Home MotoGP Marco Bezzecchi: Marc Marquez dan Austin Punya Hubungan yang Spesial

    Marco Bezzecchi: Marc Marquez dan Austin Punya Hubungan yang Spesial

    Marc Marquez - Marco Bezzecchi
    Marc Marquez - Marco Bezzecchi

    RiderTua.com – Sobat RiderTua semua. Usai meraih kemenangan di GP Brasil, Marco Bezzecchi kini menjadi salah satu dari 15 pembalap yang berhasil memenangkan 4 balapan berturut-turut dalam sejarah 77 tahun Kejuaraan Dunia Balap Motor. Sebelumnya rider Aprilia itu berhasil memenangkan GP Portugal 2025, Valencia 2025, Thailand 2026, dan Brasil 2026. Hasil ini menjadi bukti yang cukup kuat bahwa saat ini RS-GP sangat kompetitif di berbagai karakter sirkuit.

    Karakter 4 trek diatas sangat berbeda. Sirkuit Algarve adalah trek yang rumit sekaligus unik. Sirkuit Ricardo Tormo merupakan trek yang sempit, lambat, dan berkelok-kelok. Sementara sirkuit Buriram didominasi trek lurus dan suhu panas yang ekstrim. Dan yang terakhir sirkuit Ayrton Senna, trek baru yang belum dikenal semua pembalap.

    Marco Bezzecchi: Marc Marquez dan Austin Punya Hubungan yang Spesial

    Marco Bezzecchi
    Marco Bezzecchi

    Hebatnya, Marco Bezzecchi tak hanya menang di 4 trek tersebut namun juga mendominasi. Dia memimpin balapan dalam 25 dari 25 lap di Portugal, di Valencia dia mendominasi 27 dari 27 lap, di Thailand dia tak terkalahkan dalam 26 dari 26 lap, dan di Brasil tidak ada yang mampu mengimbanginya dalam 23 dari 23 lap.

    Konten promosi pihak ketiga – hasil dapat berbeda untuk setiap individu.

    Jika ditotal jenderal, Bezzecchi meraih 8 kemenangan sejak dia naik ke MotoGP pada 2023. Kemenangan pertamanya dia torehkan di GP Argentina pada 2023 saat masih membalap di tim VR46 Ducati. Kemudian rider asal Rimini Italia itu menang lagi di Le Mans dan Mandalika pada 2023 serta GP Inggris (Silverstone) pada 2025. Sedangkan dalam sprint race, dia membukukan 4 kemenangan yakni di Assen dan Misano pada 2023 bersama Ducati serta Mandalika dan Phillip Island pada 2025 bersama Aprilia.

    Dari data diatas menunjukkan bahwa Bezzecchi bukan tipe pembalap yang hanya kuat di sirkuit tertentu saja. Apakah keunggulan ini memberi keuntungan baginya untuk meraih gelar dunia musim ini? Seperti biasa, dia tak langsung menjawab ya atau tidak. Rider berusia 27 tahun itu menjawab dengan gaya bicara yang sederhana dan tidak berbelit-belit. “Sejauh ini saya, tim, dan motor sudah bekerja dengan sangat keras. Kami juga berusaha mendapatkan hasil terbaik di Amerika. Kami tidak mau terlalu muluk. Itu saja,” jawabnya singkat.

    Marc Marquez
    Marc Marquez

    Di GP Amerika pada 2024, Maverick Vinales memenangkan balapan untuk Aprilia. “Meskipun saat itu Maverick tampil sangat kuat, tapi itu tidak bisa dibanding-bandingkan. Karena motor saat ini sudah sangat berbeda dengan versi 2024,” tegas rider berjuluk Simple the Bez itu.

    Kemudian Bez mengalihkan pembicaraan dengan menyebut Marc Marquez yang selama ini dijuluki ‘King of COTA’. “Marc dan Austin punya hubungan yang spesial. Sepertinya kemenangannya di Texas lebih banyak ketimbang total kemenangan sepanjang karier saya!” pungkas murid Valentino Rossi itu sambil tersenyum.

    Menjelang GP Amerika, Bezzecchi memimpin klasemen dengan perolehan 56 poin atau unggul 22 poin dari Marquez yang hanya berada di peringkat 5. Sementara rekan setimnya Jorge Martin menempati peringkat 2 dengan 45 poin.

    Klasemen MotoGP Usai Race GP Brasil 2026
    Klasemen MotoGP Usai Race GP Brasil 2026

    © ridertua.com

    Konten promosi pihak ketiga – hasil dapat berbeda untuk setiap individu....

    TINGGALKAN BALASAN

    Silakan masukkan komentar Anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini