bagnaia

    Apakah ada pembalap yang mengingatkan Doohan pada dirinya sendiri? “Jujur, saya bahkan tidak berpikir ada orang yang akan menjadi Mick Doohan yang baru. Setiap orang berbeda, dan akan tidak sopan jika saya mengatakan bahwa dia mengingatkan saya pada diri saya sendiri,” tegas mantan pembalap yang saat ini berusia 60 tahun itu.

    Doohan menambahkan, “Marco Bezzecchi melakukan pekerjaan yang luar biasa dengan Aprilia. Jorge Martin tampil spektakuler meskipun mengalami cedera. Luca Marini dengan Honda juga membuat saya terkesan, mungkin bahkan mengejutkan dirinya sendiri setelah dia pindah dari Ducati di tim milik kakaknya ke Honda yang berada dalam situasi sulit.”

    “Saya tidak tahu apa yang terjadi dengan Pecco Bagnaia, tetapi dia memiliki bakat luar biasa dan saya tidak meragukannya. Saya tidak tahu, apakah itu karena motor atau karena kedatangan Marc Marquez ke tim. Tetapi kita tidak dapat menyangkal, betapa dominannya dia dalam 2 musim tatkala dia memenangkan gelar dunia,” pungkas pembalap yang menunggangi motor NSR 500 itu.

    Marc Marquez - Pecco Bagnaia 2026
    Marc Marquez – Pecco Bagnaia 2026

    © ridertua.com

    Konten promosi pihak ketiga – hasil dapat berbeda untuk setiap individu....

    TINGGALKAN BALASAN

    Silakan masukkan komentar Anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini