Home MotoGP Fabiano Sterlacchini (Aprilia) Membocorkan Resep Kesuksesannya

    Fabiano Sterlacchini (Aprilia) Membocorkan Resep Kesuksesannya

    Jorge Martin - Marco Bezzecchi - Pedro Acosta
    Jorge Martin - Marco Bezzecchi - Pedro Acosta

    RiderTua.com – Bro-Sis pembaca setia RiderTua. Sejak Fabiano Sterlacchini menjabat sebagai Direktur Teknis, cara kerja Aprilia berubah total. RS-GP kini bertransformasi menjadi motor kompetitif di grid MotoGP, cepat dan konsisiten di semua tipe trek. Tim yang dipimpinnya menunjukkan sebagai tim solid yang kerjasama antar divisinya jauh lebih baik.

    Sterlacchini menjelaskan, “Intinya, ini soal menerapkan hal-hal yang paling mendasar di dalam perusahaan. Sifat negatif manusia adalah berpikir bahwa semua orang bekerja secara individual. Dalam arti, ‘saya yang benar bukan kamu’. Sederhananya, kita harus bekerja sama. Setelah saya datang lalu menganalisis selama 2 atau 3 bulan, saya melihat bahwa di area tertentu dua departemen tidak saling bekerja sama, padahal itu sangat penting. Jadi saya menggunakan pengalaman saya dan ‘memaksa’ orang-orang untuk bekerja sama antar divisi. Karena itulah satu-satunya cara untuk mencapai kesuksesan.”

    Fabiano Sterlacchini (Aprilia) Membocorkan Resep Kesuksesannya

    Fabiano Sterlacchini
    Fabiano Sterlacchini

    Pada 2026, Aprilia mengalami peningkatan yang luar biasa. Meraih 3 kemenangan dalam 4 grand prix pertama dan peringkat 1 dan 2 di klasemen pembalap dengan 2 pembalap pabrikannya Marco Bezzecchi dan Jorge Martin. Bahkan pada seri ke-4 di Jerez kemarin, 4 pembalapnya finis di 6 besar. Sebuah indikasi jelas dari performa tinggi nan konsisten yang ditunjukkan pabrikan Italia itu.

    Konten promosi pihak ketiga – hasil dapat berbeda untuk setiap individu.

    Selain itu, Aprilia dikenal sebagai pabrikan yang sangat maju dan inovatif dalam bidang aerodinamika. Bahkan beberapa pengamat menilai bahwa mereka lebih baik dibanding Ducati. Dalam tes Jerez kemarin, mereka memperkenalkan satu set winglet baru yang dipasang dekat windshield, setelah sebelumnya mereka juga memperkenalkan leg wings.

    “Ini adalah konsep baru. Tujuan utamanya untuk menguji hasil simulasi komputer (CFD) langsung di lintasan. Biasanya proses dimulai dari simulasi lalu diuji ke wind tunnel (terowongan angin) baru kemudian ke lintasan. Korelasi ini sangat penting. Namun, beberapa hasil positif ternyata tidak selalu sesuai dengan umpan balik para pembalap. Oleh karena itu, kami terus menganalisis data. Itu adalah bagian normal dari proses pengembangan,” jelas Fabiano Sterlacchini.

    Fabiano Sterlacchini - Marco Bezzecchi
    Fabiano Sterlacchini – Marco Bezzecchi

    Selain aerodinamika, Aprilia juga mengembangkan sasis dan elektronik dalam tes Jerez. Sesi tes dimanfaatkan untuk mencoba solusi yang lebih ekstrem, sesuatu yang tidak bisa dilakukan saat balapan akhir pekan karena disana hanya fokus pada perbaikan kecil. Dalam tes, mereka dapat mencoba solusi yang lebih radikal, misalnya untuk memaksimalkan performa ban soft dan grip.

    Aprilia juga berpikir ke depan, khususnya ketika mesin MotoGP berubah menjadi 850cc pada 2027. Meski saat ini sudah sukses, namun mereka tetap mengikuti rencana awal tanpa berubah arah. “Kami menetapkan strategi yang jelas untuk kedua proyek (mesin 1000cc dan 850cc) sejak awal dan tetap berpegang teguh padanya. Meskipun saat ini kami lebih sukses dari yang diperkirakan, kami ingin mempertahankan planning ini. Pada saat yang sama, kita tidak boleh kehilangan fokus untuk menyelesaikan masalah dan memanfaatkan peluang musim ini,” jelas Sterlacchini.

    Faktor penting lainnya yang mendongkrak kesuksesan Aprilia adalah departemen aerodinamika yang dipimpin oleh Marco de Luca. Meski begitu, Sterlacchini tidak mau terlalu cepat mengklaim bahwa mereka adalah yang terbaik. Mantan teknisi Ducati itu menegaskan bahwa kekuatan utama ada pada kerjasama tim secara keseluruhan.

    Fabiano Sterlacchini - Aprilia
    Fabiano Sterlacchini – Aprilia

    “Sulit untuk mengatakan, apakah kami adalah tolok ukur. Kami punya tim yang sangat kuat, dipimpin oleh Marco. Tetapi kerjasama tim sangat penting. Kami berhasil mencapai korelasi yang sangat baik antara simulasi dan performa di lintasan, tapi itu bukan hal yang pasti,” ujar Sterlacchini.

    Kunci sukses Aprilia saat ini adalah keseimbangan antara simulasi (CFD), wind tunnel/terowongan angin, dan data nyata di trek. “Kita mencoba memanfaatkan hasil CFD secara maksimal dan mengkorelasikannya dengan wind tunnel. Jika korelasi ini juga berfungsi di lintasan, maka kita dapat mengandalkannya. Bahkan jika ada margin kesalahan tertentu dan selama sebagian besar hasilnya sesuai, proses pengembangan dianggap sukses,” pungkas Sterlacchini.

    © ridertua.com

    Konten promosi pihak ketiga – hasil dapat berbeda untuk setiap individu....

    TINGGALKAN BALASAN

    Silakan masukkan komentar Anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini