Home MotoGP Honda Tak Senang dengan Sikap Fabio Quartararo? Saat Ini Jelekan Yamaha, Saat...

    Honda Tak Senang dengan Sikap Fabio Quartararo? Saat Ini Jelekan Yamaha, Saat di Honda Bisa Lakukan Hal Sama?

    Fabio Quartararo Shush, sstttt
    Fabio Quartararo

    RiderTua.com – Honda mulai was-was dengan ‘mulut pedas’ Fabio Quartararo dimana kritiknya yang terus-menerus terhadap timnya saat ini (Yamaha) membuat Honda tidak senang.. Apalagi tim Sayap emas itu dilaporkan akan mengontraknya musim depan. Honda tampaknya cukup khawatir tentang apa yang akan dikatakan Fabio jika ia bergabung dengan mereka tahun depan (2027).. Dan kita tahu bahwa Honda seperti Yamaha, performa motor RCV mereka juga kurang baik. Dan wajar Honda ketar-ketir, karena setiap pabrikan akan menjaga nama brand mereka.. dan memang seharusnya begono..

    Honda Tak Senang dengan Sikap Fabio Quartararo yang Sering Jelekkan Yamaha?

    Dalam kontrak antara pembalap dan pabrikan, biasanya selalu ada klausul yang melarang pernyataan yang bisa merugikan kedua pihak.. Namun melihat perilaku Fabio saat ini, yang berulang kali melontarkan kritik terhadap motor pabrikan di depan media, tidak berlebihan jika sikap itu dianggap sebagai pelanggaran kontrak..

    Fabio Quartararo
    Fabio Quartararo

    Fabio saat ini menerima gaji sekitar 12 juta euro per tahun dari Yamaha (sekitar 242M), menjadikannya pembalap dengan bayaran tertinggi di paddock MotoGP, bahkan melampaui Marquez. Memang benar Yamaha gagal memenuhi ekspektasinya soal performa motor, tapi dorongan untuk beralih ke mesin V4 justru datang dari Fabio sendiri… dan mereka pasti tahu bahwa pengenalan mesin tersebut pasti akan menyebabkan periode kinerja yang buruk (butuh waktu & tidak langsung kompetitif.Meski belakangan ia mencoba menggeser argumen dengan mengatakan yang ia butuhkan hanyalah motor cepat, terlepas dari konfigurasi mesin.. intinya apakah mesinnya 4 silinder segaris atau V4 tidak masalah…

    Konten promosi pihak ketiga – hasil dapat berbeda untuk setiap individu.

    Sebagai juara dunia seharusnya Fabio tidak bisa menerima jika harus terus berada di posisi belakang..itu adalah kebanggaannya. Ini adalah sesuatu yang seharusnya dimiliki seorang pembalap secara alami. Kondisi saat ini pun memang jauh dari ideal, tanpa tanda-tanda perbaikan yang jelas, jadi tidak heran jika frustrasinya sudah memuncak sejak lama..

    Fabio Quartararo
    Fabio Quartararo

    Namun balapan bukan hanya soal kemampuan individu, tapi juga kerja tim.. Jika dia hanya bisa mengeluh terus setelah balapan, itu akan meredam semangat staf dan menciptakan suasana buruk di garasi tim. Belum lagi muncul pertanyaan, untuk apa tim membayar mahal pembalap jika yang didapat justru kritikan yang tidak membangun ( menurunkan semangat tim) dan diumbar ke media..?

    Sebagai perusahaan Jepang, Yamaha, sangat menjunjung tinggi keharmonisan tim dan citra organisasi. Ini bukan hanya tentang menang…tapi juga bagaimana tetap menjaga sikap profesional bahkan di situasi sulit. Dan prinsip itu juga berlaku di Honda.

    Dulu saat Marc Marquez kecewa dengan Honda setelah rentetan kekalahan mereka dan mengancam untuk meninggalkan tim, Honda menanggapi dengan mengatakan.. Honda tidak mencoba memaksa pembalap untuk tetap tinggal jika mereka tidak berpikir dapat bersaing dengan mereka, singkatnya jika pembalap ingin pergi, silakan… Honda dengan halus tapi tegas memberi sinyal bahwa jika sang pembalap merasa tidak bisa lagi berjuang bersama, maka pintu keluar terbuka…monggo mass. πŸ™‚

    Marc Marquez - Repsol Honda - Lenovo Ducati 2025
    Marc Marquez – Repsol Honda – Lenovo Ducati 2025

    Memang benar.. saat ini Honda tidak separah Yamaha… Namun Honda juga tertinggal di belakang tim-tim Eropa seperti Ducati dan Aprilia, dan tidak pasti apakah ini akan meningkat drastis musim depan dengan peraturan baru. Kalau pengembangan mesin 850cc nanti juga terlambat, pertanyaannya, seberapa lama Fabio bisa bersabar?

    Pada dasarnya, pembalap tetaplah pihak yang dikontrak oleh perusahaan, mirip karyawan dengan nilai kontrak tinggi. Dalam dunia kerja pada umumnya, orang yang saat wawancara justru sibuk menjelekkan perusahaan lamanya jarang dilirik, seberapa pun hebatnya dia…! itu hukum alam… hahaha, ibarat mau melamar pacar, tapi dia bilang wajah pacarnya jelek..yo ngamok rekkk..

    Jika Fabio ingin sukses bersama Honda musim depan, tidak peduli seberapa sulitnya keadaan sekarang, ia setidaknya perlu mempertahankan sikap profesionalnya saat berinteraksi dengan media (wawancara). Jika tidak, perbedaan budaya kerja bisa jadi masalah besar, apalagi Honda masih kuat dengan nilai khas Jepang yang menjunjung tinggi keharmonisan tim.

    Fabio Quartararo
    Fabio Quartararo

    Mungkin sekarang saatnya Fabio Quartararo sedikit menahan diri.. Dia yang telah meraih kemenangan beruntun dalam beberapa tahun terakhir dan tidak lagi mampu menanggung tekanan, telah berbicara buruk tentang Yamaha setiap kali ia muncul di media, bukan tidak mungkin Yamaha akan membatasi kemunculannya di publik atau lebih jelasnya mungkin Yamaha akan melarangnya tampil di media di masa mendatang.

    Kalau dipikir-pikir, situasi ini agak tricky juga buat Fabio. Di satu sisi, dia cuma jujur dan pengen motor yang kompetitif. Tapi di sisi lain, cara ngomong yang terlalu frontal juga bisa jadi bumerang, apalagi kalau masuk ke lingkungan baru yang budaya kerjanya beda. Dunia balap itu bukan cuma soal gas dan skill di lintasan, tapi juga soal main cantik di luar trek. Nah, tinggal lihat aja nanti, apakah Fabio bisa sedikit ‘ngerem’ omongannya… atau justru tetap gaspol kayak di track los dol ora uruss… πŸ™‚

    © ridertua.com

    Konten promosi pihak ketiga – hasil dapat berbeda untuk setiap individu....

    TINGGALKAN BALASAN

    Silakan masukkan komentar Anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini