RiderTua.com – Tentu tidak mengherankan kenapa mobil mungil BYD ini bisa terjual lebih dari 5 ribu unit sepanjang bulan lalu. Sementara tiga model lainnya, yaitu J5 EV dan EX2, juga terjual lebih dari 1.000 unit, tapi selisihnya cukup jauh dari Atto 1.
▶Daftar Isi
Atto 1 Unggul Jauh Dari J5 EV, Model Baru Mulai Ramaikan Pasar!
Mobil listrik BYD di Indonesia masih mendapat banyak peminat sampai sekarang, terbukti dengan Atto 1 yang terjual lebih dari 5,5 ribu unit. Hasil ini sudah jauh lebih baik dari yang didapat di bulan Mei, dimana modelnya hanya terjual puluhan unit saja akibat proses transisi ke produksi lokal. Walau ini hanya bertahan sementara saja, karena sebulan setelahnya penjualannya langsung melejit lagi seperti dulu.

Seperti di bulan Juli, Jaecoo J5 EV masih membuntuti dengan 3,2 ribu unit terjual, masih lumayan bagus untuk mobil listrik satu-satunya dari sub-brand Chery tersebut. EX2 masih tertahan di posisi ketiga dengan 1,4 unit terjual, tapi setidaknya mereka bisa mempertahankan posisinya tersebut. Sebab tepat di belakangnya sudah ada Aira EV yang menjadi pendatang baru di pasar BEV di Indonesia mulai tahun ini.
- BYD Atto 1: 5.560 unit
- Jaecoo J5 EV: 3.214 unit
- Geely EX2: 1.495 unit
- Wuling Aira EV: 754 unit
- BYD M6 EV: 679 unit
- Geely EX5: 487 unit
- Wuling Darion EV: 443 unit
- MG S5 EV: 428 unit
- BYD Atto 3: 363 unit
- VinFast VF3: 341 unit
- XPeng G6: 305 unit
- XPeng X9: 304 unit
- Wuling Eksion EV: 196 unit
- Chery J6T: 107 unit
- BYD Sealion 7: 75 unit
- Chery Omoda E5: 74 unit
- Citroen e-C3: 49 unit
- BYD Seal: 32 unit
- Changan Deepal S05 EV: 24 unit
- Changan Deepal S07: 22 unit

Kehadiran Mobil Baru Wuling
Aira EV menjadi salah satu mobil listrik terbaru di Indonesia, dan modelnya disambut baik karena dibanderol cukup terjangkau untuk model seperti ini. Harganya yang lebih murah dari Air EV membuatnya langsung jadi buruan konsumen dan terjual lebih dari 700 unit selama Agustus 2026. Aira EV juga menjadi satu dari dua mobil listrik Wuling yang masuk peringkat 10 besar selain Darion dan Eksion EV.
Meski tidak lagi menjadi model BEV terlaris, setidaknya M6 EV tetap diandalkan BYD di pasarnya, begitupun dengan Atto 3, Sealion 7, dan Seal. Semua model yang dijualnya mampu memberikannya pangsa pasar tertinggi ketimbang kompetitornya, dan itu cukup untuk memegang dominasi terkuat di Indonesia. Tetap saja, BYD harus mengerahkan segalanya agar mereka bisa mempertahankan posisi teratasnya.

Mobil Baru Changan
Model anyar lainnya yang dirilis tahun ini yaitu Changan Deepal S05 versi EV, dan menariknya selisih penjualannya dengan Deepal S07 hanya dua unit saja. Ini juga terlihat dari dua mobil listriknya XPeng, yaitu G6 dan X9, yang selisihnya hanya satu unit. Dari sini bisa terlihat kalau G6 sedikit lebih unggul dari X9, walau dengan selisih harga yang sangat berjauhan satu sama lain.
Entah kenapa mobil anyar Changan lainnya, yaitu Nevo Q05, nggak masuk dalam peringkat penjualan bulan Agustus 2026. Padahal model seperti ini cukup menyita perhatian karena dijual sebagai model berukuran lebih kecil dari Deepal S05 dan S07, dan harganya juga lumayan terjangkau untuk mobil SUV listrik rakitan lokal. Belum lagi Nevo Q05 dirilis hanya sebulan setelah Deepal S05.

Kalau diperhatikan, nyaris semua mobil listrik yang ada dalam daftar 20 besar ini berupa produknya merek China. Hanya ada dua merek luar China yang masuk daftar, yaitu VinFast dan Citroen, itupun model terlarisnya berupa mobil mungilnya yang dibanderol paling murah ketimbang model lineup-nya. MG Motor sebenarnya ikut termasuk di dalamnya karena aslinya berupa merek asal Inggris, tapi kini dipegang oleh grupnya SAIC.












