RiderTua.com – Jorge Martin dari P-8 ke P-1 hanya butuh 3 tikungan.. Start dari posisi ke-3, Marco Bezzecchi sempat memimpin balapan meski hanya beberapa meter saja dalam sprint race di Le Mans. Di tikungan pertama, rekan setimnya Jorge Martin yang sebelumnya melakukan start ‘roket’ (start dari P8) tiba-tiba menyalipnya dan mengambil alih posisi terdepan..
Usai sprint Bezz menjelaskan, “Saat mendengar suara motor di sebelah saya, saya sudah menduga akan ada yang menyalip. Tapi karena sebelumnya saya sedang menyalip pembalap lain, saya membuat kesalahan dan tidak mengambil racing line yang ideal. Itulah alasan, mengapa saya tidak bisa melawan balik. Saya tidak menyangka Jorge yang akan menyalip saya. Tapi start yang bagus adalah salah satu kekuatan terbesarnya.”..
Marco Bezzecchi: Tak Menduga Jika Jorge Martin yang Menyalip Saya

Marco Bezzecchi pun tak bertahan lama di posisi ke-2. Di lap ke-3, rider pabrikan Aprilia itu melebar dan Pecco Bagnaia yang berada di belakangnya tak menyia-yiakan kesempatan itu dan langsung menyalipnya. “Di awal balapan saya terlalu mengambil risiko dan melakukan beberapa kesalahan sekaligus, yang memungkinkan Pecco untuk menyalip saya. Kemudian secara bertahap, gap saya darinya semakin jauh. Di tahap akhir, saya harus berusaha keras untuk menahan Pedro Acosta terlalu dekat,” jelas rider berjuluk Simply the Bez itu.
Jelas, podium dalam sprint di Le Mans ini sangat berarti untuk Bezzecchi, mengingat dia sudah 3 kali DNF dalam 5 sprint pertama musim ini. Sejauh ini, sprint masih menjadi kelemahan terbesar Bezzecchi. “Hasil ini bagus untuk saya. Bahkan saya nyaris lupa bagaimana rasanya melihat bendera finis di hari Sabtu,” ujar Bez sambil tertawa.

Setelah Martin memenangkan sprint di Le Mans, kini keunggulan Bezzecchi sebagai pemimpin klasemen menyusut menjadi 6 poin saja dari sebelumnya 11 poin. Tapi masih ada race utama hari Minggu, dimana biasanya MarcoBezz#72 menunjukkan performa terbaiknya.
“Masih di tahap awal musim. Ini baru balapan akhir pekan ke-5 dan masih ada banyak balapan, sehingga saya tidak terlalu ambil pusing soal klasemen,” pungkas murid legenda MotoGP Valentino Rossi itu.

Martin mungkin mengamati dan memahami apa yang harus dibenahi melihat data Bezzecchi yang sudah gacor duluan.. Dengan sisa kontrak tengah tahun ( ke Yamaha musim depan) mungkinkah dia akan memboyong nomor 1 lagi ke tim lain yang dimenangkannya dari mantan timnya? ingat kasus nomor 1 Ducati yang dibawa ke Aprilia gak bro… deja vu 🙂






