RiderTua.com – Balik lagi bareng RiderTua. Balapan akhir pekan di GP Brasil berakhir mengecewakan bagi Pecco Bagnaia. Setelah mengalami crash di kualifikasi, rider Ducati Lenovo itu harus puas start dari posisi ke-11 di grid. Dalam sprint, dia hanya finis di posisi ke-8 dan mencetak 2 poin. Pecco gagal finis dalam race utama karena crash di tikungan 1 pada lap ke-11 dari 23 lap, padahal saat itu posisinya masih di luar 10 besar.
Performa Pecco inkonsisten di awal musim ini dan ini bukan pertama kalinya rider Italia itu mengalami masalah seperti itu. “Saya hanya mencoba menyelesaikan balapan, tetapi saya mengalami crash. Sepertinya saya tidak bisa memahami kondisi lintasan dengan benar. Sulit bagi saya untuk tetap berada di atas motor. Gripnya sangat buruk,” jelasnya.
Pecco Bagnaia: Tahun Lalu Gap Saya dengan Rival Mentok di 0,6 atau 0,7 Detik, Kini Saya Bisa Semakin Dekat dengan Rival-rival Saya

Performa Francesco Bagnaia antara sesi latihan dan balapan sangat kontras. Di sesi latihan dia cukup kompetitif, tapi dalam race justru kehilangan feel yang dibutuhkan. Dimana masalah ini sudah dialaminya sejak tahun lalu. “Tahun lalu saya sering seperti ini. Tapi di awal musim, selama tes, dan juga di sini, selain balapan, saya selalu merasa nyaman. Saya harus memahami hal ini dengan lebih baik dan meningkatkannya,” tegas juara dunia MotoGP 2 kali itu.
Pecco melanjutkan, “Saya berada di depan di FP2, dan di sesi warm-up pagi hari saya juga cepat. Sayangnya, saya melakukan kesalahan di kualifikasi kemarin tetapi saya punya kecepatan. Jadi aneh, mengapa saya sangat kesulitan di balapan. Hal ini membuat saya bingung apalagi situasinya mirip dengan musim lalu.”
Pecco juga mengalami masalah teknis. “Kurang lebih, kami kesulitan saat pengereman dan mempertahankan kecepatan normal di tikungan. Di sesi latihan saya memiliki feel yang jauh lebih baik dibandingkan tahun lalu, tetapi tidak di balapan.”

Meski begitu, Pecco merasakan ada peningkatan saat duel langsung melawan rival-rivalnya. “Tahun lalu saya mengalami masalah besar ketika mengejar pembalap lain. Jika saya berada dalam jarak 0,6 atau 0,7 detik, saya mentok disitu. Sekarang saya bisa lebih dekat dengan rival-rival saya. Dan ini membantu dalam pertarungan,” pungkas murid Valentino Rossi itu. Usai GP Brasil, Pecco hanya menempati peringkat 13 dengan perolehan 10 poin dalam klasemen.
Kondisi lintasan di sirkuit Ayrton Senna Goiania menjadi sorotan. Pada hari Sabtu muncul sinkhole, yang membutuhkan perbaikan super cepat agar tidak mengganggu jadwal yang sudah direncanakan. Parahnya lagi, sebagian permukaan aspal terkelupas pada hari Minggu sehingga jarak balapan dipersingkat menjadi dua pertiga (dari 31 lap menjadi 23 lap). Bahkan beberapa pembalap sempat terkena serpihan aspal yang beterbangan.








