Home MotoGP Marc Marquez Sindir Pedro Acosta: Saya Memenangkan Gelar Dunia di Tahun Pertama...

    Marc Marquez Sindir Pedro Acosta: Saya Memenangkan Gelar Dunia di Tahun Pertama Saya di MotoGP

    Marc Marquez Sindir Pedro Acosta: Saya Memenangkan Gelar Dunia di Tahun Pertama Saya di MotoGP
    Marc Marquez - Pedro Acosta

    RiderTua.com – Bro-Sis pembaca RiderTua sekalian. Awal musim 2026 tidak berjalan baik bagi juara bertahan Marc Marquez. Kemenangan sprint yang ada didepan mata hilang dalam sekejap, setelah rider Ducati Lenovo itu diganjar penalti turun 1 posisi karena dinilai melakukan manuver berlebihan yang membuat Pedro Acosta keluar dari lintasan. Nasib sial terus mengikutinya dalam race utama hari Minggu, dimana juara dunia 9 kali itu gagal finis lantaran ban belakangnya meledak setelah menabrak kerb di tikungan 4 pada lap ke-21 dari 26 lap. Dan untuk pertama kalinya dalam 88 balapan berturut-turut, tidak ada pembalap Ducati yang naik podium…

    “Yah. Setelah sekian lama mungkin ini balapan pertama, di mana tidak ada Ducati di podium. Ini bukan rahasia, datanya sudah dipublikasikan,” ujar Marquez…

    Marc Marquez Sindir Pedro Acosta: Saya Memenangkan Gelar Dunia di Tahun Pertama Saya di MotoGP

    Marc Marquez - Pedro Acosta - Thailand
    Marc Marquez – Pedro Acosta – Thailand

    Marc Marquez menambahkan, “Kalau saja hal itu tidak terjadi, saya rasa podium mungkin saja masih bisa diraih, setidaknya kami bisa menempatkan satu Ducati di podium. Tetapi ini adalah kompetisi dan semuanya terus berkembang. Dan di situlah kita harus melangkah maju, baik dalam hal berkendara maupun dalam hal motor.”

    Konten promosi pihak ketiga – hasil dapat berbeda untuk setiap individu.

    Soal feelnya sepanjang akhir pekan, Marquez mengatakan, “Sepanjang akhir pekan feel saya sama saja, tidak lebih baik atau lebih buruk. Masalah yang sama dengan kekuatan dan keunggulan yang sama. Hanya saja ada satu pembalap yang berada di atas semua orang, Marco Bezzecchi. Dan satu pabrikan yang tampaknya berada di puncak, Aprilia.”

    Marc Marquez - Marco Bezzecchi
    Marc Marquez – Marco Bezzecchi

    Marc juga menjelaskan bahwa masalah ban yang dialaminya itu tidak biasa. “Dalam tes jika saya melakukan time attack di akhir, saya tidak akan lebih cepat karena time attack pertama sudah sangat baik. Saat saya mencoba mensimulasikan balapan panjang seperti Bezzecchi, saya justru terjatuh,” ungkap rider berusia 33 tahun itu.

    Marc melanjutkan, “Itulah mengapa pada race hari Minggu saya tampil lebih konservatif, seperti yang dilihat di beberapa lap pertama. Sebagian untuk menjaga kondisi fisik saya dan juga untuk menyelesaikan balapan, karena saya sangat fokus dan menyadari bahwa itu sangat penting. Tapi, kemudian sesuatu yang tidak biasa terjadi. Itu belum pernah menimpa saya sebelumnya, tetapi kali ini terjadi pada saya.”

    Sebagai juara dunia MotoGP 2025 Marc Marquez menghadiri acara yang diselenggarakan Estrella Galicia 00 bersama juara dunia Moto2 2025 Diogo Moreira dan juara dunia Moto3 2025 Jose Antonio Rueda. Melihat banyaknya pembalap muda yang mengidolakannya dan menjadikannya panutan, hal itu bikin Marquez bangga pada dirinya sendiri tapi juga sedih.

