RiderTua.com – Apa kabar pembaca RiderTua? Balapan MotoGP pembuka musim 2026 di GP Thailand berujung kecewa bagi Maverick Vinales. Start dari posisi ke-17 di grid, rider Tech3 KTM itu justru merosot ke posisi 21 di awal balapan. Kemudian dia berhasil menyalip Jack Miller dan Toprak Razgatlioglu, serta juga mendapat keuntungan dari beberapa pembalap di depan yang gagal finis. Finis ke-16 adalah hasil terbaik yang bisa Vinales raih di Buriram. Dia tertinggal 36 detik dari Pedro Acosta yang finis ke-2 sekaligus menjadi pembalap KTM terbaik di balapan…
Masalah utama Vinales adalah kurangnya grip bagian depan saat motor dalam posisi miring di tikungan. “Saya sangat kekurangan grip pada roda depan. Saya tidak bisa mengendalikan motor saat melewati tikungan. Motor mengalami understeer dan saya sangat lambat di tikungan,” jelas rider berusia 30 tahun itu.
Maverick Vinales Lambat & Bermasalah, Saat Ditanya Apakah Lorenzo Bisa Membantu? Ini Jawabnya!

Menariknya, saat Maverick Vinales kesulitan dengan bagian depannya, Pedro Acosta justru sangat kuat di area tersebut. “Dia menghasilkan grip yang jauh lebih baik di bagian depan. Saya tidak tahu, apakah itu karena posisi duduknya di atas motor. Yang jelas, dia berhasil menghasilkan cengkeraman yang lebih baik pada roda depan. Itulah kekuatannya saat ini,” ungkap Papa Nina.
Namun sejauh ini, Vinales belum bisa memastikan apakah perbedaan itu karena gaya balap atau ergonomi. “Bisa jadi karena gaya balapnya, tetapi juga bisa karena posisi duduknya. Kami tidak tahu dan kami harus mencari tahu,” tegasnya.
Yang paling membingungkan bagi Vinales adalah perilaku motor saat pengereman. “Saya beberapa kali melewatkan titik pengereman, padahal saya mengerem di tempat yang sama. Bagi saya itu sangat aneh dan saya tidak tahu harus berkata apa. Dalam 2 lap saya mengerem dengan cara yang persis sama, dan hanya sekali saya nyaris masuk ke gravel. Sementara di kesempatan yang lain, saya mengerem dengan sempurna,” imbuhnya.

Selama menjalani tes pramusim, Vinales menunjukkan penampilan yang lebih matang setelah melakukan persiapan intensif sebelumnya dengan pelatih barunya Jorge Lorenzo. Jelas, hasil 0 poin di GP Thailand sangat mengecewakan baginya. “Saya merasa sedikit lebih baik selama tes pramusim dibandingkan di balapan akhir pekan. Keadaannya semakin buruk setiap harinya,” ungkapnya.
Apakah ini ada hubungannya dengan perubahan kondisi lintasan? “Grip di lintasan semakin tinggi dan oleh karena itu bagian belakang semakin mendorong bagian depan. Rasanya makin hari makin buruk. Balapan ini sungguh sulit,” ujar rider berjuluk Top Gun itu.

Apakah pelatihnya (Jorge Lorenzo) dapat membantu dalam situasi seperti ini? “Sulit untuk mengatakan apa pun ketika kita berada di level ini. Saya tidak bisa mengambil racing line yang bagus karena motor mengalami understeer. Kita harus melupakan akhir pekan ini dan fokus pada balapan berikutnya,” pungkas Vinales sedikit ngeles dari pertanyaan yang sebenarnya.
GP Brasil akan menjadi seri berikutnya yang akan digelar pada 20-22 Maret di Sirkuit Ayrton Senna.








