Home MotoGP Iker Lecuona: Penaltinya Terlalu Keras, Balap Motor Memang Berbahaya Tapi Senggolan Itu...

    Iker Lecuona: Penaltinya Terlalu Keras, Balap Motor Memang Berbahaya Tapi Senggolan Itu Biasa

    Iker Lecuona
    Iker Lecuona

    RiderTua.com – Halo Sobat RiderTua di mana pun berada. Semenjak bergabung di tim pabrikan Ducati WSBK, Iker Lecuona konsisten berada di barisan depan. Rider yang sempat membalap di MotoGP selama 1 musim itu, berhasil 9 kali meraih podium (semuanya finis ke-2) berturut-turut dalam 4 seri atau 12 balapan musim ini.

    Di WSBK Hungaria akhir pekan lalu, Iker mampu mempersempit gapnya dengan rekan setimnya Nicolo Bulega yang menyapu bersih 12 kemenangan musim ini. “Saya puas dengan penampilan saya. Akhir pekan ini saya lebih dekat dengan Nicolo,” ujarnya.

    Iker Lecuona: Penaltinya Terlalu Keras, Balap Motor Memang Berbahaya Tapi Senggolan Itu Biasa

    Hasil Race 2 WSBK Hungaria 2026
    Hasil Race 2 WSBK Hungaria 2026

    Meski Iker Lecuona menunjukkan performa yang luar biasa di Balaton Park, sebenarnya kondisi tubuhnya kurang fit. “Sebelum balapan akhir pekan saya sudah merasa tidak enak badan. Pada hari Kamis saya merasa benar-benar buruk, dan pada hari Jumat saya sangat kesulitan. Jeda antara Superpole Race dan Race 2, kondisi saya tak kunjung membaik. Rasanya, seperti baru saja menyelesaikan balapan yang panjang,” ujar rider berusia 26 tahun itu.

    Konten promosi pihak ketiga – hasil dapat berbeda untuk setiap individu.

    Akibatnya, di lap-lap terakhir Lecuona terpaksa membiarkan Bulega menyalipnya. “Di beberapa lap terakhir, saya harus mengurangi kecepatan. Saya membuat beberapa kesalahan karena saya sudah capek dan tidak bisa fokus lagi,” imbuhnya.

    Meski kondisinya kurang fit, Lecuona masih sempat memberikan tekanan besar kepada Bulega. Dia yakin, rekan setimnya itu sudah dipaksanya hingga batas maksimal. “Nicolo melakukan pekerjaan yang sangat baik. Dia nyaris membuat beberapa kesalahan di depan saya. Saya benar-benar menekannya. Itu membuat saya sangat senang, karena dia harus mengerahkan seluruh kemampuannya. Ini bukan balapan yang mudah baginya. Saya bisa bilang begitu karena saya melihatnya melakukan beberapa aksi penyelamatan. Dia sudah berada di batas kemampuannya!” tegas rider asal Spanyol itu.

    Tapi Lecuona tetap harus mengaku kalah dari Bulega, yang membukukan rekor 16 kemenangan beruntun di Superbike. “Dia sudah 5 tahun bersama Ducati, tapi ini baru balapan ke-4 saya dengan Ducati. Saya harus puas. Tentu saja saya frustrasi karena saya ingin menang. Tapi itulah realitanya,” ungkapnya.

    Lecuona mengkritik penalti yang diberikan Stewards belakangan ini. Dia tidak setuju dengan penalti yang diterimanya di Superpole Race dan juga penalti yang dijatuhkan kepada Andrea Locatelli. “Saya sama sekali tidak setuju dengan keputusan Race Director sepanjang akhir pekan!” tegasnya.

    Miguel Oliveira
    Miguel Oliveira

    Lecuona menyoroti tabrakan antara Miguel Oliveira, Andrea Locatelli, dan Sam Lowes. “Itu terjadi di lap pembuka, dua pembalap melebar, dan kemudian ada 3 pembalap sejajar berdampingan. Penalti tidak masuk akal. Sam berada di racing linenya, dan Loka juga kembali ke jalurnya. Dia tidak benar-benar keluar jalur. Menurut saya itu bukan pelanggaran,” jelasnya.

    Lecuona melanjutkan, “Semua penalti yang diberikan baru-baru ini terlalu keras. Balap motor menang olahraga yang berbahaya, tetapi senggolan adalah hal yang wajar. Saya tidak setuju, jika semua tindakan harus dihukum.”

    Usai menjalani 4 seri pertama, Lecuona bertahan di peringakt 2 dengan perolehan 166 poin atau selisih 82 poin dari pemuncak klasemen Nicolo Bulega.

    Nicolo Bulega - Iker Lecuona - Ducati 14
    Nicolo Bulega – Iker Lecuona – Ducati 14

    © ridertua.com

    Konten promosi pihak ketiga – hasil dapat berbeda untuk setiap individu....

    TINGGALKAN BALASAN

    Silakan masukkan komentar Anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini