RiderTua.com – Honda Cross Cub 110 dan Jialing Cross 125X merupakan dua model yang sama-sama membawa konsep Cub petualang dengan pendekatan berbeda. Di pasar China, motor bebek bergaya adventure kecil cukup unik karena menggabungkan kepraktisan komuter dengan tampilan semi off-road.
Keduanya terlihat mirip secara konsep, tapi sebenarnya menyasar karakter pengguna yang berbeda. Cross Cub 110 lebih ke lifestyle bike yang simpel dan fun, sementara Cross 125X lebih ke arah utilitarian dengan performa sedikit lebih besar.
▶Daftar Isi
Honda Cross Cub 110: Cub Adventure Ikonik dengan Karakter Simpel dan Tangguh

Honda Cross Cub 110 dibekali mesin 1 silinder 109cc SOHC pendingin udara dengan tenaga sekitar 8 hp pada 7.500 rpm dan torsi 8,8 Nm pada 5.500 rpm, dipadukan dengan transmisi semi-otomatis 4 percepatan khas Cub. Mesin ini terkenal sangat irit dan mudah dirawat.
Karakter mesinnya santai dan tidak agresif, lebih fokus ke efisiensi dan kemudahan penggunaan. Tarikan halus dan linear, cocok untuk penggunaan dalam kota atau jalan santai tanpa perlu banyak effort.

Dari sisi sasis, Cross Cub menggunakan rangka backbone dengan suspensi depan teleskopik dan belakang dual shock, serta roda 17 inci dengan ban semi dual purpose. Setup ini membuatnya cukup fleksibel untuk jalan aspal hingga jalur ringan.
Fitur cukup sederhana tapi fungsional seperti ABS depan, lampu LED, dan indikator posisi gigi. Desainnya juga khas retro adventure dengan pelindung lampu dan ban semi off-road. Untuk harga di China, motor ini berada di kisaran 13.000 yuan atau sekitar Rp 32,8 jutaan.
Jialing Cross 125X: Cub Adventure yang Lebih Bertenaga dan Terjangkau

Jialing Cross 125X menggunakan mesin 1 silinder 125cc pendingin udara dengan tenaga 10 hp pada 8.000 rpm dan torsi 10,5 Nm pada 5.200 rpm, dipadukan dengan transmisi semi-otomatis. Secara performa, ini lebih unggul dari Cross Cub.
Karakter mesinnya lebih bertenaga di putaran bawah, dengan tenaga yang terasa lebih kuat untuk membawa beban atau melewati medan menanjak ringan. Namun dari sisi halus dan refinement, biasanya masih di bawah Honda.

Dari sisi sasis, Cross 125X umumnya menggunakan rangka sederhana dengan suspensi teleskopik depan dan dual shock belakang, serta velg jari-jari dengan ban dual purpose. Setup ini lebih diarahkan ke fungsi kerja dan daya tahan dibanding feel berkendara.
Fitur cenderung basic seperti panel analog, lampu halogen atau LED sederhana, dan sistem pengereman cakram depan serta tromol belakang. Fokus utamanya ada pada kepraktisan dan biaya murah.
Untuk harga di China, Jialing Cross 125X biasanya berada di kisaran 8.980 yuan atau sekitar Rp 22,5 jutaan, jauh lebih murah dibanding Honda, menjadikannya opsi utilitarian dengan value tinggi.
| Aspek | Honda Cross Cub 110 | Jialing Cross 125X |
|---|---|---|
| Mesin | 1 silinder 109cc SOHC 2 katup pendingin udara | 1 silinder 125cc SOHC pendingin udara |
| Tenaga | 8 hp pada 7500 rpm | 10 hp pada 8000 rpm |
| Torsi | 8,8 Nm pada 5500 rpm | 10,5 Nm pada 5200 rpm |
| Transmisi | Semi otomatis 4 percepatan | Semi-otomatis |
| Rangka & Suspensi | Backbone, teleskopik depan, dual shock belakang | Rangka sederhana, teleskopik depan, dual shock belakang |
| Roda & Ban | 17 inci, ban semi dual purpose | Jari jari, ban dual purpose |
| Pengereman | Cakram depan, tromol belakang, ABS depan | Cakram depan, tromol belakang |
| Fitur | LED, indikator gigi, ABS, sederhana dan fungsional | Panel analog, lampu halogen atau LED, fitur basic |
| Karakter | Lifestyle, irit, halus, fun riding | Lebih bertenaga, utilitarian, murah |
| Harga | 13.000 Yuan (sekitar Rp 32,8 jutaan) | 8.980 Yuan (sekitar Rp 22,5 jutaan) |






