RiderTua.com – Pembaca RiderTua yang budiman, ada info terbaru nih. Awalnya Raul Fernandez sama sekali tidak dijagokan di GP Thailand. Rider tim Trackhouse itu gagal langsung lolos ke Q2 setelah hanya menempati posisi ke-13 pada sesi pra-kualifikasi hari Jumat sekaligus menjadi pembalap Aprilia terlemah hari itu. Namun pada FP2 di Sabtu pagi, dia menemukan feel yang diinginkannya dari RS-GP miliknya. Rider Spanyol itu berhasil menjadi yang tercepat di Q1. Dan setelah bertarung di kualifikasi, Raul menempati posisi ke-3 di grid start..
Dalam sprint 13 lap, Raul start dengan biasa-biasa saja. Kemudian dia menyalip Jorge Martin. Dan setelah Marco Bezzecchi crash, performanya semakin meningkat dan tak disangka berhasil meraih podium di belakang pemenang Pedro Acosta dan Marc Marquez yang finis ke-2. Sementara itu rekan setimnya Ai Ogura finis tepat di belakangnya (ke-4) dan Martin akhirnya finis ke-5. Sebuah awal yang sangat bagus untuk Aprilia.
Raul Fernandez: Marc Marquez Kena Penalti, Karena Duel Seperti Itulah yang Bikin Balapan Menjadi Menarik. MotoGP Salah Jalur!

Usai sprint Raul Fernandez mengatakan, “Saya sangat senang. Untungnya, kami dapat menyetel motor pagi ini sehingga saya memiliki feel yang mirip dengan saat tes. Sangat berbeda dibanding kemarin. Ini tidak seperti yang saya perkirakan, bahkan saya mampu mengontrol Jorge (Martin).”
Tapi Raul juga realistis bahwa dia belum mampu untuk finis lebih baik lagi. “Perbedaannya tidak terlalu besar, tetapi saya rasa Marc dan Pedro sedikit lebih cepat. Finis ke-3 adalah hasil terbaik yang bisa saya raih. Ini cara sempurna untuk memulai musim, bagi saya dan Aprilia. Ini pertama kalinya saya membuka musim MotoGP dengan podium. Ini menunjukkan bahwa kami telah belajar dari kesalahan,” jelas runner-up Moto2 2021 itu.

Raul tak menampik bahwa dia masih punya kelemahan. “Balapan ini belum sempurna. Saya masih kesulitan mengerem dengan presisi, dan seringkali kurang terkontrol saat masuk tikungan,” ungkap rider berusia 25 tahun itu.
Marc Marquez diganjar penalti turun satu posisi karena dianggap bersalah membuat Acosta melebar saat duel di lap terakhir. Hal tersebut membuat kemenangannya ‘dihibahkan’ ke rider KTM itu.
“Jujur saja, saya rasa itu bukan keputusan yang bagus. Menurut saya, itu pendekatan yang salah. Menurutku duel semacam ini justru yang membuat motorsport begitu menarik. Dan kalau tujuannya adalah untuk menjadikan MotoGP sebagai pertunjukan yang lebih besar lagi, maka ini adalah cara yang salah!” pungkas kakak Adrian Fernandez (Moto3) itu.










