Home MotoGP Valentino Rossi: Ban Belakang Pecco Sangat Cepat Aus Jadi Dia Lebih Lambat...

    Valentino Rossi: Ban Belakang Pecco Sangat Cepat Aus Jadi Dia Lebih Lambat di Lap-lap Terakhir

    Pecco Bagnaia
    Pecco Bagnaia

    RiderTua.com – Langsung aja ya Bro, ada berita hangat buat pembaca RiderTua. Valentino Rossi menyoroti kesulitan yang menimpa muridnya Pecco Bagnaia. Meskipun feelnya pada bagian depan motor membaik, namun pembalap Ducati Lenovo itu masih mengalami masalah dengan grip ban belakang yang terus berlanjut hingga musim 2026.

    “Tahukah kamu apa masalah terbesar Pecco? Ban belakangnya sangat cepat aus. Pada lap-lap terakhir, Pecco lebih lambat. Padahal pada 2024 dia sangat kuat pada lap-lap terakhir,” ujar Rossi saat mengobrol dengan Jorge Lorenzo dan Dani Pedrosa di Misano..

    Valentino Rossi: Ban Belakang Pecco Sangat Cepat Aus Jadi Dia Lebih Lambat di Lap-lap Terakhir

    Valentino Rossi
    Valentino Rossi

    Masalah ini juga terjadi di COTA sekitar dua pekan lalu, ketika Pecco Bagnaia kehilangan kemenangan dalam sprint race setelah dikejar dan disalip Jorge Martin (Aprilia) di lap terakhir. Martin adalah satu-satunya pembalap yang memilih ban belakang medium, sementara pembalap lain memakai ban soft. Itu bukan hanya strategi ban, penurunan performa Pecco juga menjadi faktor utama kekalahannya.

    Konten promosi pihak ketiga – hasil dapat berbeda untuk setiap individu.

    Pada lap ke-17 dari 19 lap, Pecco lebih lambat bukan hanya dari Martin tetapi juga dari Pedro Acosta, Joan Mir, Enea Bastianini, Luca Marini, Raul Fernandez, Ai Ogura, Johann Zarco, Brad Binder, dan bahkan rekan setimnya Marc Marquez yang mengendarai motor rusak di belakang.

    Pada race utama Pecco memutuskan menggunakan ban medium, namun tetap saja dia kesulitan. Rider asal Turin Italia itu bahkan merosot dari posisi ke-5 turun ke-10 di lap-lap terakhir. “Bahkan saya tidak memaksa motor, ban belakang tetap cepat aus. Dua lap terakhir saya benar-benar berada di batas maksimal, bahkan berisiko mengalami crash hanya dengan miring ke sisi kanan. Jadi itu sangat sulit. Situasinya mirip seperti di Thailand dan Goiania. Bedanya, di Goiania adalah saya start dari depan dan menjalani Sprint race dengan sangat bagus,” jelas pembalap putra Pietro Bagnaia itu.

    Pecco Bagnaia, Francesco Bagnaia
    Pecco Bagnaia

    Pecco melanjutkan, “Tetapi di ketiga seri pertama musim, saya sangat kesulitan di race utama hari Minggu dan saya tidak bisa memacu motor seperti yang saya inginkan. Saya hanya berusaha untuk bertahan, dan bahkan setelah bertahan pun ban belakang saya tetap habis. Di lap terakhir, Luca Marini menyalip saya dari sisi luar. Saya tidak bisa berbuat apa-apa.”

    Pecco yakin GP26 terlalu bergantung pada ban belakang untuk berbelok, yang akhirnya memberi tekanan berlebihan pada ban. “Keausan ban belakang sangat aneh. Saat ini saya rasa motor kami butuh ban belakang untuk berbelok, karena ban depan terus mendorong keluar. Kami tidak bisa mengerem motor dengan baik, ban depan mendorong dengan cukup kuat. Jadi kami harus mengandalkan ban belakang untuk berbelok dan itu membuatnya cepat habis,” pungkas Pecco.

    Sebagai perbandingan, Marc Marquez mengalami kesulitan di awal balapan tapi justru tampil kuat di akhir balapan. Analisa Pecco soal ban belakang juga di’amin’i Fabio di Giannantonio yang juga menggunakan GP27.

    Fabio Di Giannantonio
    Fabio Di Giannantonio

    Diggia menjelaskan, “Sebenarnya ban belakang kami sangat bagus, hanya saja kami terlalu banyak menggunakan ban belakang untuk melakukan segalanya. Menurutku dalam beberapa tahun terakhir kami melakoni balapan dengan luar biasa, karena kami unggul dalam hal kontrol ban belakang ketimbang kompetitor.”

    “Tapi sekarang karena pembalap lain sudah banyak meningkatkan performa bagian depan, kontrol ban belakang saja tidak cukup. Kita harus banyak meningkatkan pengereman dan saat memasuki tikungan. Saat saya berada di belakang pembalap Aprilia dan Pedro Acosta, saya tidak bisa mengerem motor seperti mereka,” pungkas rider tim VR46 Ducati itu.

    Dengan menempati peringkat 4, saat ini Diggia menjadi pembalap terbaik Ducati dalam klasemen. Rider asal Roma itu berhasil meraih podium dalam race utama di Brasil (finis ke-3). Sementara Pecco Bagnaia hanya berada di peringkat 9 dan meraih podium dalam sprint di COTA (finis ke-2).

    © ridertua.com

    Konten promosi pihak ketiga – hasil dapat berbeda untuk setiap individu....

    TINGGALKAN BALASAN

    Silakan masukkan komentar Anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini