Home MotoGP Plot Twist MotoGP 2027: Pedro Acosta Digoda Ducati, Pit Beirer Siapkan Rencana...

    Plot Twist MotoGP 2027: Pedro Acosta Digoda Ducati, Pit Beirer Siapkan Rencana Darurat!

    Marc Marquez - Pedro Acosta
    Marc Marquez - Pedro Acosta

    RiderTua.com – Hai Sobat RiderTua, balik lagi kita bahas dunia MotoGP. Pit Beirer menjadi orang yang paling bahagia atas performa kuat Pedro Acosta di balapan pembuka musim GP Thailand. Rider berusia 21 tahun itu berhasil memenangkan sprint race dan finis ke-2 pada race utama hari Minggu..

    BTW, peta kekuatan utama MotoGP musim 2026 belum tergambar jelas pada sprint pertama musim ini. Penyebabnya, pembalap tim pabrikan Aprilia Marco Bezzecchi yang meraih pole position justru crash di lap ke-2 dari 13 lap. Seharusnya Ducati melalui Marc Marquez bisa meraih kemenangan pertama musim ini. Namun sayangnya sang juara bertahan dihukum turun 1 posisi karena melakukan menuver yang membuat Acosta keluar dari lintasan. Dan rider KTM itu pun mendapat ‘hibah’ kemenangan.

    Pit Beirer: Kami Belum Menyerah Agar Pedro Acosta Bertahan dengan KTM untuk 2027

    Pedro Acosta - Ducati - Marc Marquez
    Pedro Acosta – Ducati – Marc Marquez

    Dalam sprint 13 lap di Buriram, kekuatan Ducati dan KTM hampir seimbang. Catatan lap tercepat Marc Marquez 1:29,922 menit atau lebih cepat hanya 0,104 detik dari Pedro Acosta. Angka ini cukup mengesankan mengingat catatan waktu Marquez tersebut sama dengan torehan waktunya pada 2025, sementara Acosta lebih cepat hampir 0,5 detik dari catatan waktunya tahun lalu.

    Konten promosi pihak ketiga – hasil dapat berbeda untuk setiap individu.

    Menariknya, performa RC16 tidak menurun baik dalam sprint jarak pendek maupun dalam race utama yang panjang. Dalam race utama hari Minggu, Marco Bezzecchi bersama RS-GP melesat didepan dan tak terkalahkan mulai start hingga garis finis. Sementara di belakangnya Acosta kembali terlibat duel sengit melawan Marquez, ditambah lagi dengan Raul Fernandez dan juga Jorge Martin untuk memperebutkan podium. Setelah ban belakang Marquez meledak, Acosta pun berhasil mengamankan posisi ke-2 hingga garis finis.

    Marc Marquez Vs Pedro Acosta
    Marc Marquez Vs Pedro Acosta

    Di Buriram Pit Beirer mengatakan, “Dengan segala kehati-hatian dan mengingat musim masih sangat awal, sejauh ini Aprilia melakukan pekerjaan terbaik di antara semua pabrikan selama musim dingin. Di sisi lain, kami berhasil membuktikan bahwa hasil sprint bukanlah sekadar keberuntungan semata. Sebaliknya, semua yang telah kami kerjakan selama beberapa bulan terakhir membuahkan hasil di balapan. Saya sangat bangga dengan seluruh tim kami.”

    Usai GP Thailand, untuk pertama kalinya pembalap KTM memimpin klasemen. Acosta menjadi pemimpin klasemen dengan perolehan 32 poin, di belakangnya ada 4 pembalap Aprilia (Bezzecchi ke-2, Fernandez ke-3, Martin ke-4, Ogura ke-5) dan rekan setimnya Brad Binder melengkapi 6 besar.

    Pit Beirer menekankan bahwa hasil apik ini adalah berkat tangan dingin Aki Ajo, Kevin Ranner, dan Sebastian Risse. “Aki, Kevin, dan Sebastian bekerja sama dengan sempurna dan secara konsisten berpegang pada pendekatan yang telah disepakati. Mereka semua memikul tanggung jawab yang besar dan mampu menarik kesimpulan yang tepat bersama-sama,” ungkap bos asal Jerman itu.

    Marc Marquez - Pedro Acosta - Thailand
    Marc Marquez – Pedro Acosta – Thailand

    Aki Ajo menjabat sebagai manajer tim Red Bull KTM pada 2025 (menggantikan Francesco Guidotti) dan sejak saat itu secara konsisten memprioritaskan komunikasi yang transparan dan sederhana. Kevin Ranner yang masih muda juga memikul tanggung jawab yang cukup besar, mendampingi teknisi senior Sebastian Risse.

    Apa yang dilakukan KTM sehingga berhasil menghilangkan kelemahan tahun lalu? Pit menjelaskan bahwa ada banyak faktor dan keputusan yang harus disatukan. Intinya, mereka berusaha mengoptimalkan performa ban meskipun harus mengurangi beberapa keunggulan mereka seperti top speed dan traksi. Dalam hal pendinginan ban, terkadang justru penting untuk tidak melaju terlalu cepat di momen tertentu. Tim tidak hanya memahami semua ini tetapi juga berhasil menerapkannya.

    Data balapan mendukung pernyataan Beirer tersebut. Dengan race pace yang jauh lebih tinggi, untuk sementara KTM mengorbankan dominasi top speednya. Di Buriram, KTM terbaik (Brad Binder) hanya menempati posisi ke-5 dalam daftar top speed.

    KTM MotoGP 2026 - Pedro Acosta - Brad Binder - Maverick Vinales - Enea Bastianini
    KTM MotoGP 2026 – Pedro Acosta – Brad Binder – Maverick Vinales – Enea Bastianini

    Rumor yang mencuat pada awal musim adalah Acosta dikabarkan sudah melakukan kesepakatan dengan Ducati Lenovo untuk menjadi rekan setim Marc Marquez tahun depan menggantikan Pecco Bagnaia. Namun usai meraih hasil apik di GP Thailand, mungkin Acosta akan berpikir ulang untuk meninggalkan KTM.

    Beirer menegaskan, “Visi besar Pedro tentu saja adalah mengalahkan Marc. Itu prioritas utamanya dan dia berhasil melakukannya di Thailand dengan kemampuannya sendiri menggunakan motor kami. Itulah mengapa, kami belum menyerah pada harapan bahwa Pedro akan tetap membalap untuk KTM pada 2027. Seperti yang kita semua tahu, menyerah bukanlah filosofi kami. Moto kami tetap sama, fokus sepenuhnya untuk 2026. Hanya itu yang penting. Seluruh tim fokus pada hal itu.”

    Konten promosi pihak ketiga – hasil dapat berbeda untuk setiap individu.

    Di klasemen konstruktor, KTM dan Aprilia sama-sama mengumpulkan 32 poin, sementara Ducati hanya mencetak 19 poin dan rider terbaiknya di klasemen pembalap adalah Fabio Di Giannantonio yang berada di peringkat 7.

    Albert Valera - Jorge Martin - Pedro Acosta
    Albert Valera – Jorge Martin – Pedro Acosta.. “2 Pembalap 1 Manager…”

    © ridertua.com

    Konten promosi pihak ketiga – hasil dapat berbeda untuk setiap individu....

    TINGGALKAN BALASAN

    Silakan masukkan komentar Anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini