RiderTua.com – Valentino Rossi hadir di Sirkuit Montmelo untuk mendukung para pembalap dan muridnya yang tergabung dalam VR46 Riders Academy di MotoGP Catalunya. Meskipun jalannya balapan sempat dinilai ‘chaos’ akibat adanya dua kali crash yang cukup berdampak pada beberapa pembalap di awal lap, tim VR46 sukses mengamankan hasil positif lewat performa luar biasa dari Fabio Di Giannantonio.
Diggia beruntung bisa lolos dari hal yang tidak diinginkan. Rider asal Roma Italia itu berada di posisi yang paling dekat dengan ‘TKP’ sehingga menjadi pembalap yang paling riskan kena serpihan motor Alex Marquez yang hancur. Dan benar saja, Diggia terkena ban depan Alex yang terlepas, lalu terjatuh. Meski sempat mengeluhkan sakit pada tangannya dan juga dengan wearpack yang sudah lecet-lecet, Diggia kembali balapan saat re-start ketiga.
Kata Valentino Rossi Soal Kecelakaan Alex Marquez di MotoGP Catalunya

Dalam start ketiga, Fabio Di Giannantonio berhasil memimpin balapan setelah memenangkan duel melawan Pedro Acosta yang akhirnya gagal finis karena crash di last lap. Rider VR46 Ducati itu menang dengan keunggulan 1,25 detik atas Joan Mir sebelum rider pabrikan Honda Castrol itu kena penalti 16 detik karena melanggar aturan tekanan ban.
Selaku bos, Valentino Rossi sangat bahagia dengan kemenangan Diggia itu. Bagi Diggia itu merupakan kemenangan keduanya di MotoGP setelah menang di GP Qatar pada 2023 (saat masih di tim Gresini), dan bagi tim VR46 itu merupakan kemenangan ke-4 setelah Marco Bezzecchi memenangkan 3 grand prix pada 2023.
Terkait insiden yang menimpa Alex Marquez serta dampaknya bagi Diggia, diungkapkan oleh Rossi bahwa kejadian tersebut merupakan peristiwa yang cukup berat. Disaksikan secara langsung olehnya di lokasi, Diggia dinilai sangat beruntung karena bisa terhindar dari risiko cedera serius. Ketangguhan mental Diggia juga sangat diapresiasi oleh Rossi, lantaran sang pembalap bisa langsung bangkit, kembali ke lintasan, dan menyelesaikan balapan dengan performa yang luar biasa cepat.

“Dia melakukan semua overtake dengan sempurna, dia tidak membuat satu kesalahan pun. Dan dalam dua lap terakhir, dia 0,7 hingga 0,8 detik lebih cepat dari pembalap lain. Bagi saya, dia bahkan bisa mencapai 1:40.0 menit jika balapan berlangsung selama 30 lap. Kami sangat bangga dengan Diggia, juga dengan seluruh tim. Ini kemenangan yang fantastis, benar-benar balapan yang mendebarkan.”
“Untungnya semuanya baik-baik saja, karena lintasan lurus itu jalannya sempit. Syukurlah, Alex Marquez tidak sampai kena dinding pembatas dengan sudut yang kurang baik dampaknya saat dia terjatuh. Saya harap dia baik-baik saja dan pulih dengan baik,” imbuh rider berusia 47 tahun itu.
Keputusan Race Director melakukan 3 kali start dengan dua kali crash besar, banyak menimbulkan kontroversi akhir pekan ini. “Pada akhirnya, sebenarnya pembalap tidak punya banyak pilihan. Kita tidak bisa begitu saja masuk ke pit lalu berkata, ‘saya takut, saya tidak akan balapan lagi, saya akan pulang saja’. Mungkin sebenarnya, hal itu bisa saja dilakukan,” pungkas rider berjuluk The Doctor itu.

BTW, Rossi sendiri pernah mengalami insiden serupa di GP Austria pada 2020. Saat itu Johann Zarco dan Franco Morbidelli crash di chicane, dan motor mereka mencelat lalu kembali mendarat di lintasan. Maverick Vinales dan Rossi yang kebetulan melintasi area tersebut, nyaris terdampak dari pergerakan liar motor-motor tersebut hanya dengan jarak beberapa sentimeter saja.






