Home MotoGP Ducati Dicurigai Sabotase Pecco Bagnaia: “Itu Gila Banget!”

    Ducati Dicurigai Sabotase Pecco Bagnaia: “Itu Gila Banget!”

    Pecco Bagnaia - Marc Marquez
    Pecco Bagnaia - Marc Marquez

    RiderTua.com – Setelah musim 2025 yang mengecewakan, musim ini juga dimulai dengan penurunan performa bagi Pecco Bagnaia. Penurunan performa ini dimulai bersamaan dengan kedatangan Marc Marquez di garasi Ducati, meskipun pembalap asal Piedmont ini selalu membantah telah menderita karena kehadirannya. Di Thailand, dia cuma mampu finis di posisi kesembilan, dan itu seperti jadi sinyal kalau musim ini bisa kembali berjalan di bawah ekspektasi.

    Daftar Isi

    Ducati Dicurigai Sabotase Pecco Bagnaia: “Itu Gila Banget!”

    Selama tes musim dingin, berbagai masalah dengan Desmosedici GP25 tampaknya menghilang begitu saja. Sebaliknya, masalah tersebut muncul kembali di Buriram, selama balapan pertama tahun 2026. Suhu tinggi dan keausan ban telah membuat juara MotoGP dua kali ini mengalami masalah serius. Dan Ducati GP26 tampaknya belum memenuhi harapan pembalapnya, untuk saat ini.

    Pecco Bagnaia
    Pecco Bagnaia

    “Kami justru mundur satu langkah,” kata Bagnaia tanpa basa-basi. Sementara itu, cuma Marc Marquez yang mampu tetap tampil di depan, seperti yang ditunjukkan dengan finis kedua di balapan Sprint. Dia adalah satu-satunya pembalap Ducati yang mampu memanfaatkan sepenuhnya potensi motor merah tersebut…

    Konten promosi pihak ketiga – hasil dapat berbeda untuk setiap individu.

    Kalau dua tahun lalu, Ducati adalah motor tercepat di grid, tidak diragukan lagi, sekarang hanya ada satu pembalap yang mampu mengendarainya hingga meraih kemenangan, yaitu Marc Marquez. Sulit untuk berada di pit bersama seorang juara, dan sama sulitnya untuk mencoba menantangnya. Meski begitu, Pecco tetap menjaga hubungan baik dengan juara dunia sembilan kali tersebut, bahkan dia menganggap Marquez sebagai motivasi tambahan sekaligus sosok legenda yang bisa dipelajari..

    Sabotase…

    Lalu bagaimana menjelaskan penurunan performa Bagnaia yang terjadi tepat saat Marquez datang? ..Kami akhirnya sadar kalau karakter motor yang berubah justru menghambat gaya balap saya..” jelas pembalap asal Chivasso itu di podcast BSMT.

    Pecco Bagnaia
    Pecco Bagnaia

    “Kesalahan saya adalah terlalu yakin bahwa performa saya di GP24 sudah maksimal dan mengira hasilnya akan sama di GP25.. Sebaliknya, motornya telah berubah, dan saya mencoba membuatnya terlihat seperti versi 2024, tetapi saya gagal. Tapi musim 2025 mengajarkan saya untuk lebih teliti dan lebih jelas saat menjelaskan masalah.”

    Banyak yang berspekulasi tentang kemungkinan sabotase oleh Ducati, terutama sekarang setelah infonya Pecco menandatangani kontrak baru dengan Aprilia. Murid Valentino Rossi dengan tegas menolak gagasan ini. “Mereka tidak akan punya alasan untuk mempersulit saya… itu benar-benar gila…”

    Sebaliknya, menurutnya para teknisi dan manajer di Ducati sedang berusaha semaksimal mungkin untuk menciptakan motor yang lebih baik. “Saya tidak hanya bicara dengan team manager dan engineer saya, tapi dengan semua orang.. Mereka menanyakan banyak hal, dan saya juga menekan tim saya untuk mencari solusi.. Terkadang saya membuat kesalahan ketika berbicara dalam keadaan emosi sesaat, tetapi dalam hal perhatian media, saya hampir gila di paruh kedua tahun itu. Saya bahkan sempat membaca wawancara yang berisi kutipan yang tidak pernah saya ucapkan.”

    Marc Marquez - Pecco Bagnaia - Valentino Rossi
    Marc Marquez – Pecco Bagnaia – Valentino Rossi

    Dalam mas-masa sulit dan krusial bagi kariernya, Pecco Bagnaia memilih kembali ke orang-orang terdekatnya.. “Dunia balap itu sangat egois, dan pada akhirnya kamu harus fokus ke diri sendiri.. Saya telah mempelajarinya selama bertahun-tahun. Saya hanya mendengarkan orang-orang yang saya percayai. Panutan saya adalah ‘Vale’ dan tim saya. ‘Vale’ selalu hadir… kami makan siang dan makan malam bersama beberapa kali, bahkan dengan Cristian Gabarrini. Vale menyarankan saya untuk lebih menikmati hasil yang saya capai. Salah satu kesalahan terbesar saya adalah terlalu kesal hanya karena finis ketiga,” pungkasnya..

    Kalau dilihat dari cerita ini, masalah Pecco sebenarnya bukan drama sabotase atau efek Marquez doang, tapi lebih ke adaptasi motor yang nggak klik sama gaya balapnya. Di saat Marquez langsung “nyetel”, Pecco justru masih cari feeling yang hilang. Tapi satu hal yang menarik, mental Pecco kelihatan mulai ditempa…dia lebih terbuka, lebih jujur, dan mulai belajar menikmati proses, bukan cuma hasil. Tinggal nunggu aja, kapan puzzle ini akhirnya nyatu… dan Pecco balik jadi ancaman serius di depan dengan Aprilia… 🙂

    © ridertua.com

    Konten promosi pihak ketiga – hasil dapat berbeda untuk setiap individu....

    TINGGALKAN BALASAN

    Silakan masukkan komentar Anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini