Home Otomotif Nissan Baru Menjual 144 Unit Mobil Hingga Bulan Lalu, Gara-gara Merek China?

    Nissan Baru Menjual 144 Unit Mobil Hingga Bulan Lalu, Gara-gara Merek China?

    Honda Nissan Serena e-Power Thailand
    Nissan Serena e-Power Thailand

    RiderTua.com – Makin lama pasar mobil di Indonesia makin ramai, nih, dan kebanyakan yang datang ke sini berasal dari China. Tapi ini malah membuat merek lainnya tersingkir dan penjualannya menurun, meski ada penyebab lainnya dari penurunan ini. Entah itu

    Daftar Isi

    Penjualan Mobilnya Terus Menurun Tiap Tahunnya

    Dulu Nissan pernah dianggap sebagai salah satu merek otomotif ternama di Indonesia, bahkan bisa bersanding dengan merek jempolan seperti Toyota, Daihatsu, Mitsubishi, sampai Honda. Mereka juga sering langganan peringkat 10 besar penjualan mobil tiap tahunnya, dan hasilnya selalu berada di atas 10 ribu unit. Tapi terakhir mereka mencatatkan hasil ini di tahun 2020, dengan lebih dari 10 ribu unit mobil secara wholesales dan 7.408 unit secara retail.

    Nissan Serena e-Power Indonesia
    Nissan Serena e-Power Indonesia

    Sejak saat itu, penjualannya terus menurun tiap tahunnya, dimulai dari tahun 2021 yang hanya mencetak penjualan wholesales sebanyak 3.177 unit dan retail 6.185 unit. Lalu tahun 2022 terjual 2.413 unit secara wholesales, 2023 1.639 unit, 2024 1.377 unit, dan 2025 1.041 unit. Baru-baru ini Nissan hanya bisa menjual 106 unit dari Januari hingga April 2026, dan jelas penurunannya ini cukup drastis karena biasanya mereka bisa menjual lebih dari 500 unit dalam periode tersebut.

    Kalau melihat dari lini produknya, Nissan punya 8 model yang dijual, yaitu Serena e-Power, X-Trail e-Power, Kicks e-Power, Leaf, Livina, Terra, sampai Magnite. Memang lini produknya cukup beragam, tapi masalahnya mereka hampir jarang merilis mobil barunya, terkadang mereka bisa merilis dua mobil dalam setahun, tapi setelahnya mereka nggak punya model anyar lainnya. Apalagi harganya yang masih terlalu mahal untuk mobil seperti ini, dan jelas modelnya kesulitan bersaing di pasarnya.

    Nissan Leaf
    (Motor1)

    Model Ramah Lingkungan

    Leaf dihadirkan sebagai mobil listrik pertamanya di Indonesia, dan meski harganya di bawah Rp 1 miliar modelnya nggak bisa menyaingi hatchback seperti Geely EX2 yang hadir sejak akhir tahun lalu. Serena e-Power setidaknya masih bisa bersaing di segmen MPV boxy walau dengan Toyota Voxy dan Honda Step WGN e:HEV yang menjadi rival beratnya. Entah apa yang terjadi dengan X-Trail e-Power setelah dirilis tahun lalu, sebab hasil penjualannya belum ketahuan sampai sekarang.

    Nasib serupa juga dialami oleh Kicks e-Power dan Magnite, dan keduanya hampir tidak terdengar lagi kabarnya sejak mendapat penyegaran. Terra sendiri sepertinya masih kesulitan melawan Toyota Fortuner dan Mitsubishi Pajero Sport di segmennya, apalagi Isuzu MU-X. Livina yang sempat menjadi lawan beratnya Avanza kini hanya bertengger di posisi paling akhir di segmen LMPV, itupun modelnyya nggak mendapat penyegaran seperti kembarannya.

    Mobil LMPV Nissan Livina
    (Nissan Motor Indonesia)

    Makin Babak Belur Gara-gara Merek Baru?

    Selain produknya yang hampir jarang mendapat penyegaran, mereka juga semakin tertinggal dari kompetitornya di pasar dalam negeri. Terlebih merek asal China yang semakin menjadi-jadi di pasar mobil ramah lingkungan, dan sebagian besar menjual mobil listrik murah yang jadi buruan konsumen. Ada juga yang terus memperluas lini produknya agar pilihannya semakin beragam, serta memperkuat kedudukannya di Indonesia.

    Mungkin kelihatannya mereka juga ikut terdampak dari kehadiran merek China ini, tapi penurunan penjualannya sudah terlihat jauh sebelum kedatangannya. Kondisi pasar roda empat juga bisa memberi pengaruh besar bagi penjualannya, tapi entah mengapa Nissan nggak bisa memulihkan penjualan mobilnya seperti dulu. Biasanya kalau penjualannya menurun, merek lainnya bisa meningkatkannya di tahun selanjutnya.

    Nissan Livina Indonesia
    (Nissan Indonesia)

    Bahkan di tengah penurunan penjualan yang begitu drastis ini, Indomobil masih tetap berjualan mobil dari merek asal Jepang tersebut. Kalaupun ada model yang menurun drastis peminatnya, setidaknya masih ada model yang diandalkannya, entah itu Serena atau X-Trail e-Power.

    Menurut admin, masalah yang dihadapi Nissan ini sebenarnya nggak begitu buruk kalau ada cara menanganinya, sih. Tapi kalau jarang menyegarkan produknya dan merilis model baru, mereka nggak bisa bersaing dengan baik di pasarnya dan semakin tertinggal dari kompetitornya.

    © ridertua.com

    TINGGALKAN BALASAN

    Silakan masukkan komentar Anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini