RiderTua.com – Saat melakukan upaya comeback di MotoGP Aragon usai cedera, Fermin Aldeguer langsung tampil memukau dengan dua kali finis di posisi ke-6 dalam dua balapan. Dan momentum positif tersebut menyertainya ke MotoGP Misano akhir pekan lalu. Di saat rekan setimnya Alex Marquez terkendala di sesi kualifikasi akibat dua kali crash, Aldeguer justru tampil luar biasa dengan mengamankan posisi ke-3 di grid start.
Pada sprint race hari Sabtu, Aldeguer terlibat duel sengit melawan teman masa kecilnya Pedro Acosta (KTM) yang membuat keduanya kehilangan peluang meraih hasil yang lebih baik. Pada akhirnya rider Gresini Ducati itu hanya finis di posisi ke-8 tertinggal 8,832 detik di belakang pemenang Marc Marquez (Ducati Lenovo). Dan Acosta finis di posisi ke-6.
Manuver Fermin Aldeguer di Misano, Pukulan Telak Bagi Aprilia
Situasi race utama hari Minggu di Misano lebih baik bagi Fermin Aldeguer. Start dari P3, pembalap paling muda di grid MotoGP itu sempat turun ke posisi 5 setelah disalip Pedro Acosta dan Alex Marquez. Dia bertahan di posisi ke-5 selama beberapa lap. Kemudian di lap ke-19, rider berusia 21 tahun itu berhasil memangkas gapnya dengan Jorge Martin yang berada di posisi ke-4 menjadi hanya 0,1 detik.

Dan di lap ke-20 akhirnya Aldeguer berhasil menyalip rider tim pabrikan Aprilia itu. Karena kecepatan Martin terus mengendur, juara dunia MotoGP 2024 itu tak mampu lagi menyerang balik Aldeguer hingga garis finis. Pada akhirnya, rider asal Murcia Spanyol itu finis di posisi ke-4 tertinggal 6 detik di belakang pemenang Marc Marquez.
Manuver menyalip Aldeguer terhadap Martin menjadi pukulan telak bagi Aprilia. Karena rider berjuluk Martinator itu kehilangan poin penting, Marc Marquez berhasil mengambil alih posisinya sebagai pemimpin klasemen pembalap dan Ducati juga sukses mengkudeta Aprilia dari puncak klasemen konstruktor.
Aldeguer mengatakan, “Menurut saya, kami seharusnya merasa sangat senang. Tentu saja, akan lebih menyenangkan jika bisa naik podium, tetapi kami sudah sangat dekat. Tim saya melakukan pekerjaan fantastis sepanjang akhir pekan, yang memungkinkan saya menjaga performa di atas motor hingga akhir balapan. Rasanya luar biasa bisa menutup akhir pekan seperti ini.”

“Jujur, saya sempat mengalami beberapa masalah menjelang balapan akhir pekan, terutama pada kaki saya. Namun, saya berharap kondisi fisik saya sudah kembali fit 100 persen pada balapan berikutnya di Austria,” imbuh rider yang tahun depan pindah ke tim VR46 Ducati itu.
Setelah 14 seri musim 2026, Aldeguer bertahan di peringkat 10 dengan mengumpulkan 105 poin dalam klasemen. Meski Pecco Bagnaia gagal mencetak poin di Misano dan turun ke peringkat 9, tapi juara dunia 3 kali itu masih unggul 38 poin atas Aldeguer.












