Home Otomotif BYD Atto 1 Terjual 26 Unit Bulan Lalu Gara-gara Transisi Produksi?

    BYD Atto 1 Terjual 26 Unit Bulan Lalu Gara-gara Transisi Produksi?

    Penjualan mobil listrik BYD Atto 1
    BYD Atto 1

    RiderTua.com – Sebelumnya Atto 1 benar-benar disegani karena menjadi mobil listrik terlaris di Indonesia sepanjang tahun lalu. Tapi kini penjualannya terseok-seok, bahkan tembus 100 unit per bulan saja susahnya minta ampun.

    Daftar Isi

    Atto 1 Hanya Terjual 26 Unit Selama Sebulan, Ada Apa?

    Melihat dari desain BYD Atto 1, jelas mobil seperti ini punya banyak peminat disini meski ukurannya yang mungil. Yang membuatnya terkenal yaitu harganya cukup terjangkau, dan inilah yang membuatnya jadi incaran banyak orang sejak diluncurkan tahun lalu. Tidak heran kalau penjualannya tembus rekor baru untuk pasar mobil listrik di Indonesia, dengan lebih dari 20 ribu unit terjual dalam waktu kurang dari 5 bulan setelah dirilis.

    Ekspor Mobil listrik BYD Atto 1
    BYD Atto 1

    Hasil yang didapat dari BYD Atto 1 ini cukup untuk membawanya sebagai merek mobil listrik nomor satu, dengan pangsa pasar lebih banyak dari kompetitornya. Namun belakangan ini penjualan Atto 1 tidak lagi semaksimal tahun lalu, dimana penjualannya hanya mentok ratusan unit per bulannya. Parahnya penjualan bulan Mei 2026 hanya mencapai 26 unit saja, dan ini sudah menjadi hasil paling rendah dari yang didapat dalam beberapa bulan terakhir.

    Jelas ini menimbulkan pertanyaan soal apa yang terjadi dengan mobil murahnya BYD tersebut. Walau alasannya sudah jelas diakibatkan oleh adanya penyesuaian stok sebagai bagian dari transisi ke produksi lokal, tapi Atto 1 yang paling parah terdampak kalau dibandingkan dengan model lainnya. M6 hingga Sealion 7 terlihat masih bisa terjual ratusan unit tiap bulannya, walau model seperti Seal dan Dolphin belum jelas seperti apa performa penjualannya bulan lalu.

    Penjualan mobil listrik BYD Atto 1
    BYD Atto 1

    Tetap Produksi Tahun Ini

    Sebelumnya BYD memastikan produksi mobilnya dimulai sekitar kuartal pertama tahun ini, tapi persiapannya yang belum selesai membuat jadwalnya diundur. Kini mereka harus menghabiskan stok mobil yang diimpor dari luar negeri sebelum diisi oleh model rakitan lokal, jadi jangan heran kalau penjualannya anjlok hingga ratusan unit. Mereka juga memastikan perakitan mobil listriknya tetap dilakukan tahun ini meski ada gangguan pada penjualannya.

    Memulai produksi di Indonesia tentu bukan perkara mudah, apalagi kalau mereka membangunnya, sementara kompetitornya memakai fasilitas perakitan yang sudah ada. Meskipun begitu, pabriknya sendiri sudah memiliki kapasitas produksi hingga 150 ribu unit tiap tahun, dan ini cukup untuk memenuhi permintaan di pasar dalam maupun luar negeri. Namun untuk sekarang belum ada unit rakitan lokal yang dikirim ke dealer-nya, kecuali untuk dijadikan sebagai unit test drive.

    BYD M6 DM Moladin
    BYD M6 DM Moladin

    M6 DM Dirakit Duluan?

    Dengan M6 DM yang sudah diluncurkan di Indonesia, mungkin ada yang menduga model MPV PHEV ini bakal dirakit lebih dulu ketimbang Atto 1 maupun M6 EV. Soal itu, BYD masih belum bisa memastikannya, dan mereka belum mau berkomentar lebih jauh soal itu untuk sekarang. Namun untuk model yang punya banyak peminat disini, jelas M6 DM masih punya kesempatan untuk dirakit lokal seperti versi listriknya.

    Kalau melihat dari banyaknya peminat di pasarnya, bisa saja mereka merakit Atto 1 lebih dulu mengingat performa penjualannya yang anjlok akhir-akhir ini. Bulan Januari dan Februari masih bisa terjual lebih dari 3 ribu unit per bulannya, tapi di bulan Maret turun menjadi 600 unit, dan di April hanya sekitar 100 unit. Mei menjadi hasil paling rendah yang didapat dari mobil murahnya ini.

    Penjualan mobil baru BYD Atto 1
    BYD Atto 1

    Mungkin produksi BYD Atto 1 yang harus diutamakan lebih dulu agar penjualannya bisa kembali pulih seperti awal tahun. Walau ini semua tergantung dari keputusan pihak prinsipal, mau Atto 1 yang dirakit duluan atau mobil keluarga seperti M6 atau Sealion 7 karena peminatnya masih banyak.

    Sejauh ini pasar mobil listrik di Indonesia masih dikuasai oleh Jaecoo J5 EV, dan penjualannya ini mampu melebihi model lainnya seperti Sealion 7, M6, sampai Atto 3. Sementara BYD Atto 1 sudah terlempar dari peringkat 10 besar.

    © ridertua.com

    TINGGALKAN BALASAN

    Silakan masukkan komentar Anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini