RiderTua.com – Daihatsu masih mendulang sukses dari penjualan mobilnya di Indonesia, nih. Tapi yang masih jadi pertanyaan yaitu Rocky Hybrid, sebab modelnya masih terkirim ratusan unit karena masih diimpor langsung dari Jepang.
Rocky Hybrid Masih Punya Banyak Peminat
Melihat dari peluncuran Daihatsu Rocky Hybrid tahun lalu, boleh dibilang modelnya mendapat banyak peminat dari konsumen Indonesia dan langsung menjadi SUV kompak favorit. Jelas karena belum ada model sekelasnya yang menawarkan varian hybrid, meski ini berarti modelnya harus mendapat banyak pesanan. Sejak tahun 2025, Rocky Hybrid sudah dipesan kurang dari 1.000 unit, atau lebih tepatnya 750 unit saja.

Jelas pengirimannya cukup lama karena unitnya masih didatangkan langsung dari Jepang, dan Daihatsu nggak bisa merakitnya secara lokal. Kalaupun bisa dirakit, persiapannya membutuhkan waktu lama dan nggak bisa dilakukan begitu saja setelah modelnya dirilis tahun lalu. Jadi untuk sekarang modelnya masih diimpor, dan ini yang membuat pengirimannya lebih lambat dari yang diduga.
Ini mungkin terdengar aneh, sebab biasanya mobil baru seperti Daihatsu Rocky Hybrid bisa dipesan hingga lebih dari 1.000 unit kurang lebih sebulan setelah dirilis. Tapi dengan 750 unit yang dipesan, tentu ini menimbulkan tanda tanya soal apa yang terjadi dengan peminat varian Rocky yang satu ini. Sebab Rocky menjadi varian entry level dari Raize dan lebih laris terjual ketimbang kembarannya tersebut, tapi penjualannya terkadang tidak selaris Raize.

Ratusan Unit Dikirim
Sejauh ini Daihatsu sudah mengirim sekitar 400 unit Rocky Hybrid ke konsumen, tapi masih banyak yang harus dikirim. Memang cukup sulit bagi merek asal Jepang ini untuk mengirim lebih banyak unit kalau unitnya masih diimpor, meski ini tidak jauh berbeda dengan menjual Sirion yang diimpor dari Malaysia. Hanya saja bedanya Sirion punya sedikit penjualan di pasarnya, sedangkan Rocky masih banyak dicari karena berupa model SUV.
Meski dengan jumlah pesanan kurang dari 1.000 unit, Daihatsu masih puas dengan hasil yang didapatnya ini. Mereka cukup senang karena masih ada banyak orang yang mencari Rocky di Indonesia sampai sekarang meski dengan ketatnya persaingan di segmen SUV kompak. Terlebih pasar mobil ramah lingkungan mulai ramai dengan banyaknya model elektrifikasi, dan mobil listrik yang paling mendominasi belakangan ini.

Hybrid Series
Daihatsu Rocky Hybrid yang dijual ini punya teknologi series hybrid, dan teknologinya ini berbeda dengan Toyota Hybrid System yang memakai paralel hybrid. Dengan e-Smart, motor listriknya digunakan untuk menggerakkan roda mobil, dan mesin bensin berkapasitas 1.200 cc dijadikan sebagai generator untuk mengisi daya mesinnya. Ada juga baterai yang dipasangkan pada model ini, tapi kapasitasnya sangat kecil, hanya 0,74 kWh, meski kapasitasnya masih lebih besar dari baterai pada mobil hybrid biasa.
Tentu ini membuat Rocky Hybrid sebagai mobil hybrid yang berbeda dari model HEV lainnya, apalagi kalau melihat dari cara kerjanya. Seharusnya ini bisa menjadi solusi untuk menawarkan teknologi hybrid yang unik dan beda dari yang lain, tapi baru disediakan pada satu model saja. Daihatsu sendiri punya rencana untuk membawa e-Smart pada model lainnya, namun belum ada rencana lebih lanjut sampai sekarang, entah dibatalkan atau menunggu waktu yang tepat.

Meski di tengah derasnya tren mobil listrik, Daihatsu Rocky Hybrid menjadi model yang beda dari model ramah lingkungan lainnya dengan teknologi yang diusungnya. Kebanyakan modelnya masih berupa mobil SUV, tapi sudah ada beberapa merek yang menjual model MPV hingga hatchback, itupun dengan harga yang lebih bervariasi.
Entah apakah Daihatsu mau membawa mobil listrik ke Indonesia, apalagi mobil murah mengingat mereka sudah menjadi ahlinya model entry level di pasarnya. Mungkin bukan waktunya untuk dirilis sekarang, karena mereka ingin fokus berjualan mobil hibridanya terlebih dahulu. Apalagi pengiriman unit Rocky Hybrid masih cukup lambat dari yang diperkirakan, dengan sisa 350 unit yang belum dikirim.






