RiderTua.com – Tiap bulannya selalu saja ada yang baru di pasar SUV listrik di Indonesia, dan ini membuat lawan yang dihadapi J5 EV semakin banyak. Belum lagi sebagian besar diantaranya datang dari China, artinya Jaecoo harus kembali bersaing dengan merek senegaranya.
Nevo Q05 Tantang J5 EV di Pasar SUV BEV
Namanya Jaecoo J5 EV, tentu model yang satu ini bukanlah sembarang mobil, karena modelnya mencetak hasil penjualan yang begitu memuaskan dalam beberapa bulan terakhir. Bahkan model inilah yang kini memimpin penjualan mobil listrik di Indonesia hingga bulan lalu, dan ini menjadi pencapaian bagus bagi merek asal China tersebut. Jelas karena mereka belum pernah memuncaki penjualan di pasar mobil sejak pertama kali hadir disini.

Tapi sebagai SUV listrik, jelas lawan J5 EV di pasarnya nggak main-main, bahkan jumlahnya terus bertambah tiap bulannya. Kini mereka kedatangan lawan baru dari Changan Automobile berupa Nevo Q05, dan dari desain eksteriornya saja sudah membuat keduanya terlihat jauh berbeda. Nevo Q05 lebih menonjolkan kesan ala SUV crossover, sedangkan J5 EV lebih mengarah ke mobil SUV keluarga yang terlihat lebih boxy.
Meski terlihat lebih stylish, Nevo Q05 unggul dalam hal dimensinya yang sedikit lebih besar dari J5 EV. Inilah yang memberikannya keunggulan pada ruang kabinnya yang lebih lega, serta kenyamanan bagi pengemudi dan penumpangnya sudah terjamin. Soal ruang bagasi, Nevo Q05 punya bagasi belakang 540 liter atau 1.380 liter kalau jok belakangnya dilipat rata, sementara J5 EV hanya berukuran 480 liter atau 1.180 liter.

Performa dan Baterai
Meski kalah unggul dalam hal ruang interiornya, Jaecoo J5 EV masih punya keunggulan lainnya dalam hal performanya. Dimana mobil sanggup menghasilkan tenaga 207 hp dan torsi 288 Nm, dengan akselerasi 0-100 km/jam bisa ditempuh dalam waktu 7,3 detik saja. Untuk Nevo Q05, tenaganya hanya mencapai 160 hp dengan torsi 190 Nm, dan memang modelnya didesain bukan sebagai mobil berperforma tinggi karena lebih mengutamakan kenyamanan berkendara.
Lalu soal baterai, J5 EV memakai baterai berkapasitas 60,9 kWh dengan jarak tempuh maksimal 470 km kalau terisi penuh, dan menggunakan fast charging baterainya bisa diisi dari 30 persen ke 80 persen dalam waktu 27 menit. Baterai Nevo Q05 hanya berkapasitas 51,9 kWh saja, itupun jarak tempuhnya maksimal mencapai 463 km. Tapi sebenarnya baterai yang dipakainya ini berupa baterai Golden Shield 2.0, yang dikenal memiliki ketahanan lebih baik ketimbang baterai jenis lainnya.

Pilih Mana?
Entah mengapa Changan tidak membekali Nevo Q05 dengan fitur vehicle-2-load (V2L), sementara Jaecoo J5 EV sudah punya fitur ini. Termasuk fitur lainnya seperti jok yang diatur secara elektrik sampai panoramic roof dengan lapisan anti UV, walau untuk panoramic roof ini hanya tersedia pada varian Premium. Meski Nevo Q05 nggak punya fitur seperti ini, ada voice control yang mendukung Bahasa Indonesia dan Inggris.
Menariknya, keduanya sama-sama sudah dibekali dengan ADAS yang mampu memberikan keamanan dan keselamatan bagi pengguna mobil maupun pengguna jalan lainnya. Hanya saja Nevo Q05 punya 25 fitur dalam satu paket, sedangkan J5 EV hanya punya 17 fitur. Keduanya juga sama-sama dibanderol Rp 300 jutaan, jadi nggak heran kenapa Nevo Q05 menjadi lawan yang cukup sepadan bagi J5 EV meski dari tampilannya nggak begitu mirip satu sama lain.

Tapi untuk melawan model terlaris seperti Jaecoo J5 EV bukan perkara mudah, sebab model ini sudah menguasai pasarnya sejak diluncurkan beberapa bulan lalu. Sementara Nevo Q05 baru saja diluncurkan disini, jadi untuk sekarang Changan nggak bisa mengejar penjualannya J5 EV terlebih dahulu. Mereka kini fokus untuk menyiapkan unit untuk dikirim ke konsumen yang sudah memesan mulai bulan depan, itupun kalau tidak ada kendala lebih lanjut dalam proses produksinya.












