RiderTua.com – Bro sekalian pembaca RiderTua, ada cerita menarik hari ini. Start dari posisi ke-4, Fabio Di Giannantonio punya peluang besar untuk menang atau setidaknya meraih podium dalam sprint race di Thailand. Namun rider VR46 Ducati itu terdorong keluar dari lintasan saat memasuki tikungan pertama oleh Alex Marquez…
Setelap lap pertama, Diggia merosot ke posisi ke-12. Kemudian merangsek maju setelah berhasil menyalip 2 pembalap Honda Diogo Moreira dan Luca Marini. Di lap akhir, rider berusia 27 tahun itu menyalip Pecco Bagnaia untuk merebut posisi ke-8 dan bertahan di posisi itu hingga garis finis.
Fabio Di Giannantonio Disenggol Alex Marquez: Steward Seharusnya Seperti Wasit dalam Sepak Bola, Percuma!!!

Fabio Di Giannantonio mengeluh, “Saya kurang beruntung hari ini. Saya ingin mempercayai race director untuk menilai situasi seperti ini dengan benar dan tepat di masa mendatang.”
Marco Bezzecchi tampil kuat sejak hari pertama GP Thailand. Namun sayangnya rider Aprilia itu crash di lap ke-2. “Saya rasa Bezz adalah yang tercepat hari ini, tetapi kami berada tepat di belakangnya,” ujar Diggia menilai peta kekuatan dalam sprint di Buriram.
Lebih lanjut Diggia menjelaskan, “Zona pengereman keras pertama setelah start adalah titik paling kritis dan berbahaya, dan tentu saja menimbulkan rasa takut. Siapa pun yang bilang tidak, pasti bohong. Ada banyak terjadi crash di sana. Saya ingat, misalnya crash Bezzecchi di Barcelona. Kalau kita tidak saling menghormati, maka race director seharusnya memberikan penalti yang jauh lebih berat untuk memastikan semua pembalap lebih terkendali.”

“Steward mengatakan bahwa itu masih sebuah kemungkinan dalam balapan. Hari ini saya rasa kami cukup beruntung. Kami berhasil menghindari crash besar yang melibatkan Alex, saya, dan Raul Fernandez. Kita harus belajar dari ini dan kita juga harus menanamkannya pada para pembalap muda. Sayangnya itu merusak balapan saya, tetapi akan jauh lebih penting jika hal ini diperbaiki di masa depan. Steward seharusnya seperti wasit dalam sepak bola, menilai situasi dengan benar sehingga situasi berbahaya tidak terjadi,” imbuh rider asal Roma Italia itu.
Apakah Diggia sudah berbicara dengan Alex Marquez pasca insiden? “Percuma. Saya ingin percaya pada para steward. Dia pembalap yang sangat berpengalaman, saya lebih muda darinya sehingga dia tidak butuh nasihat saya. Dia lebih baik dari saya dan pasti bisa mengelola situasinya sendiri,” jawabnya.

Dengan nada agak sinis, Diggia menambahkan, “Ketika kita naik mobil dan mendekati lampu lalu lintas, kita pasti akan mengerem. Jika ada pengemudi lain di depan kita, seharusnya kita juga mengerem. Itu berlaku secara umum. Kami adalah pembalap terbaik di motorsport, seharusnya balapan berlangsung aman bagi kami!”
Terlepas dari insiden itu, Diggia menyelesaikan sprint pertama musim ini dengan lebih baik ketimbang rekan setimnya Franco Morbidelli yang hanya finis di posisi ke-14 tanpa poin. Ironisnya, bahkan Franky kalah dari rookie LCR Honda Diogo Moreira.








