RiderTua.com – Bro pembaca RiderTua sekalian. Alvaro Bautista kehilangan statusnya sebagai pembalap nomor 1 di tim pabrikan Aruba.it Ducati sejak aturan berat minimum gabungan pembalap dan motor (oleh sebagian orang disebut ‘aturan anti-Bautisa’) diberlakukan. Kemudian status tersebut diambil alih rekan setimnya Nicolo Bulega, yang 2 kali menjadi runner-up berturut-turut. Bahkan ironisnya Bautista kehilangan kursi di tim pabrikan Ducati untuk 2026. Kini pembalap berusia 41 tahun itu membalap untuk tim satelit Barni Spark Ducati.
Meski sempat crash, Bautista meraih podium (finis ke-3) pertamanya musim ini di Phillip Island. Dan di Portimao, setelah dua kali finis ke-9, dia kembali crash. Sehingga sulit untuk memprediksi, apa yang mampu dia lakukan pada seri ke-3 di Sirkuit Assen..
Alvaro Bautista: Saat Ini Tidak Ada Rival yang Mampu Menyaingi Nicolo Bulega

Di Assen, Alvaro Bautista punya catatan yang cukup bagus dengan 7 kemenangan dan 13 podium. Start dari posisi ke-7 sebenarnya bukan masalah besar buatnya, karena sejak dulu dia memang dikenal bukan spesialis kualifikasi. Dari total 247 balapan Superbike yang diikutinya, dia hanya 10 kali start dari posisi terdepan.
Bautista mengatakan, “Di beberapa lap pertama, saya bisa jadi pembalap yang berbahaya karena motornya terlalu berat dan tidak bisa dikendalikan sesuai keinginan saya. Pada awalnya, saya mencoba untuk tidak merusak apa pun dan hanya mempertahankan posisi saya. Setiap crash pasti ada penyebabnya, sejauh ini musim ini sangat berat bagi saya.”
“Banyak hal telah berubah bagi saya. Motornya, timnya. Dan kami belum banyak melakukan tes dan feel saya terhadap motor juga belum bagus. Sulit bagi kami untuk menemukan solusi atas masalah saya dan meningkatkan umpan balik motor untuk saya. Saya dan tim semakin mengenal satu sama lain, dan sekarang kami bekerja lebih ke arah yang sama,” imbuh rider berusia 41 tahun itu.

Dalam Race 1 pada Sabtu sore di Assen, Bautista tidak mampu menyamai 2 pembalap tim pabrikan Ducati Nicolo Bulega dan Iker Lecuona di barisan depan. Bahkan rekan setimnya Sam Lowes juga sedikit lebih cepat. Namun finis ke-4 adalah hasil yang cukup bagus dan menambah kepercayaan dirinya.
Juara Dunia Superbike 2022 dan 2023 itu menjelaskan, “Di Portimao, kami lebih fokus pada insting saya dibandingkan pada data. Itu memungkinkan kami untuk membuat kemajuan, tapi sayang sekali saya jatuh dalam balapan. Di Assen kami kembali meningkat, perlahan mulai menemukan setu-up dasar, dan saya mendapatkan kembali kepercayaan diri saya.”

“Tentu saja saya ingin memulai musim sebaik mungkin, tetapi situasinya memang seperti ini. Jika suatu saat saya merasa tidak mampu berkembang lagi, maka saya akan pensiun. Tapi selama saya masih menikmati balapan dan punya feel yang baik, hasil apik akan datang dengan sendirinya,” imbuh Bautista. Dengan mencetak 13 poin dari Race 1, Bautista kini mengumpulkan 40 poin dan berada di peringkat 8 dalam klasemen sementara.
Soal Nicolo Bulega, apakah menurut Bautista mantan rekan setimnya itu bisa memenangkan setiap balapan tahun ini? “Dia bisa. Saat ini tidak ada rival yang mampu mengimbanginya. Jika aturan berat badan dihapuskan, saya punya peluang yang lebih baik. Namun, saat ini dia sudah terlalu jauh di depan,” pungkasnya optimis.







