RiderTua.com – Produksi mobil di Indonesia hingga bulan April lalu sebenarnya masih cukup bagus, sih. Bahkan dengan penurunan penjualan yang terjadi, mungkin produsen masih bisa merakit mobilnya seperti biasa, kecuali kalau ada hari libur.
▶Daftar Isi
Produksi Mobil Hingga April 2026 Tembus 200 Ribu Unit
Toyota masih memimpin hasil produksi mobil di Indonesia dengan 180.802 unit, dan hasil ini didapat sepanjang bulan Januari hingga April 2026. Hasil ini membuatnya unggul jauh dari kompetitornya, seperti Mitsubishi yang merakit 59.289 unit dan Daihatsu 47.951 unit. Meski keduanya sering berdampingan satu sama lain, hasil produksi yang diraih Mitsubishi sudah memecah dominasi keduanya begitu saja dengan hasil nyaris tembus 60 ribu unit.

Selama ini Toyota merakit banyak mobil, dari Avanza, Veloz, Kijang Innova, Fortuner, Yaris Cross, sampai mobil listrik bZ4X. Untuk bZ4X, modelnya menjadi mobil BEV pertama yang dirakit di Indonesia, karena sebelumnya mereka hanya memproduksi mobil hybrid saja, dengan Innova Zenix HEV yang paling banyak diproduksi. Modelnya juga menjadi model hybrid terlaris sampai sekarang, meski Veloz HEV mulai jadi ancaman bagi medium MPV tersebut.
Sementara Mitsubishi paling banyak merakit Xpander series, Xforce, sampai Destinator yang tergolong baru di pasarnya. Daihatsu mengandalkan model seperti Sigra, Ayla, Xenia, Terios, Rocky, Gran Max, sampai Luxio, itupun lini produknya lebih beragam dan banyak diekspor ke luar negeri. Terlebih Daihatsu juga merakit mobilnya Mazda dan Toyota, meski sebenarnya keduanya berupa model kembarannya Gran Max.

Merek Luar Jepang Ikut Mendominasi
Selain Toyota dan dua rival beratnya ini, Suzuki menduduki posisi keempat dengan 28.849 unit diproduksi di Indonesia. Sebenarnya produk yang dirakitnya cukup sedikit, karena hanya terbatas pada Ertiga, XL7, Fronx, APV, dan Carry, sedangkan model lainnya seperti Grand Vitara masih didatangkan dari India. Hyundai berada di bawahnya dengan hasil produksi mencapai 17.250 unit, dan model yang dirakitnya ada Stargazer series, Creta, sampai Ioniq 5.
Dengan Honda yang memproduksi 13.420 unit mobil, Jaecoo berada tepat di bawahnya dan mencetak 11.073 unit mobil yang dirakit lokal. Hasilnya yang melejit ini jelas karena disumbangkan oleh produksi mobil listrik pertamanya, J5 EV, dan modelnya laris bak kacang goreng setelah dirilis akhir tahun lalu. Terakhir Wuling merakit 6.557 unit, dan selisihnya dengan merek senegaranya sudah cukup jauh satu sama lain.

Persaingan Merek China
Kalau dilihat, Jaecoo dan Wuling sama-sama datang dari China dan berjualan mobil di Indonesia, tapi keduanya seakan masih bersaing satu sama lain. Mereka juga saling bersaing di pasar mobil listrik, tapi Jaecoo yang memegang dominasi dengan satu model saja, sedangkan Wuling menjadi salah satu merek yang meramaikan pasarnya beberapa tahun lalu. Tetap saja, Wuling masih belum bisa mengejar J5 EV, setidaknya untuk sekarang, sebab Eksion EV baru saja dirilis dan butuh waktu untuk mencetak hasil yang cukup bagus.
Toyota sendiri agak kesulitan bersaing di pasar BEV, bahkan setelah merakit bZ4X dan merilis Urban Cruiser EV sekalipun. Tapi kalau harganya terlalu mahal, jelas mereka nggak punya kesempatan untuk menyaingi model seperti J5 EV dan Eksion EV yang dibanderol lebih murah. Belum lagi merek seperti BYD sampai Geely yang sukses meluncurkan SUV listriknya disini, dan menyaingi merek asal China sudah membuatnya kewalahan.

Mungkin inilah yang membuatnya fokus jualan mobil hybrid, mengingat mereka masih memegang pangsa terbesar untuk pasar ini. Kelihatannya mereka mencari jalan aman agar tetap bersaing di pasarnya, sekaligus mempertahankan posisi teratasnya dari kompetitor. Tapi mereka sudah nggak bisa digusur oleh merek lainnya kalau melihat dari hasil produksi maupun penjualan mobilnya.
Bahkan kalau mereka bisa digusur sekalipun, merek asal Jepang ini bakal kembali bangkit. Dominasinya di pasar mobil sudah nggak bisa diragukan lagi, mereka sudah tahan banting meski dikeroyok oleh merek asal China.






