RiderTua.com – Fabio Di Giannantonio start dengan buruk dalam sprint race di Le Mans. Rider VR46 Ducati itu kehilangan banyak posisi di tahap awal dan hanya berada di posisi ke-13 pada lap pertama. Tak lama berselang, dia kehilangan satu posisi lagi sebelum terjatuh di awal lap ke-4 dari 13 lap. Dia sempat bangkit dan melanjutkan balapan dari posisi terakhir, tapi satu lap sebelum balapan berakhir Diggia masuk pit dan tidak menyelesaikan sprint.
Apa masalah yang dialaminya dalam sprint kali ini? “Posisi saya di atas motor sedikit berbeda dibandingkan pembalap lain, karena rasa sakit dan cedera yang saya alami. Jadi wajar, kalau start saya sedikit lebih buruk daripada rider lain. Selain itu, saya belum benar-benar menemukan titik yang pasti saat kopling terhubung. Itu selalu menjadi masalah bagi saya,” jawab rider berusia 27 tahun itu.
Fabio Di Giannantonio: Kalau Franco Morbidelli Tidak Menghindar, Bisa Duar!!! Ngeri Ngerong, Peh!

Menurut Fabio Di Giannantonio, masalah terbesarnya adalah sempitnya ‘working window’ saat start. “Begitu saya melakukan kesalahan bahkan yang sangat kecil sekalipun, hasilnya bisa langsung menjadi sangat buruk. Bahkan terkadang start saya cukup bagus, tetapi hasilnya justru bisa sangat buruk. Saya hanya punya margin yang sangat kecil,” jelas rider asal Roma itu.
Diggia menambahkan, “Hari ini start saya benar-benar buruk. Setelah itu saya mencoba menemukan ritme dan posisi saya di tengah rombongan. Tetapi dalam sprint hal itu tidak pernah mudah, karena semua orang menggunakan ban soft dan langsung gas pol sejak awal seperti di kualifikasi. Itulah mengapa sulit untuk membuat perbedaan. Kemudian saya juga melakukan kesalahan dan akhirnya membuat sprint saya menjadi sulit.”
Di awal lap ke-4, Diggia crash di tikungan 3 yang sempat bikin jantung rasanya mau copot. Karena dia tergelincir melintang di trek, jadi pembalap di belakangnya yang kebetulan adalah rekan setimnya sendiri Franco Morbidelli, harus bereaksi dengan sangat cepat. Hanya tinggal beberapa sentimeter saja, namun Franky berhasil menghindar sehingga tidak menabrak Diggia. Nyaris saja!!!

“Reflek Franco sangat luar biasa. Saya benar-benar harus berterima kasih kepadanya, karena area itu sangat berbahaya. Beberapa tikungan di trek MotoGP memang benar-benar berisiko. Ketika saya jatuh, saya mencoba melindungi diri saya sebaik mungkin. Kemudian saya melihat Franco melaju tepat di samping saya. Saat itu saya hanya berpikir, ‘hari ini adalah hari yang luar biasa, bukan karena hasilnya tetapi karena tidak ada yang cedera’. Kami benar-benar beruntung,” jelas Diggia.
Chicane di tikungan 3 sirkuit Bugatti memang dikenal berbahaya di kalangan pembalap. “Kami tahu, jika kita crash disana maka kita dapat dengan cepat meluncur kembali ke lintasan atau racing line. Saya tidak tahu apa yang dapat diperbaiki kedepannya, tetapi situasi seperti ini cukup sering terjadi di tikungan itu,” ungkap Diggia.
Meski kecewa lantaran gagal mencetak poin dalam sprint di Le Mans, tapi menurut Diggia para kru Ducati sudah melakukan beberapa perubahan besar dan berhasil meningkatkan performa akhir pekan ini.

“Paket kami benar-benar sangat bagus, dan beberapa hal sudah bekerja sedikit lebih baik. Jika dry race, kami ingin mencoba sesuatu yang lain besok pagi. Jika itu tidak memungkinkan, saya tetap merasa punya paket yang cukup kuat untuk bertarung,” pungkas rider yang kini kembali turun ke peringkat 4 dalam klasemen itu. Saat ini Diggia sudah mengumpulkan 71 poin atau selisih 37 poin dari pemimpin klasemen Marco Bezzecchi (Aprilia).