    Alex Marquez - Marc Marquez - Pecco Bagnaia, Ducati Tak Lagi Sakti
    Alex Marquez – Marc Marquez – Pecco Bagnaia…

    Marc mengatakan, “Saya akan bilang itu adalah sebuah kebanggaan sekaligus kesedihan. Karena itu berarti waktu terus berjalan. Tapi sejauh ini semuanya berjalan dengan baik. 5 atau 7 tahun yang lalu, para pembalap muda bilang saya adalah inspirasi mereka dan ingin belajar dari saya. Tapi sekarang generasi baru ada yang memilih Marc, Pecco Bagnaia, Alex Marquez, atau yang lainnya. Saya sadar bahwa cepat atau lambat, salah satu dari pembalap muda ini akan datang dan berkata kepada saya ‘kini giliran saya’. Itulah hukum kehidupan dan olahraga.”

    Juara dunia MotoGP 7 kali itu juga berkomentar soal perpanjangan kontraknya dengan Ducati yang tak kunjung diumumkan secara resmi. Mengapa negosiasi memakan waktu begitu lama? “Semuanya beres, semuanya baik-baik saja. Kedua belah pihak sama-sama senang. Tetapi saya meminta satu hal yang jelas kepada Ducati bahwa saya tidak ingin menandatangani kontrak saat saya cedera,” tegas Marquez.

    Rider berjuluk Baby Alien itu melanjutkan, “Saya ingin memulai musim dalam kondisi fisik yang prima, karena pasca cedera level performa kita menurun. Maksud saya, kita tidak tahu apa kondisi fisik kita 100 persen fit. Terkadang hanya turun 1 persen, terkadang 20 persen. Sekarang saya sering ditanya, ‘apakah kamu sudah fit 100 persen?’ Tapi saya sendiri tidak tahu. Saya harus terus memahami perkembangan fisik saya. Tapi secara keseluruhan semuanya baik-baik saja.”

    Marc Marquez - Gemma Pinto
    Marc Marquez – Gemma Pinto

    Marquez juga membahas soal pensiun. “Menurut saya pensiun adalah salah satu hal tersulit bagi seorang atlet. Menentukan kapan, bagaimana, dan mengapa. Saya rasa itu tidak bisa direncanakan jauh-jauh hari. Itu adalah sesuatu yang pasti akan saya rasakan di masa depan, baik dalam waktu dekat atau masih jauh,” ujarnya.

    Marc Marquez dinominasikan untuk menerima Penghargaan Laureus. “Penghargaan Laureus adalah penghargaan paling bergengsi bagi setiap atlet. Penghargaan ini mencakup atlet dari semua cabang olahraga dan dari seluruh dunia. Hanya dengan dinominasikan untuk menerima penghargaan terpenting yaitu sebagai Atlet Terbaik Tahun Ini saja, itu sudah sangat berarti bagi sayam. Bahkan saya berani mengatakan, dalam olahraga balap motor belum pernah ada pembalap yang mencapai level ini sebelumnya,” ujarnya.

    Konten promosi pihak ketiga – hasil dapat berbeda untuk setiap individu.

    Marc menambahkan, “Saya pernah memenangkan Penghargaan Laureus sebagai ‘Breakthrough of the Year’ pada 2014 untuk musim rookie saya yang luar biasa pada 2013. Itu juga merupakan salah satu momen terpenting dalam karir saya. Tetapi sekarang saya dinominasikan bersama atlet yang telah menorehkan prestasi pada 2025 di semua cabang olahraga, itu adalah sebuah kebanggaan. Di MotoGP, kami merasa besar. Tapi jika dibandingkan dengan dunia olahraga secara keseluruhan, kami sangat kecil. Rasanya luar biasa, bisa diakui secara global.”

    Pedro Acosta - Ducati - Marc Marquez
    Pedro Acosta – Ducati – Marc Marquez

    Sejak awal musim, rivalitas Marquez dan Acosta sudah terlihat. Keduanya terlibat duel sengit baik dalam sprint maupun dalam race utama di GP Thailand. Apakah Marquez melihat dirinya waktu tahun 2013 tercermin dalam diri Acosta saat ini, terutama saat mencoba mengganggunya di lintasan? “Marc Marquez tahun 2013 memenangkan gelar dunia di tahun pertamanya,” pungkas pembalap yang dirumorkan akan kedatangan Acosta sebagi rekan setim di Ducati Lenovo 2027 itu… .

    Marc Marquez Vs Pedro Acosta
    Marc Marquez Vs Pedro Acosta

    © ridertua.com

    Konten promosi pihak ketiga – hasil dapat berbeda untuk setiap individu....

    TINGGALKAN BALASAN

    Silakan masukkan komentar Anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini