RiderTua.com – Halo para penikmat MotoGP dan berita otomotif di RiderTua. Manajer tim Ducati Lenovo, Davide Tardozzi terlihat sangat marah ketika diumumkan bahwa jarak balapan diperpendek dari 31 lap menjadi 23 lap atau 2/3 dari jarak normal karena kondisi aspal di trek sirkuit Ayrton Senna yang terkelupas di beberapa bagian.
Bukan keputusannya yang membuatnya marah, tapi pemberitahuan itu diumumkan terlalu mendadak atau mepet dengan start. Sehingga tim tidak punya waktu untuk mengubah strategi dan mengganti ban. Bahkan Tardozzi tertangkap kamera berdebat dengan Carlos Ezpeleta terkait buruknya koordinasi.
Ducati Marah: Keputusan Memperpendek Jarak Balapan Diumumkan Hanya 4-5 Menit Sebelum Start
Davide Tardozzi menegaskan, “Ini mengejutkan, karena kami baru tahu 5 atau 6 menit sebelum start. Yah, kalau penyelenggara membuat keputusan ini, pasti ada alasannya. Kami mempercayai mereka, tapi kami ingin ada penjelasan lebih lanjut di Austin. Tetapi saya yakin mereka akan menjelaskan alasannya.”

Selain Tardozzi, manajer tim VR46 Ducati Pablo Nieto juga mengomentari keputusan tersebut. “Saya setuju, balapan harus dipersingkat demi keselamatan. Tetapi saya tidak setuju, pemberitahuan diumumkan hanya 4 menit sebelum start. Menurutku jika mereka ingin mengubah sesuatu, mereka harus memberi tahu kami sebelumnya. Karena kami dapat membuat rencana dan menyusun strategi yang berbeda. Kemudian saya bilang kepada tim saya, ‘dengar, situasi ini dialami semua orang. Jadi, mari kita coba melakukannya dengan cara yang terbaik’,” ujar putra legenda MotoGP Angel Nieto itu.
BTW, MotoGP kembali digelar di Brasil setelah hampir 40 tahun. Namun comeback yang ditunggu-tunggu ini tidak berjalan mulus. Muncul berbagai masalah besar yang belum pernah dialami sirkuit mana pun di MotoGP. Pada hari Kamis sirkuit terkena banjir besar setelah diguyur hujan deras, bahkan balapan sempat terancam batal. Tapi pihak penyelenggara berhasil mengatasinya.

Masalah tak cukup sampai disitu. Pada sesi kualifikasi, muncul sinkhole atau lubang di tengah lintasan lurus start/finish. Hal tersebut membuat jadwal hari Sabtu diubah dan Sprint race ditunda hingga 80 menit. Masalah juga muncul pada race utama hari Minggu, dimana jarak balapan diperpendek dari 31 lap menjadi 23 lap karena di beberapa bagian aspalnya terkelupas. Bahkan beberapa pembalap menjadi ‘korban’ terkena batu yang beterbangan saat balapan, salah satunya adalah Alex Rins (Yamaha).
Di tengah situasi yang kacau, Aprilia menunjukkan performa kuatnya. Pembalapnya Marco Bezzecchi berhasil memenangkan balapan utama dan Jorge Martin finis ke-2. Sementara podium ke-3 diraih oleh Fabio Di Giannantonio (VR46 Ducati).








