RiderTua.com – Apa kabar pembaca RiderTua? Maverick Vinales tidak punya peluang untuk meraih hasil yang memuaskan di GP Brasil. Di kualifikasi rider Tech3 KTM itu hanya berada di posisi ke-20 dan crash saat sprint race. Kemudian hanya finis di posisi ke-18 alias terakhir pada race utama hari Minggu tertinggal 36,4 detik di belakang pemenang Marco Bezzecchi (Aprilia).
Ini artinya, Vinales belum mampu mencetak satu poin pun dalam 2 seri pertama musim 2026. Sebelumnya, dia finis di posisi ke-19 dalam sprint dan ke-16 dalam race utama pada balapan pembuka musim di Thailand. Tapi di sisi lain, Pedro Acosta dari tim pabrikan KTM tampil kuat selama 2 seri pertama. Bahkan dia berhasil memenangkan sprint di Thailand dan juga sempat menjadi pemuncak klasemen. Performa keduanya sanagt jomplang meski mengendarai motor yang sama.
Maverick Vinales Masih 0 Poin: Masih Banyak yang Harus Diperbaiki

BTW, Maverick Vinales menggunakan paket aerodinamis yang berbeda dari rekan-rekan KTM-nya. Di bagian belakang RC16-nya terdapat winglet samping, sementara 3 pembalap KTM lain menggunakan winglet di bagian ‘punuk’ jok.
Apakah set-up Vinales salah arah? “Jelas, hal paling cerdas yang harus dilakukan adalah beradaptasi dengan pembalap lain untuk mengumpulkan lebih banyak data dan meningkatkan performa. Tetapi saat ini, kita harus fokus pada diri sendiri dan mencoba kembali menemukan ritme yang baik. Menurutku akhir pekan ini cukup positif di beberapa area. Itulah mengapa saya puas. Tetapi masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan, tidak hanya pada motor tetapi juga pada diri saya sendiri. Ini adalah gabungan dari kedua faktor tersebut,” jawab rider berjuluk Top Gun itu.
Masalah utama terletak pada ban belakang soft. “Saya masih berpikir ini adalah akhir pekan yang positif. Balapan berjalan seperti itu, tetapi kami paham bahwa dengan kompon ban belakang soft, bagian belakang mendorong roda depan terlalu kuat ke depan. Ini bikin motor susah belok dan juga memengaruhi feel terhadap motor. Bahkan jika saya late braking, saya melebar. Saya kesulitan dengan motor sepanjang balapan,” jelas ViΓ±ales.

Vinales juga mengungkapkan bahwa paket motornya saat ini, dikombinasikan dengan suku cadang yang digunakan, sangat sensitif terhadap kompon soft. “Hal yang paling cerdas adalah mengikuti set-up pembalap lain dan menemukan solusi agar kita tidak terlalu sensitif saat menggunakan kompon soft,” imbuh rider berusia 30 tahun itu.
Menariknya, Vinales merasa jauh lebih nyaman dengan set-up yang mirip seperti yang digunakannya selama tes di Sepang. Namun pada balapan di sirkuit Ayrton Senna Goiania, semuanya tidak berjalan dengan baik.
“Masalah utamanya adalah bagian belakang mendorong roda depan ke depan dan saya tidak bisa membangun cornering speed. Lalu saya terlalu cepat berakselerasi dan semuanya berantakan. Start juga sangat sulit. Kita benar-benar harus memperbaikinya,” tegas Vinales.
Vinales berharap bisa tampil lebih baik pada seri berikutnya di GP COTA Austin (27-29 Maret) akhir pekan ini.Β “Kita harus pergi ke Austin dengan motivasi penuh dan mencoba keluar dari situasi yang buruk ini,” ujarnya.

Karena kondisi lintasan yang cukup buruk (aspal terkelupas), Race Director memutuskan untuk mempersingkat balapan yang awalnya 31 lap menjadi 23 lap. Informasi yang terlalu mendadak membuat panik sebagian tim dan pembalap, begitu juga Enea Bastianini yang tampak kesal.
Tapi Vinales sendiri tetap tenang menghadapi hal itu. “Kami mengganti ban. Mungkin itu keputusan yang salah, saya tidak tahu. Dengan ban medium di pagi hari, secara konsisten saya mampu mencatatkan waktu 1:18,5 menit. Tentu saja ini seperti gambling (untung-untungan),” pungkas Papa Nina itu.Β Sementara Vinales masih 0 poin, rekan setimnya Bestia menempati peringkat 17 dengan perolehan 5 poin dalam klasemen.









