RiderTua.com – Tahun depan ada satu kursi di tim VR46 yang bisa diperebutkan. Salah satu nama yang masuk kandidat adalah Nicolo Bulega yang saat ini mendominasi balapan Superbike dengan berhasil memborong 15 kemenangan berturut-turut dalam 5 seri pertama. Rider tim Aruba.it Ducati itu bahkan sudah membukukan rekor kemenangan beruntun terbanyak di WSBK dengan 19 kemenangan.
Namun Bulega tak sendirian, dia harus bersaing dengan Luca Marini yang notabene adalah adik dari sang pemilik tim sendiri Valentino Rossi dan juga Celestino Vietti yang saat ini menempati peringkat 3 dalam klasemen Moto2 sekaligus muridnya Rossi sendiri. Jelas, sebagai kakak Rossi akan lebih condong untuk membawa kembali Marini ke timnya setelah adiknya itu didepak dari Honda.
Nicolo Bulega: Masuk Akal Jika Ducati Lebih Memilih Saya Tapi Keputusan Akhir Tetap di Tangan Valentino Rossi

Line-up Ducati untuk 2027 sebagian besar sudah dibuat dan hanya menunggu diumumkan secara resmi saja. Di tim Ducati Lenovo, jika Marc Marquez tidak memutuskan pensiun setelah musim ini, dia akan tandem dengan Pedro Acosta. Sementara di tim Gresini, mereka tak jadi membawa kembali Enea Bastianini tapi sebagai gantinya mereka merekrut Joan Mir yang bernasib sama seperti Luca Marini yang juga didepak dari Honda. Tim milik Nadia Padovani itu mengincar talenta Moto2 Daniel Holgado, yang saat berada di peringkat 7 dalam klasemen.
Tahun depan, Ducati memindahkan Fermin Aldeguer dari tim Gresini ke tim VR46. Sementara kontrak Franco Morbidelli tak akan diperpanjang karena performanya terus merosot dalam beberapa tahun terakhir. Di sisi lain, Fabio Di Giannantonio akan meninggalkan tim VR46 untuk bergabung dengan tim Red Bull KTM bersama Alex Marquez.

Namun dibandingkan Marini atau Vietti, Bulega punya beberapa kelebihan. Tahun lalu, rider berusia 26 tahun itu menandatangani perpanjangan kontrak untuk tetap berkompetisi untuk Ducati WSBK sekaligus menjadi tes rider untuk membantu Michele Pirro dalam mengembangkan motor 850cc yang akan mulai digunakan pada 2027. Selain itu tahun depan pemasok ban di MotoGP akan berubah dari Michelin ke Pirelli, dimana Bulega sudah mengenal ban ini dengan baik saat balapan di Superbike.
Selama melakukan pengujian dengan Ducati 850cc yang baru di Misano, Bulega menunjukkan performa yang luar biasa. Dia berhasil mengungguli tes rider dari pabrikan lain seperti Dani Pedrosa (KTM), Augusto Fernandez (Yamaha), dan Lorenzo Savadori (Aprilia) dengan selisih 1 hingga 2 detik dalam suhu aspal 62 derajat Celcius. Pengalaman Bulega dengan ban Pirelli juga patut dipertimbangkan.
Bulega yang tak terkalahkan di Superbike, memimpin klasemen setelah 5 seri pertama dengan selisih 95 poin atas rekan setimnya Iker Lecuona. Manajemen Ducati sepakat bahwa dia layak dipromosikan ke MotoGP dan merupakan kandidat yang paling cocok untuk kursdi tim VR46.

Saat balapan WSBK di Aragon Bulega mengatakan, “Saya merasa pantas mendapatkan kesempatan ini. 2,5 tahun yang lalu, saya melakukan debut di Superbike dan sukses memenangkan banyak balapan sejak saat itu. Saya berhasil menunjukkan bahwa saya adalah pembalap Superbike yang hebat, tentunya dengan tim yang luar biasa dan motor yang juga sangat kompetitif. Itulah alasan mengapa saya ingin naik ke MotoGP. Dengan regulasi yang baru, saya rasa ini adalah waktu yang tepat. Selain itu, saya merasa jauh lebih siap untuk bergabung paddock ini ketimbang beberapa tahun yang lalu.”
“Tapi saya juga paham, Tim VR46 harus mempertimbangkan banyak hal. Celestino Vietti adalah pembalap Akademi dan tampil sangat baik di Moto2. Wajar jika mereka juga mempertimbangkannya, karena mereka ingin membawa pembalap Akademi ke MotoGP. Mungkin dia pembalap terakhir akademi yang berhasil dipromosikan.”
“Tapi mungkin saya lebih siap untuk menunggangi motor besar, karena saya sudah punya pengalaman di Superbike. Saya sudah terbiasa dengan motor bertenaga besar, ban Pirelli, dan sistem elektroniknya. Saya juga terbiasa dengan performa yang jauh lebih tinggi. Dengan adanya perubahan aturan, menurutku lebih masuk akal untuk bertaruh pada saya,” imbuh Bulega.

Apakah Bulega khawatir, pada akhirnya Rossi mungkin lebih memilih Luca Marini? Sambil tertawa, Bulega menjawab, “Saya tidak tahu apa yang dipikirkan Valentino. Saya hanya bisa berbicara untuk diri sendiri. Saya sering berdiskusi dengan Ducati, dan Ducati benar-benar melakukan segala upaya untuk memperjuangkan saya. Itu sangat saya hargai.”
“Kita lihat saja nanti. Keputusan akhir ada di tangan Vale dan dia akan segera mengambil keputusan. Dia rutin mengirimkan pesan kepada saya dan selalu memberi selamat kepada saya ketika saya memenangkan balapan. Dan saya juga sering bertanya kepadanya, apakah saya boleh latihan di ranch pada hari Sabtu. Kadang-kadang kami juga bertemu untuk makan malam, hubungan kami sangat baik,” pungkas Nicolo Bulega.
Nicolo Bulega Berpeluang Besar Naik Kelas ke MotoGP Bersama Tim VR46 Milik Valentino Rossi






