RiderTua.com – Untuk kalian yang rutin mampir ke RiderTua. Alberto Puig (Manajer Tim Honda Castrol) ikut berkomentar soal rumor yang menyebutkan bahwa Pedro Acosta akan menjadi rekan setim Marc Marquez di tim Ducati Lenovo tahun depan. “Acosta adalah pembalap yang fantastis. Saya paham, mengapa dia ingin mengukur dirinya dengan melawan pembalap terbaik dengan ‘senjata’ yang setara. Dia berhak melakukan itu. Maksud saya, dia telah memprioritaskan itu dan itu sangat layak dihormati,” ujar bos asal Spanyol itu..
Puig melanjutkan, “Setiap orang tahu apa yang mereka inginkan untuk diri mereka sendiri, dan tidak ada yang perlu diperdebatkan tentang itu. Dia telah menunjukkan keberanian dan membuat keputusan yang berani. Dan pada saat yang sama, dia juga mencoba untuk mendapatkan motor pemenang seperti Ducati, setidaknya di atas kertas. Kita akan lihat bagaimana performa motornya tahun depan. Waktu akan membuktikan apakah keputusannya tepat, tetapi dia adalah pembalap pemberani. Yah, jujur saja ada cukup banyak pembalap pemberani di sini.”
Alberto Puig: Pedro Acosta Menjadi Rekan Setim Marc Marquez di Ducati? Dia Ingin Duel Melawan Pembalap Terbaik dengan ‘Senjata’ yang Setara!

Pada 2024, Puig pernah menyatakan bahwa Acosta akan menjadi seperti Casey Stoner. “Menurutku semua pembalap disini pemberani dan tidak ada yang pengecut. Orang-orang yang naik motor balap, itu semuanya pemberani. Hanya saja, saya selalu punya istilah tentang pembalap spesial yang jumlahnya sedikit,” imbuhnya.
Menurut Puig, siapa pembalap hebat dalam beberapa tahun terakhir? “Dani Pedrosa, Jorge Lorenzo, Marc, dan Casey Stoner. Valentino Rossi juga,” jawabnya.
Apakah Acosta masuk dalam daftar tersebut? “Ya, kita menyebut era terakhir dan saya pernah bekerja dengan mereka semua. Dengan Pedrosa, Stoner, Marc, dan dengan Jorge. Bukan hanya karena saya pernah bekerja dengan mereka, tetapi bagi saya para pembalap ini sungguh benar-benar hebat masing-masing dengan gaya balapnya sendiri. Bagi saya, mereka adalah beberapa pembalap terbaik yang pernah ada,” jawab Puig.

Sebelum Lorenzo bergabung dengan Honda, dia adalah rival kuat Honda saat masih di Yamaha dan juga di Ducati. Apakah hal ini memengaruhinya? “Satu hal adalah satu hal dan hal lain adalah hal lain. Lorenzo adalah fenomena, begitu pula Dani, Marc, dan Stoner. Masing-masing punya situasi berbeda dan masing-masing juga berprestasi secara berbeda, tetapi level kemampuan balap mereka sangat istimewa,” tegas Puig.
Puig menjabat sebagai Manajer Tim Honda HRC mulai 2018 atau sudah 6 tahun, waktu itu dia menggantikan Livio Suppo. Apakah peran ini memengaruhinya baik secara fisik maupun mental? Apakah dia pernah merasa kelelahan atau justru termotivasi?
“Saya harus bekerja, tetapi saya memang menyukai ini. Semua tahu itu. Memang benar bahwa berada di ‘parit’ adalah satu hal dan berada di ‘garis depan’ adalah hal lain. Dan saya sudah berada di garis depan selama bertahun-tahun. Selalu tampil dan mengambil tanggung jawab. Tetapi pada akhirnya, kalau kita bertahan di sini maka itu karena kita menyukainya. Jika tidak suka maka kita tidak ada di sini. Titik,” pungkas Alberto Puig.










