RiderTua.com – Saat restart pertama di MotoGP Catalunya hari Minggu kemarin, bagian belakang motor Pecco Bagnaia ditabrak Johann Zarco di tikungan pertama. Rider Ducati Lenovo itu bersama Luca Marini ikut terjatuh ke gravel, namun beruntungnya mereka lolos dari cedera dan bisa ikut dalam restart kedua.
Tapi tidak dengan Zarco. Saat terjatuh, kaki rider LCR Honda itu ‘nyangkut’ di motor Pecco. Sehingga ketika motor tersebut jungkir balik, tubuh Zarco otomatis ikutan jungkir balik juga. Saat Zarco kemudian mendarat di gravel, dengan cepat Pecco dan Marini berlari menghampirinya. Mereka berteriak memanggil tim medis untuk segera datang dan menolong rider asal Prancis itu. Red flag pun dikibarkan. Ini merupakan red flag kedua, setelah crash horor yang menimpa Alex Marquez yang menyebabkan dikibarkannya red flag pertama.
▶Daftar Isi
Pecco Bagnaia Mengkritik 3 kali Start di MotoGP Catalunya: Hanya 3 Pembalap yang Hadir Saat Rapat Komisi Keselamatan

Start ke-3 diwarnai crash yang melibatkan Jorge Martin dan Raul Fernandez di lap pembuka serta Pedro Acosta yang crash di lap terakhir. Namun balapan tetap berjalan tanpa hambatan hingga garis finis.
Pada akhirnya Pecco Bagnaia berhasil finis ke-4. Namun karena Joan Mir yang sedianya finis ke-2 dijatuhi penalti 16 detik dan turun ke posisi 13, juara dunia MotoGP 2 kali itu naik ke posisi ke-3 meski tidak naik podium. Usai race, dia mengaku bahwa pergelangan tangannya terasa sakit dan kepalanya pusing saat mengerem selama balapan namun dia mampu bertahan hingga finis.
Pecco menjelaskan, “Saya merasa kurang sehat. Tetapi hari ini kami beruntung, sangat beruntung. Mengingat kembali crash tersebut dan apa yang terjadi pada Alex, saya merasa seperti ada yang menyelamatkan kami. Ini hari yang menegangkan. Saya mengirimkan doa terbaik untuk Alex dan Zarco agar cepat sembuh dan cepat kembali balapan.”
“Usai balapan, pergelangan tangan kiri saya di rontgen oleh tim medis. Semuanya baik-baik saja, meskipun saya merasa tidak enak badan. Soal pusing, menurut dokter itu karena saya mengalami benturan keras di leher sehingga membuat semua otot mengalami kontraksi,” imbuh rider berusia 29 athun itu.

Hanya Pecco Bagnaia, Luca Marini, dan Jack Miller yang Hadir di Komisi Keselamatan
Pecco mengkritik keputusan race director yang melakukan 3 kali start padahal sudah terjadi banyak crash yang sangat mengerikan hari itu. “Seperti yang sudah saya katakan sebelumnya, saya beruntung bukan saya yang harus memutuskan. Saya berani mengatakan bahwa kita membutuhkan aturan yang melarang start ketiga setelah dua kali crash. Terjadi dua crash besar hari ini dan saya ada di sana saat Zarco crash,” ujarnya.
Pecco juga menegaskan bahwa para pembalap harus berperan aktif dalam pengambilan keputusan terkait keselamatan dan aturan di MotoGP. “Ini bukan soal, apakah kita berteman atau tidak. Tetapi kita harus saling menghormati. Ketika ada pertemuan penting seperti Komisi Keselamatan, kita harus hadir. Titik. Tidak ada perdebatan,” tegasnya.
Murid legenda MotoGP Valentino Rossi itu melanjutkan, “Para pembalap harus bergerak ke arah yang sama, karena kitalah yang berada di atas motor, yang merasakan di mana batasnya, dan kita harus mengatakan ketika ada sesuatu yang tidak beres. Tetapi jika yang hadir dalam rapat hanya 3 pembalap, itu menjadi berat. Masalahnya, mereka tidak mau hadir di Komisi Keselamatan.”

Di sisi lain, Luca Marini menilai bahwa Pecco cocok menjabat sebagai Presiden Komisi Keselamatan. “Saat ini semua keputusan berada di tangan tim, merekalah yang memutuskan. Bagi saya, tidak ada pemimpin ideal. Kita hanya perlu semua pembalap hadir, seperti sebelumnya ketika kita memilih untuk melakukan perubahan. Sekarang hanya ada 3 pembalap yang mau hadir dalam rapat, jadi sulit untuk didengar. Kita bisa mengatakan apa pun yang kita inginkan, tetapi jika kita tidak hadir semua maka tidak ada yang bisa dilakukan,” imbuh rider tim pabrikan Honda Castrol itu.
Pecco Bagnaia juga mengaku bahwa para pembalap sebenarnya tidak diajak berkonsultasi terkait keputusan-keputusan semacam ini. “Saya tidak tahu harus berkata apa. Kami di sini untuk balapan dan memberikan yang terbaik. Kami bukan yang memutuskan, tetapi kami adalah orang-orang yang dapat memengaruhi keputusan tertentu. Komisi Keselamatan dibentuk untuk tujuan itu. Menurut pendapat saya, ada beberapa situasi yang patut dipertanyakan akhir pekan ini. Saya harap lebih banyak pembalap hadir di pertemuan berikutnya,” tegas putra Pietro Bagnaia itu.

Namun pembalaplah yang memutuskan apakah lanjut balapan atau tidak, setelah terjadi insiden yang begitu serius. “Tidak ada yang memaksa siapa pun. Jika kita tidak ingin balapan, maka tidak usah turun. Setiap orang membuat keputusan masing-masing. Jelas kami dibayar mahal dan punya banyak sponsor, jadi dalam beberapa hal memang wajar untuk menghormati pekerjaan kita. Ini berlaku untuk semua orang. Ibaratnya, jika terjadi sesuatu pada kita di rumah, kita tetap pergi ke kantor. Dalam situasi seperti hari ini, start ketiga terlalu dipaksakan,” pungkas Francesco Bagnaia yang saat ini berada di peringkat 8 dalam klasemen dengan perolehan 63 poin.
Ikuti diskusi hangat di FP MotoGPCrash – Hanya Pecco, Marini, dan Miller yang Peduli Agenda Safety Commission: Borok Internal Pembalap MotoGP Dibongkar….






