RiderTua.com – Halo para penikmat MotoGP dan berita otomotif di RiderTua. Fabio Di Giannantonio mengawali balapan akhir pekan di Brasil dengan mengecewakan. Rider VR46 Ducati itu gagal lolos ke Q2 pada hari Jumat. Di Q1 pada Sabtu pagi, dia menunjukkan performa terbaiknya dan sukses meraih pole position. Ini merupakan pole pertamanya setelah bergabung dengan tim milik legenda MotoGP Valentino Rossi.
Dalam sprint Sabtu sore, Diggia mengkonfirmasi performa kuatnya dan memimpin balapan hingga lap ke-12 dari 15 lap. Namun dia melakukan kesalahan kecil yang berakibat fatal. Marc Marquez yang selalu mengintai di belakangnya, tak menyia-yiakan kesempatan itu. Dengan cerdik juara bertahan itu langsung mengambil alih posisi terdepan dan Diggia tidak menemukan peluang untuk membalas di dua lap tersisa. Pada akhirnya, dia harus puas finis di posisi ke-2 kalah 0,213 detik dari Marquez.
Fabio Di Giannantonio: Treknya Bergelombang Terutama di Tikungan 4

Kemenangan sprint pertama lepas dari genggaman Fabio Di Giannantonio pada lap ke-13. “Balapannya sangat ketat. Saya harus tetap senang dengan hasil hari ini. Saya meraih pole position dan memimpin sebagian besar balapan. Tapi saya juga sedikit kesal pada diri sendiri karena memberi Marc kesempatan untuk mendekat dan kemudian menyalip saya,” jelas rider asal Roma Italia itu.
Kesalahan apa yang dibuat Diggia di lap ke-12? “Di Tikungan 12 ban depan saya beberapa kali selip dan saya membuka celah yang sangat besar. Baginya, itu adalah manuver menyalip yang sangat mudah. Tapi ya, kita harus tetap senang, optimis, dan positif,” jawab rider berusia 27 tahun itu.
Namun Diggia mengaku bahwa kegagalannya dalam melakukan serangan balik ke Marquez juga dipengaruhi oleh kondisi lintasan sirkuit Ayrtin Senna. “Lintasan ini sangat sempit. Ada banyak gelombang di aspal, jadi semuanya harus dilakukan dengan sangat presisi. Sangat mudah untuk melakukan kesalahan besar,” jelasnya.

Dalam hal top speed, Diggia tertinggal jauh dari Marquez meskipun menunggangi motor yang sama (Desmosedici GP26 spek pabrikan terbaru) di Q2. Ducati milik Marquez top speednya menembus hingga 348,3 km/jam sedangkan Diggia hanya 342,8 km/jam.
“Kehilangan begitu banyak waktu di lintasan lurus jelas tidak membantu. Oleh karena itu saya harus gas pol di tikungan. Jika kita bisa meningkatkan performa di sana, kita bisa lebih dekat dan mungkin punya sedikit cadangan tenaga,” ungkap Diggia.
Setelah kesulitan di hari Jumat, Diggia dan timnya berhasil melakukan perbaikan hanya dalam semalam saja. “Bekerja dengan tim yang sama untuk tahun kedua, membuat perbedaan besar karena kami sudah saling mengenal. Saya sepenuhnya terbuka dengan mereka dan sebaliknya mereka juga terbuka dengan saya. Saya bilang kepada mereka, ‘teman-teman saya melakukan kesalahan besar di kondisi basah, itu kesalahan saya’.”
“Tetapi mereka memberi saya kepercayaan penuh dan menunjukkan kepada saya apa yang bagus dan apa yang tidak pada motor. Kami melakukan beberapa perubahan kecil. Dan kepercayaan itu sangat penting,” tegasnya.

Race utama hari Minggu diperkirakan dalam kondisi hujan. Namun Diggia tetap optimis bisa meraih hasil yang lebih baik. “Kondisi ini akan dihadapi semua pembalap. Kita harus memanfaatkan kesempatan dan mencoba untuk menang. Start dari pole lagi, jadi kita harus bertarung mati-matian, meskipun dalam konsisi hujan atau cerah,” imbuhnya.
Menurut Diggia, kondisi trek sirkuit Ayrton Senna sangat menantang dengan banyaknya gelombang. “Jujur, ada banyak gelombang di seluruh lintasan. Terutama di Tikungan 4, di mana banyak yang mengalami crash karena ada gundukan besar tepat saat pengereman. Sebenarnya trek ini indah dan didesain dengan sangat baik, tetapi dengan beberapa gelombang di sana-sini,” ungkapnya.
Meskipun gagal menang, namun Diggia sangat senang dengan balapan akhir pekan di Brasil. “Luar biasa. Senang sekali bisa balapan di negara lain, di lintasan yang luar biasa seperti ini. Fans disini sangat banyak dan sangat ramah,” pungkas rider yang kini menempati peringkat 7 dengan perolehan poin yang sama dengan Marquez (peringkat 6) yakni 21 poin. Di sisi lain rekan setimnya Franco Morbidelli yang hanya finis ke-16 dalam sprint, kini berada di peringkat 10 dengan 8 poin.










