RiderTua.com – Start dari posisi ke-14, Brad Binder sudah berada di posisi ke-6 pada lap ke-3 pada race utama MotoGP Portugal. Di lap ke-7, Fermin Aldeguer yang berada di belakangnya berusaha menyalipnya dengan agresif yang membuat rider KTM itu sempat nyaris terjatuh. Aksi salip menyalip antara mereka berdua menjadi tontonan yang sangat menarik karena berjalan seru. Kemudian di lap ke-9 tepatnya di tikungan 5, winglet belakang sebelah kiri milik Binder patah setelah ditabrak Aldeguer saat berusaha menyalipnya..
Ketika ditanya terkait insiden tersebut, dengan tenang Binder mengatakan, “Jujur, saya hampir tidak merasakan apa-apa tetapi saya mendengar winglet belakang saya patah. Hal seperti ini biasa terjadi dalam balapan. Saya memang sedikit kurang mendapat dukungan dari belakang selama fase deselerasi, tetapi saya berhasil finis di posisi yang baik.”
Brad Binder : Winglet Patah Akibat Ditabrak Fermin Aldeguer, Saya Tidak Merasakan Apa-apa

Binder finis di posisi ke-5 tertinggal 16,327 detik dari pemenang Marco Bezzecchi dan kalah 3,467 detik dari Fermin Aldeguer yang berhasil finis ke-4. Saat ini rider asal Afrika Selatan itu menempati peringkat 11 dengan mengumpulkan 145 poin dalam klasemen, hanya tertinggal 1 poin dari Raul Fernandez yang absen dalam 2 balapan di Portimao karena cedera setelah crash pada hari Jumat.
“Sprint race memberi saya tambahan kepercayaan diri. Saya tahu bahwa balapan akan berjalan sangat baik pada hari Minggu. Tim saya memberi saya motor yang sangat bagus. Saya senang bisa bertarung melawan pembalap lain dan kami belajar banyak dalam persiapan untuk menghadapi balapan terakhir (Valencia),” jelas Binder yang merupakan salah satu dari sedikit pembalap yang berhasil mencapai catatan waktu 1:38 menit dalam balapan tersebut.

Binder mengungkapkan bahwa periode paling sulit dalam balapan 25 lap di Portimao adalah saat berada di belakang Fabio Quartararo.Β Binder terjebak di belakang pembalap Yamaha itu selama total 9 lap, sehingga membuatnya kehilangan kesempatan untuk menyalip rekan setimnya Pedro Acosta yang saat itu berada di depannya. Meskipun RC16 milik Binder top speednya hampir 10 km/jam lebih cepat daripada M1, El Diablo tak terkalahkan saat pengereman. “Pembalap Yamaha umumnya sulit disalip, terutama Fabio. Dia sangat late braking hari ini,” pungkas Binder.







