RiderTua.com – Penjualan model BEV sepanjang Januari hingga Agustus 2026 masih dipimpin oleh J5 EV dengan 23 ribu unit terjual. Memang ini sudah menjadi rekor barunya, tapi mereka masih harus waspada dengan Atto 1 yang semakin dekat dengannya.
J5 EV Sukses Terjual 23,3 Ribu Unit
Jaecoo J5 EV terbukti menjadi model yang benar-benar diunggulkannya sampai sekarang meski masih menjadi satu-satunya mobil BEV yang dijual di Indonesia. Sebab model lainnya berupa J7 dan J8 SHS dijual sebagai mobil SUV PHEV (plug-in hybrid), dan ini pertama kalinya mereka menjual mobil listrik seperti J5 EV. Meski baru dirilis jelang akhir tahun 2025, modelnya sukses menarik perhatian banyak konsumen yang tertarik dengan SUV anyar tersebut.

Dengan 23.359 unit terjual, tidak mengherankan kenapa Jaecoo J5 EV masih menjadi yang terlaris di Indonesia. Hasil ini masih terus mencetak rekor baginya kalau performa penjualannya bisa dipertahankan hingga akhir tahun, tapi mereka masih harus mewaspadai kompetitor di pasarnya. Sebab BYD Atto 1 masih menebar ancaman bagi dominasinya setelah mencetak penjualan sebanyak 19.909 unit hingga Agustus lalu.
Performa penjualan Atto 1 sebenarnya nggak begitu mulus, karena bulan Mei menjadi hasil paling rendah sejak pertama kali diluncurkan di Indonesia, dengan puluhan unit yang terjual. Namun BYD mampu memulihkan penjualannya sebulan setelahnya, dan modelnya bisa terjual lebih dari 1.000 unit lagi tiap bulannya. Agustus lalu saja, hasil penjualannya tembus lebih dari 5 ribu unit, dan ini cukup untuk merebut kembali posisi teratasnya dari Jaecoo J5 EV.

Transisi Produksi
Alasan di balik ini yaitu adanya proses transisi produksi lokalnya, dan BYD saat itu tengah menghabiskan unit CBU yang didatangkan langsung dari kampung halamannya. Begitu produksinya dimulai, mereka bisa mengisinya dengan unit yang dirakit lokal, dan modelnya bisa pulih penjualannya dalam waktu singkat. Inilah yang memberikan BYD kesempatan untuk bisa mengungguli Jaecoo J5 EV setelah sempat diungguli beberapa bulan sebelumnya.
Asalkan penjualan Atto 1 bisa cukup stabil hingga akhir tahun 2026, model hatchback mungil ini bisa saja menyalip penjualanya J5 EV. Tapi dengan selisih penjualan yang lebih tipis dari sebelumnya, sepertinya Jaecoo harus lebih waspada dengan Atto 1 ketimbang model BEV lainnya. Seperti Geely EX2 yang hanya terjual 9.769 unit sepanjang tahun ini, jauh lebih sedikit ketimbang J5 dan Atto 1.

Masih Jadi Andalan
Mobil BYD lainnya yang masuk ke dalam daftar yaitu M6 EV dan Sealion 7, masing-masing terjual sebanyak 6.694 unit dan 4.251 unit. Kedua model ini sudah tertinggal sangat jauh dari Atto 1 yang nyaris terjual 20 ribu unit, tapi setidaknya itu sudah menjadikannya sebagai salah satu penyumbang utama bagi penjualannya. Terlebih BYD masih memegang pangsa pasar BEV terbesar di Indonesia, dan tetap unggul atas kompetitornya yang sebagian besar berasal dari China.
Selanjutnya ada Wuling Darion EV dengan 3.733 unit, dan hasil ini cukup memuaskan bagi model ini. Kemudian ada mobil mewah Denza D9 yang mencetak hasil sebanyak 3.001 unit, dan itu sudah menjadi hasil yang bagus mengingat D9 jarang terlihat masuk ke dalam daftar 20 model BEV terlaris. Entah apa yang menyebabkan penjualannya merosot belakangan ini, tapi sepertinya kehadiran lawan baru seperti XPeng X9 mulai mempengaruhi penjualannya secara signifikan.

Geely EX5 mencatat hasil penjualan 2.407 unit, disusul MG S5 EV sebanyak 2.253 unit dan Aion V 2.228 unit. Dari beberapa model yang dirilis ini, tiga diantaranya berupa mobil MPV, dua model hatchback, dan sisanya mobil SUV, membuktikan bagaimana mobil jenis ini masih ngetren di pasarnya sampai sekarang. Walau ini bukan berarti mobil MPV hingga hatchback nggak punya ruang untuk bersaing, terbukti dengan Atto 1 yang mampu mendobrak dominasi J5 EV dalam penjualan per bulannya.












