RiderTua.com – Carlos Ezpeleta menjelaskan bahwa tidak mudah memasukkan begitu saja sirkuit baru ke dalam kalender MotoGP. “Kita harus memahami bahwa penyesuaian kalender dan penambahkan venue baru bukanlah hal yang mudah. Menyelenggarakan event baru membutuhkan effort sekitar empat hingga lima kali lipat lebih besar dibanding menjalankan event yang sudah ada,” jelas manajer operasional MotoGP itu.
Dalam beberapa tahun terakhir, kalender MotoGP biasanya diumumkan sekitar bulan Agustus hingga September. Hal yang sama diperkirakan juga akan terjadi musim ini, dimana 2027 akan menandai era baru di MotoGP dengan mesin 850cc. Tapi satu hal yang pasti, jumlah seri balapan tidak akan berubah tetap 22 seri tidak lebih dan tidak kurang.
Carlos Ezpeleta: ‘Mentok’ Hanya 2 Sirkuit Baru Per Musim, Kalau Lebih Penyelenggara dan Tim akan Kewalahan

Kalender 2026 sebenarnya mirip dengan 2025, hanya saja GP Argentina (Termas de Rio Hondo) dihapus dan diganti GP Brasil (sirkuit Goiania). Namun tahun depan akan ada 2 sirkuit baru yang masuk kalender MotoGP. Seperti yang diketahui, Phillip Island tak akan lagi menjadi tuan rumah penyelenggaraan MotoGP mulai 2027. Sirkuit legendaris nan indah yang banyak disukai pembalap ini akan digantikan sirkuit jalan raya di Adelaide. Dan balapan MotoGP akan menyambangi Argentina setelah pembangunan sirkuit Buenos Aires selesai dikerjakan pada 2027. MotoGP ingin menggelar 2 balapan di Amerika Selatan untuk mengakomodasi pasar yang terus berkembang di kawasan tersebut.
Sedangkan sirkuit yang akan dihapus dari kalender adalah Sirkuit Balaton Park dan sirkuit Algarve Portimao. Kedua sirkuit tersebut saat ini belum mengantongi kontrak penyelenggaraan MotoGP setelah 2026. Sebaliknya, Motorland Aragon baru saja memperpanjang kontrak 1 tahun dan akan menjadi sirkuit cadangan resmi mulai 2028.
Belakangan ini muncul rumor bahwa MotoGP akan menambahkan sirkuit baru dalam kalender yakni Tiongkok dan Turki. Namun Carlos Ezpeleta meredam spekulasi tersebut. “Walaupun kami terus berdiskusi dengan beberapa pasar dan mitra, menambahkan 3 atau 4 event baru ke kalender setiap tahunnya bukanlah hal yang realistis. Bukan hanya penyelenggara, tim juga akan kewalahan dalam sisi organisasi dan logistik. Saya melihat potensi di negara-negara yang disebutkan tadi dan kami sedang mengupayakannya. Namun, saya tidak melihat hal itu akan terwujud dalam waktu dekat,” tegas putra CEO Dorna Carmelo Ezpeleta itu.

Oleh karena itu, kalender MotoGP 2027 diperkirakan hampir final. Jika ada tambahan sirkuit baru seperti Turki, kemungkinan akan masuk dalam kalender untuk 2028. Istanbul Park pernah menggelar balapan MotoGP pada 2005 hingga 2007. Sirkuit ini masih sangat bagus untuk menyelenggarakan event balap motor bergengsi sekelas MotoGP, apalagi Turki punya bintang yang amat populer Toprak Razgatlioglu yang saat ini membalap untuk tim Pramac Yamaha.
Untuk saat ini, satu-satunya sirkuit di Amerika Serikat yang punya homologasi MotoGP hanya COTA (Circuit of the Americas) di Austin. Namun manajemen MotoGP punya ide yang lebih ambisius. Mereka ingin menjadikan sirkuit jalan raya Adelaide sebagai role model atau percontohan. Jika balapan di Adelaide sukses, maka mereka ingin menerapkannya di Miami. Miami berpotensi menjadi tuan rumah MotoGP di masa depan.







