RiderTua.com – Marc Marquez berujar bahwa dia hanya meminta satu hal kepada Ducati dalam perpanjangan kontraknya dan menurutnya, itu sudah jelas….Pembalap Spanyol itu tidak terburu-buru dengan kontrak Ducati-nya. Meskipun pasar pembalap MotoGP biasanya sangat bergejolak, juara dunia sembilan kali ini memutuskan untuk menentukan waktunya sendiri bersama tim pabrikan Ducati.
Marc Marquez Ajukan Satu Syarat ke Ducati Sebelum Perpanjang Kontrak
Kontraknya dengan pabrikan asal Borgo Panigale masih berlaku sampai akhir 2026, dan pembicaraan untuk memperpanjang hingga 2028 sebenarnya sudah mulai dibuka, tetapi pembalap asal Catalunya ini menahan diri untuk tidak langsung menandatangani kontrak segera karena alasan fisik semata….

Situasinya sebenarnya cukup jelas bagi kedua belah pihak. Ducati ingin mengamankan pembalap bintangnya sebelum peraturan teknis baru 2027 berlaku, dan Marquez senang dengan Desmosedici. Meski begitu, pembalap Spanyol tersebut memasang satu syarat yang tidak bisa ditawar sebelum berkomitmen untuk jangka panjang.. Dia tidak mencari lebih banyak uang atau paket motor yang lebih baik… dia ingin memastikan tubuhnya sekali lagi mampu berjuang untuk meraih kemenangan atau tidak…?
Keputusan itu tidak datang tanpa alasan… berawal dari kemunduran serius fisik yang dialaminya di akhir tahun 2025. Setelah memenangkan kejuaraan dunia, kecelakaan di Indonesia memaksanya menjalani operasi pada bahu kanannya. Itu adalah operasi yang kompleks yang bahkan melibatkan penyesuaian sekrup dari operasi sebelumnya. Marquez telah menjalani musim dingin yang sulit, fokus penuh pada pemulihan mobilitas dan kekuatan agar bisa memulai musim 2026 dengan kondisi yang lebih meyakinkan atau dalam kondisi prima.
Pembalap Spanyol itu dengan sangat tegas menjelaskan mengapa ia belum menandatangani perpanjangan kontraknya. “Sebenarnya perpanjangan kontrak dengan Ducati berjalan baik bagi kedua pihak. Kami sama-sama senang.. Kami berdua senang, tetapi saya meminta satu hal yang jelas kepada Ducati… ‘Saya ingin memulai dulu musim ini, saya tidak ingin menandatangani apa pun saat masih dalam kondisi cedera,'” katanya pada konferensi pers yang diadakan di Madrid Rabu lalu.

Kenyataannya adalah, di usia 33 tahun, Marc menyadari bahwa setiap cedera selalu meninggalkan bekas. Ia tidak bermaksud untuk kembali menjadi pembalap yang sama seperti sebelum cobaan beratnya dengan lengannya, tetapi lebih memilih untuk menemukan versi kompetitif yang akan memungkinkannya untuk menang. “Saya ingin memulai musim ini dan memastikan kondisi fisik saya benar-benar baik, karena setelah cedera, persentase tertentu menurun. Anda tidak tahu apa itu 100%. Anda sering bertanya kepada saya, ‘Apakah Anda dalam kondisi 100%?’ Saya tidak tahu apa itu 100% saya. Setelah cedera apa pun, 100% menurun, kadang-kadang 1% dan kadang-kadang 20%. Di situlah saya harus terus memahami bagaimana perkembangan saya… Tapi sejauh ini semuanya berjalan baik,” katanya jujur.
Rekan setim Pecco Bagnaia itu berharap rasa sakit akan segera hilang sehingga ia dapat fokus sepenuhnya pada kecepatannya yang dulu. Seri berikutnya di kalender bisa menjadi titik penting untuk mengetahui bagaimana kondisi fisiknya sebenarnya.. “Balapan tanpa rasa sakit? Kita lihat saja nanti. Saya berharap itu bisa terjadi di Brasil. Saya selalu optimistis.. Tetapi pertama-tama saya harus menemukan 100% saya, 100% yang baru.. Itu tidak berarti sama dengan ‘100 persen’-nya musim lalu,” kata pembalap Ducati itu.

Marc Pensiun..?
Pertanyaan yang ada di benak semua orang di paddock adalah apakah ini akan menjadi kontrak terakhir Marquez. Jika ia mampu meraih gelar dunia kesepuluh tahun ini, banyak yang mulai berspekulasi bahwa ia bisa saja pensiun di puncak kariernya.. Marc, seperti biasanya, tidak ingin membuat rencana pasti tentang akhir karier balapnya karena ia lebih suka dipandu oleh perasaannya pada saat tertentu.
“Pensiun adalah salah satu keputusan paling sulit bagi seorang atlet.. Mengetahui kapan, bagaimana, dan mengapa. Saya rasa Anda tidak bisa merencanakan pensiun Anda dalam jangka panjang. Suatu saat nanti saya akan merasakannya sendiri, entah itu dalam waktu dekat atau masih lama (cepat atau lambat),” jelas pembalap asal Cervera itu…

Jadi intinya, Marc Marquez sekarang bukan lagi pembalap yang asal gas tanpa mikir. Setelah melewati banyak operasi dan cedera serius, dia mulai lebih ‘mendengarkan tubuhnya‘. Ducati boleh saja ingin segera mengikat kontrak baru, tapi Marquez jelas punya prioritas: memastikan dirinya benar-benar siap bertarung lagi. Kalau tubuhnya sudah klik dengan Desmosedici, bukan tidak mungkin kita bakal melihat Marquez berburu gelar ke-10… dan kalau itu terjadi, paddock MotoGP bakal makin panas…!!!









