RiderTua.com – Hai Sobat RiderTua, balik lagi kita bahas dunia otomotif, Honda Cross Cub 110 Special Edition 2026 hadir dengan tampilan yang bikin kesan petualangnya makin kental. Dirilis oleh Sundiro Honda di China, motor bebek dengan gaya petualang ini punya pesaing langsung yakni Jialing Cross 125X.
Sebelum itu kita bahas dulu soal harga dari model Special Edition ini yang dirilis dengan banderol sampai 13.500 Yuan atau sekitar Rp 33,9 jutaan, masih lumayan terjangkau. Apalagi selisih harga dari yang standar itu cuma sebesar 500 Yuan aja (sekitar Rp 1,2 jutaan).
Warna Spesial! Honda Cross Cub 110 Special Edition 2026 Kesan Petualangnya Makin Kental

Sementara masalah dapur pacunya mengandalkan 1 silinder berkapasitas 109cc SOHC 2-klep PGM-Fi pendingin udara, fokusnya pada keiritan bahan bakar. Diklaim mengeluarkan tenaga puncak 8 hp pada 7.500 rpm dan torsi maksimum 8,8 Nm pada 5.500 rpm. Menyalurkannya lewat transmisi semi otomatis 4-speed.
Di edisi ini mengambil inspirasi dari “Grand Canyon” yang bisa dilihat pada grafisnya dengan gambar pegunungan dan ada matahari kuning di belakangnya. Kombinasi warna bodinya hitam doff dengan warna coklat (sand), serta detail tulisan “The Crossover a Life and Play” di spakbor belakangnya.

Desainnya sendiri masih mempertahankan ciri khasnya dari dulu yang bodinya sangat minim dan bagian belakangnya mirip Super Cub. Lampu-lampunya membulat, lalu di headlamp ada pelindung atau rak besi, stang naked, jok terpisah, serta spakbor depannya panjang.
Knalpotnya panjang dan ramping dengan pelindung chrome yang mendukung tampilan retro-nya. Bobot motor ini adalah 107 kilogram, dengan tinggi jok 786 mm, wheelbase di 1.228 mm, serta ground clearance 167 mm. Velg alloy 17 inci dengan ban semi off-road berukuran 80/90 depan-belakang.

Kaki-kakinya mengandalkan garpu teleskopik dengan cover karet di bagian depan, dikombinasi suspensi ganda di belakang. Sistem pengereman pakai cakram depan yang dijepit kaliper 2-piston dan rem tromol buat belakang.
Kalau fitur dan teknologinya sederhana saja, seperti panel instrumen kombinasi analog dengan layar LCD kecil di bawahnya yang tampilannya simpel dan mudah dibaca. Lalu lampu utamanya udah LED buat penerangan yang lebih baik, serta ada sistem ABS Single-Channel di bagian depan biar makin aman.
| Aspek | Detail |
|---|---|
| Mesin | 1 silinder 109cc SOHC 2-katup PGM-Fi pendingin udara |
| Tenaga | 8 hp pada 7.500 rpm |
| Torsi | 8,8 Nm pada 5.500 rpm |
| Transmisi | Semi otomatis 4-percepatan |
| Rangka | Backbone |
| Suspensi Depan | Teleskopik dengan cover karet |
| Suspensi Belakang | Dual shock |
| Rem Depan | Cakram, kaliper 2 piston |
| Rem Belakang | Tromol |
| Sistem Keamanan | ABS single channel |
| Velg Ban | Alloy 17 inci, ban 80/90 depan belakang |
| Bobot | 107 kg |
| Tinggi Jok | 786 mm |
| Wheelbase | 1.228 mm |
| Ground Clearance | 167 mm |
| Fitur | Lampu LED, panel analog LCD, indikator gigi, indikator bensin, odometer, desain retro adventure, pelindung lampu, knalpot cover chrome |
| Harga | 13.500 Yuan (sekitar Rp 33,9 jutaan) |







