RiderTua.com – Meski mendapat julukan Raja COTA.. Semuanya tidak berjalan mulus sejak awal bagi juara dunia bertahan Marc Marquez, karena dia hanya mampu start dari posisi keenam di sesi kualifikasi…
Situasi makin memburuk saat balapan sprint, ketika pembalap pabrikan Ducati itu terjatuh dan gagal menunjukkan performa terbaiknya..dan parahnya lagi merusak balapan pembalap lain yakni dari tim VR46, Fabio Di Giannantonio. “Saya pantas mendapat penalti untuk itu!”
Marc Marquez Blunder di Austin: Crash, Kena Penalti, “Saya Layak Dihukum!”

Di sesi kualifikasi (Q2), Marquez merasa lap tercepatnya (time attack) dihalangi oleh dua murid akademi VR46: Marco Bezzecchi (Aprilia) dan Luca Marini (Honda) di Tikungan 12. Pihak steward akhirnya membenarkan keluhannya, dan kedua pembalap Rossi tersebut dijatuhi hukuman mundur dua grid untuk balapan hari Minggu.
Namun kejadian mengalir seperti sebuah cerita saja: Di balapan sprint, Marquez yang memulai balapan dengan baik dari posisi keenam. Ia berhasil naik ke posisi ketiga di sisi dalam Tikungan 1… di belakang rekan setimnya Pecco Bagnaia dan Pedro Acosta (KTM), yang juga melakukan start yang sangat baik. Kemudian, di sektor pertama, juara dunia sembilan kali itu disalip oleh peraih pole position Fabio Di Giannantonio (VR46 Ducati) dengan manuver yang berani. Marc tidak tinggal diam.. di akhir trek lurus sepanjang 1.200 meter, Marquez mencoba menyalip Diggia lagi di sisi dalam Tikungan 12.
Sayangnya, manuver tersebut justru jadi bumerang. Marquez kehilangan kendali bagian depan motornya saat menikung, lalu terjatuh dan ikut menyeret Di Giannantonio.

Kedua pembalap Ducati itu terjatuh dan kemudian menegakkan kembali Desmosedici mereka. Sementara Diggia balik kegarasi, Marquez menyelesaikan sprint..dan finish di posisi ke-17 dan terakhir. Insiden tersebut kemudian diselidiki oleh para steward.
“Ini hari yang berat. Di sprint saya melakukan kesalahan. Saya berada di belakang tiga pembalap di Tikungan 12 dan mencoba mengerem sekuat mungkin. Saya tidak memperhitungkan efek slipstream dari motor di depan,” kata Marc Marquez.
Dia melanjutkan.. “Saya sempat mencoba keluar jalur untuk menghindari menabrak Diggia dari belakang, tapi saya melihat tidak ada cukup ruang untuk melebar. Saya mencoba dari sisi dalam, tetapi kemudian ban depan saya kehilangan grip karena ada sedikit gelombang di tengah tikungan.. Setiap crash itu menyakitkan, tapi kalau melibatkan pembalap lain rasanya jauh lebih buruk ..Saya tidak ingin merusak balapan orang lain.”

Saat ditanya wartawan apakah Marquez dia sudah menduga akan kena penalti untuk manuvernya ini? “Saya rasa begitu, ya. Saya belum tahu, tetapi saya pantas mendapatkan penalti.. Saya selalu berusaha untuk bersikap adil. Saya melakukan kesalahan, jadi saya harus menerima konsekuensinya.”
Dan benar saja, tak lama setelah acara wawancara dengan wartawan selesai, muncul berita bahwa Marquez harus menjalani long lap penalty di balapan hari Minggu. Ia pun mengakui bahwa strategi yang akan dipakai sangat sederhana..bertahan semampunya. “Mode bertahan .., itu saja,” katanya singkat.
Bagi Marquez, peluang meraih kemenangan di Austin kali ini jelas makin berat.. Mengapa performanya tidak bagus di Austin tahun ini? “Saya kesulitan, terutama di tikungan pertama. Itu salah satu bagian yang paling menuntut fisik..”

Marquez juga ditanya tentang situasi kualifikasi ketika dia marah pada Bezzecchi. “Dia mungkin tidak menyangka ada pembalap datang secepat itu dari belakang. Saya sempat kesal karena dia mengerem terlalu cepat dan saya hampir menabraknya. Tapi ya, hal seperti ini memang bagian dari balapan,” kata Marc Marquez.
Kalau dilihat dari kejadian ini, Marquez sebenarnya masih punya mental juara…berani ambil risiko dan nggak takut duel. Tapi di level MotoGP sekarang, kesalahan kecil aja bisa langsung jadi bencana besar. Austin yang biasanya jadi “taman bermain” Marquez malah berubah jadi trek penuh drama. Tinggal kita lihat nih, apakah di race utama dia bisa bangkit… atau justru makin tenggelam di tengah ketatnya persaingan musim 2026.









