RiderTua.com – Halo Bro-Sis pembaca RiderTua di mana pun kalian berada… Nicolo Bulega sulit dikalahkan sejak Toprak ke MotoGP.. Yang menarik adalah Bulega ingin merasakan kekalahan, tapi yang terjadi justru sebaliknya… Di putaran keempat WorldSBK di Balaton Park, Nicolo Bulega (tim resmi WSBK Ducati) kembali tampil dominan dan mengunci kemenangan Race 2 dengan meyakinkan…
Nicolo Bulega Sulit Dikalahkan Sejak Toprak ke MotoGP!!
Om Bulega juga memperpanjang rekor kemenangan beruntunnya jadi 16 balapan, sebuah angka yang mulai terasa ‘nggak wajar’. Sementara dengan Iker Lecuona yang kembali finis kedua seperti pola yang berulang, Yari Montella dari tim Barni mengamankan posisi ketiga, membuat podium jadi pesta merah Ducati cup..!

Di belakangnya, Axel Bassani finis keempat, sementara kejutan datang dari Garrett Gerloff dari geng ijo Kawasaki.. naik signifikan dan akhirnya meraih hasil terbaiknya setelah penantian panjang. Alex Lowes menutup posisi keenam, disusul rider Ducati lainnya seperti Michael Ruben Rinaldi dan Tarran Mackenzie. Remy Gardner dan Stefano Manzi dari Yamaha melengkapi posisi sepuluh besar dengan performa yang cukup solid.
Honda ikut kecipratan untung setelah beberapa rider gagal finis dan Petrucci absen karena cedera pinggul. Situasi ini membuka jalan bagi Somkiat Chantra untuk mencuri poin di posisi ke-15. Sementara itu, Yuki Kunii yang datang sebagai pengganti dari Jepang harus puas finis paling belakang dari total 16 pembalap yang turun balap tanpa poin…

Tanpa Toprak..
Bulega lagi ada di level yang beda nih kayaknya. Sejak Toprak Razgatlioglu nggak ada lagi di WSBK, praktis belum ada pembalap yang benar-benar bisa menantangnya secara konsisten. Ia tampil cepat, rapi, dan hampir tanpa cela sepanjang musim ini. Masalahnya, kursi MotoGP di Ducati lagi penuh, padahal target Bulega jelas ingin naik kelas musim depan. Opsi ke tim VR46 pun tipis, jadi masa depannya mulai jadi tanda tanya besar.
Kalau performa kayak gini terus, rasanya WSBK sudah ‘kekecilan’ buat Bulega. Tinggal tunggu langkah berikutnya: bertahan dan terus menang, atau ambil risiko pindah demi tantangan baru. Di titik ini, dominasi di superbike saja terasa belum cukup kalau belum diuji di level yang lebih tinggi ke MotoGP… cuma ya itu..kalau di tim Yamaha MotoGP yang motornya masih baru seperti Toprak yaaa sami mawon… syulittt 🙂







