RiderTua.com – Bro-Sis pembaca setia RiderTua. Setelah gagal mencetak poin dalam sprint dan juga kena penalti grid, tak mudah bagi Marco Bezzecchi untuk memulai race utama hari Minggu di COTA. Namun reaksinya dalam balapan sungguh luar biasa, bahkan dia sendiri tidak menduganya.
“Saya sangat terkejut. Saya sudah merasakan dalam balapan sebelumnya, tetapi lebih terasa lagi di sini,” ungkap rider asal Rimini Italia itu usai balapan, sambil menekankan pentingnya dukungan dari tim di saat sulit. Bezzecchi berhasil memenangkan balapan, unggul 2 detik dari rekan setimnya Jorge Martin yang finis ke-2.
Marco Bezzecchi: Saya Speechless Ketika Mendengar Nama Saya Disandingkan dengan Legenda Seperti Vale atau Marquez

Jika menilik dari situasinya, kemenangan Marco Bezzecchi di GP Amerika sangat bermakna. Rider berusia 27 tahun itu mengakui bahwa secara mental hari Sabtu sangat berat, berbanding terbalik dengan penampilannya di hari Minggu. “Setelah apa yang terjadi kemarin, saya tidak menyangka bisa bangkit seperti ini. Tim Aprilia sangat membantu mengembalikan rasa percaya diri saya,” ujarnya.
Dalam balapan, Bezzecchi sempat duel sengit melawan Pedro Acosta (KTM) tapi keduanya melebar saat pengereman lalu terjadilah senggolan yang membuat winglet belakangnya hancur. Meski bagian belakang motornya rusak yang membuatnya kesulitan saat pengereman, MarcoBezz#72 berhasil menang. “Motornya tidak stabil dan saya tidak bisa terlalu memaksakannya. Kemenangan itu tidak semudah yang terlihat dari luar,” imbuhnya.
Jika dihitung dari GP Portugal 2025, ini artinya Bezzecchi mengukir sejarah dengan membukukan 5 kemenangan beruntun atau hingga GP Amerika 2026. Selain itu rider berjuluk Simple The Bezz itu juga memecahkan rekor dengan memimpin 121 lap berturut-turut. Kini namanya sejajar dengan pembalap top seperti Giacomo Agostini, Mick Doohan, Marc Marquez, dan gurunya sendiri Valentino Rossi.
“Saya speechless ketika mendengar nama saya disandingkan dengan legenda seperti Vale atau Marc. Sangat sulit untuk menggambarkan apa yang saya rasakan. Ini sebuah kehormatan sekaligus tekanan. Pada akhirnya, itu hanyalah angka. Kita harus tetap fokus,” pungkasnya.
Saat ini Bezzecchi memimpin klasemen dengan unggul tipis 4 poin dari Martin. Itulah sebabnya dia tidak mau terlalu euforia merayakan rekornya tersebut, karena musim masih panjang.









